2 - berbicara dengan batu

1.4K 177 31
                                        

"Noona, kau dimana? Aku baru saja sampai."

"Oh sudah sampai? Sebentar ya, aku tidak sengaja bertemu teman lama ku. Kau tidak keberatan kan kalau menunggu sebentar?"

"Ah baiklah noona, kabari saja kalau sudah selesai."

Tut.

Sambungan panggilan itu akhirnya diputuskan dari pihak sana.

Ya, tak ada terima kasih dari sosok itu kepada Jeno.

Jeno yang rela pergi dari pertemuannya dengan sahabat-sahabat karibnya untuk menjemput perempuan ini di lokasi yang jaraknya cukup lumayan.

"Aku tidak meragukanmu, tapi aku meragukan noona incaranmu ini. Lelaki seumuran kita mana mungkin masuk kriterianya,"

"Ia sudah di jenjang yang lumayan, pergaulannya pasti dimana-mana. Sainganmu akan banyak yang mentally, physically and also financially jauh lebih kuat dari mu,"

"Maaf saja, kok aku pesimis ya? hahaha,"

Segala ucapan dari sahabatnya terekam jelas di pikirannya. Ia sadari, memang ucapan-ucapan yang sahabat-sahabatnya jabarkan untuk Jeno saat dirinya mengaku menyukai sosok perempuan yang lebih tua umurnya itu menyakitkan hati.

Jang Yeeun, nama noona yang berhasil mencuri hati si misterius Lee Jeno.

Dengan kepribadiannya yang cerdas, mandiri namun ramah, mampu membuat seorang Lee Jeno yang sebelumnya tidak pernah merasakan rasanya kagum dan mencintai seseorang akhirnya luluh.

Iya, Jang Yeeun adalah cinta pertama Jeno.

Sebelumnya memang Jeno sempat berpacaran beberapa kali, tapi itu tidak didasari atas rasa cinta seperti yang ia rasakan ke Jang Yeeun sekarang.

Saat itu, status 'berpacaran' hanya Jeno gunakan sebagai tameng supaya hidupnya tak diusik lebih lagi oleh gadis-gadis manja yang mengejarnya.

Jeno tidak suka gadis manja, baginya sosok seperti itu hanya akan merepotkan.

"Jeno-ya, maaf jadi membuatmu menunggu lama," suara merdu dari sang penawan hati Jeno membuyarkan segalanya.

"Tidak masalah. Oh iya, apa noona sudah makan?"

Noona itu menggeleng.

"Kalau begitu ayo kita makan, noona mau kemana?"

Yang ditanya nampak berfikir sejenak. Matanya menerawang, mengingat-ingat nama restoran yang di rasa nikmat.

"Hm, beberapa blok dari sini ada restoran prancis yang baru buka. Ayo kesana, bagaimana?" tawar perempuan dewasa itu.

"Baiklah, aku menyetir dan noona tolong tunjukkan jalannya ya," sahut Jeno memasang senyum semanis yang ia bisa. Jeno sedang menyembunyikan keterkejutannya.

Pasalnya, uang bulanan dari orang tua sudah menipis dan sekarang Yeeun alias noona incarannya ini justru mengajaknya makan di restoran prancis yang pasti mahal.

BYE MY FIRST...Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang