4 - everything seems blur

945 135 23
                                        

"Nih minum," ucap gadis itu sembari menyodorkan sebotol minuman kepada Jeno, si kapten basket kampus.

"Terima kasih," ucap Jeno menerima air minum tadi.

"Setelah ini jangan lupa masih ada 5 set putaran lagi."

Dia Park Siyeon, mahasiswi semester 3 –seangkatan dengan Jeno, jurusan keperawatan. Ia menjabat sebagai manajer tim basket kampus yang membantu pelatih dan Jeno, sang kapten dalam mengurusi timnya.

"Mau kemana kau setelah ini?" tanya Jeno kepo.

"Mau mengambil proposal undangan dari kampus sebelah. Nanti aku akan menghubungimu lagi untuk meminta tanda tangan, pastikan kau kosong seharian ini," jawab Siyeon seperlunya lalu melangkah pergi.

Mendengarnya, Jeno lalu mengeluarkan buku jurnal yang selalu ia bawa kemana-mana untuk mengecek jadwalnya hari ini.

Dulu memang Jeno malas menyusun jadwalnya, tapi semenjak masuk perkuliahan di jurusan teknik industri yang memiliki setumpuk tugas, Jeno pun mau tidak mau mulai belajar menyusun jadwalnya.

"Supaya kau bijak membagi waktu mu dan tidak kelelahan."

Begitu kata noona tersayangnya, Jang Yeeun.

Sejak dinasehati seperti itu, Jeno langsung membiasakan diri menyusun jadwal hariannnya di buku jurnal.

Jeno bertemu dengan Yeeun saat Yeeun menjadi asisten dosen di salah satu mata kuliahnya kala itu.

Melihat ketelatenan Yeeun dalam membantu sang dosen dan membimbing para mahasiswa membuat Jeno jatuh hati.

Cinta pertama seorang Lee Jeno, adalah sang independent woman.

Drrt-drrt

Ponsel Jeno bergetar. Melihat nama yang muncul di layar ponselnya, Jeno tersenyum senang.

Iya, itu noona idamannya.

"Yoboseyo Jeno-ah, sedang dimana?"

"Sedang break sebentar dari latihan, ada apa noona?"

"Oh, nanti sore apa kau sempat menemani ku ke undangan pameran lukisan milik temanku? Aku tidak mau datang sendirian."

Jeno melirik jurnal yang masih ia genggam. Menurut jadwal, setelah ini harusnya ia ada pertemuan dengan pelatih basket. Apa ia izin dan minta Hyunjin selaku wakil nya untuk menggantikannya ya?

"Halo Jeno? Kau masih disana?"

"Ah iya, baiklah kalau begitu noona. Kabari aku saja dimana dan kapan aku harus menjemputmu."

"Kau sempat? Ah syukurlah, terima kasih banyak Jeno-ah, sampai bertemu nanti," ucap Yeeun dari seberang sana.

"Ya, sama-sama noona," ucap Jeno mengakhiri panggilan itu.

Hm, independent woman ya? Sepertinya pandangan Jeno sedikit bias kali ini.

Hm, independent woman ya? Sepertinya pandangan Jeno sedikit bias kali ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BYE MY FIRST...Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang