8

2.5K 429 87
                                    

Taeil menguap lebar, berusaha terjaga setengah mati karena Doyoung dan Sun Hee sudah tertidur lebih dulu beberapa jam yang lalu. Sebagai seorang Alpha, ia harus menjaga apa yang sudah menjadi miliknya, apapun yang terjadi.

Kejadian sore tadi sudah cukup membuat Taeil waspada. Serangan mendadak pada putrinya bukan hal yang bisa disepelekan.

Di tengah lamunannya, Taeil berusaha memikirkan kemungkinan terbesar siapa yang sudah melukai putri kecilnya. Sudah terlalu banyak makhluk yang ia bunuh secara cuma-cuma. Sudah terlalu banyak pula musuh yang menaruh dendam padanya.

"Aku tau siapa yang melukai putrimu." Ucap seseorang tiba-tiba.

Lamunan Taeil terusik, hampir saja ia melayangkan tangannya pada suara itu, namun tertahan.

"Kubilang aku tau. Kau ini keras kepala sekali."

"Aku tidak butuh berita burung murahan, Nakamoto." Sahut Taeil dingin.

Yuta duduk di samping Alpha Moon, lalu ikut memandangi langit yang begitu terang karena cahaya bulan.

"Salah satu diantara mereka memiliki tanda yang sama sepertimu, cresent moon. Di leher sebelah kanan."

Ucapan Yuta sukses menarik perhatian Alpha Moon.

"Kau yakin?"

Yuta mengangguk.

"Tidak, tidak mungkin." Sergah Taeil.

"Aku kemari karena aku yakin kau membutuhkan informasi ini. Tapi sepertinya kau mengㅡ"

"Mereka ada kaitannya dengan orangtuaku." Ucap Taeil lemah.

"Woah, keluarga Moon? Sepertinya menarik."

Taeil mencengkram kerah baju Yuta, menatap tajam tepat pada matanya.

"Kau yakin dengan informasi ini?"

Yuta otomatis tergagap, lalu mengangguk.

Taeil melepaskan kerah baju Yuta, lalu mengusak rambutnya kasar.

"Yak Alpha Moon. Meski kau sudah membunuh Winwin, tapi aku juga berhutang nyawa pada anakmu. Aku tau bagaimana rasanya kehilangan. Dan aku tidak mau kau mengalami itu juga."

"Katakan apa maumu." Sela Taeil dengan nada yang dingin.

Yuta menggeram, menahan emosi.

"Aku akan membantumu, mengatasi serangan ini."

"Tidak, aku tidak butuh bantuan. Aku bisa selesaikan ini sendirian."

"Tsk benar-benar! Aku tau betul wajah pria yang memiliki tanda yang sama denganmu. Lagipula warna matanya juga berbeda."

Nafas Taeil tercekat mengetahui fakta yang terdapat dalam informasi yang Yuta berikan.

"Kau mau apa sebagai imbalan?"

Yuta terlihat berpikir, lalu senyumnya mengembang.

"Aku ingin mengajak anakmu jalan-jalan, membelikannya es krim, bermain di taman hiburan, melakukan hal yang menyenangkan dengannya."

Kedua mata Taeil membelalak.

"Kau ingin menculiknya?!"

Yuta sudah kehabisan sabar. Ia memukul kepala Alpha Moon keras-keras.

"Tidak bisakah kau berpikir yang lebih baik tentangku, huh? Aku hanya ingin bermain dengan anakmu karena aku tidak akan pernah memiliki anak. Semua ini gara-gara kau, Winwinku kau bunuh."

Belum sempat membalas pukulan Yuta, Taeil terdiam.

"Jadi.. bolehkah aku mengajaknya pergi?"

Tanpa berpikir panjang, Alpha Moon mengangguk.

Awaken [ON HOLD]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang