Kami yang sangat terkejut melihat keadaan mengenaskan dari mereka. Setelah aku putuskan, segera bergegas ke tempat perusahaan itu lagi. Kali ini Chyntia ikut bersamaku untuk menyelidiki kasus ini. Tapi sebelum itu, aku menghubungi orang yang hendak membeli rumah ini dan juga ambulans.
Aku menghubungi orang yang hendak membeli rumah ini, sementara Chyntia menghubungi ambulans untuk membawa jasad kedua orang pengintai itu.
Aku : "Halo"
Pembeli : "Halo, ini siapa?"
Aku : " Orang yang memiliki rumah yang akan bapak beli."
Pembeli : "Oh iya, bagaimana rumahnya ? Siap untuk melakukan transaksi?"
Aku : "Maaf pak, sebenarnya bukan aku tidak ingin menjual rumah ini. Tapi .... "
Pembeli : "Tapi kenapa?"
Aku : "Rumahnya tidak boleh untuk dijual, oleh orang tua saya. Saat saya membersihkan rumah ini, saya menemukan surat wasiat orang tua saya. Untuk tidak menjual rumah ini. Jadi maaf ya pak, saya tak bisa melanggar wasiat yang diberikan orang tua saya."
Pembeli : "Baiklah kalau begitu, silahkan urus saja rumahmu dan jangan sampai rusak."
aku menutup telpon dan merasa lega, pembelinya tidak begitu memaksa dan keras. Tak lama datang ambulans bersamaan dengan polisi. Kami dibawa ke kantor polisi sebagai sanksi untuk dimintai keterangan. Sementara rumahku masih dalam kawasan penyelidikan oleh polisi.
Polisi itu membawa kami ke kantor polisi dan menanyakan berbagai macam hal.
"Apa yang kalian lakukan di rumah kosong itu?" tanya polisi
"Itu rumah warisan orang tuaku, jadi apa salahnya aku menempati rumah itu." Kataku.
"Lalu apa yang kamu lakukan?" tanya polisi itu sambil menunjuk ke arah Chyntia.
"Aku sedang menyelidiki sesuatu di dalam rumah itu." Kata Chyntia
"Apa yang kamu selidiki? Sangat mencurigakan." Kata polisi itu. "Lalu siapa orang yang terbunuh di dalam rumahmu? Dan kenapa mereka berada di sana?" tambahnya.
"Itu sebenarnya tentang organisasi NEHTE, beberapa anggota sedang menyelinap ke rumahku bersamaan dengan gadis ini. Sementara itu karena aku mengetahui ke dua orang itu bawahan organisasi NEHTE, maka aku segera menangkap dan menginterogasi mereka." Kataku
"Organisasi NEHTE? Itu sudah lama kami tutup." Kata polisi itu
"Iya benar, sudah tutup. Aku memiliki bukti yang kuat adanya organisasi itu masih aktif." Kataku sambil menunjukkan rekaman handycam yang selalu kubawa.
Polisi itu segera memeriksa semua video yang berada dalam handycamku. Meski demikian ia hanya mengatakan itu cuma rekayasa semata. Dan polisi itu masih menuduhku akan kasus pembunuhan dua orang pria itu.
"Jawab dengan jujur, kalian yang membunuh kedua pria itukan?" tanyanya dengan suara tegas.
"Baik. Jika kami membunuhnya, dengan alat apa kami melakukan? Apa mungkin dengan tangan kosong, lalu kenapa di pakaian kami tidak ada darah sedikitpun." Kataku dengan nada yang tidak kalah tinggi.
Polisi itu mulai sedikit penasaran, dan memikirkan perkataanku yang sepertinya benar. Lalu polisi itu mempersilahkanku untuk meninggalkan kantor polisi. Aku bingung dan tak tau harus naik apa. Sementara ini masih jam 2 pagi. Jam segini hanya ada truk yang lewat. Aku mengamati Chyntia yang terlihat sangat mengantuk, ia melewati tengah jalan raya. Tak lama aku melihat dari belakang, ada truk yang sangat kencang melintas.
Dengan sigap aku memeluk Chyntia dan merebahkan tubuh di tengah jalan. Aku memeluk erat Chyntia agar tidak terlindas truk. Memposisikan tubuh di antara celah kedua sela roda truk. Truk itu dengan cepat melintas di atas kami, rasa yang sangat tegang menyelimuti kami. Chyntia melihat truk itu dan sontak berteriak keras. Aku yang masih menahannya untuk tidak bergerak. Meski hanya beberapa detik, tapi bagiku itu sangat lama dan menegangkan.
Tak lama setelah melewati kami, truk itu berhenti. Sopir truk itu turun dan menanyakan keadaan kami. Ia sangat menyesal dan meminta maaf. Aku melihat arah truk itu menuju ke kota, lalu aku meminta kepada sopir itu mengantar ke apartemen Biru Kelabu. Itu adalah nama apartemen yang sedang aku tinggali. Sopir itu menyetujuinya karena ia juga mengirim barang ke apartemen itu. "Ah syukurlah." Gumanku.
Kami segera naik ke truk itu, dan melanjutkan perjalanan. Saat perjalanan aku membayangkan kejadian tadi. Ternyata Chyntia memiliki wajah yang cantik, dan mempesona. Ah, apa yang aku pikirkan .... Dalam perjalanan aku hanya memikirkan kejadian tadi. Sementara Chyntia tertidur di bahuku. Aku yang mengamatinya, seolah terperana melihat aura dari dirinya yang sangat memikat.
Tanpa sadar, kami telah sampai di apartemen. Karena aku tak ingin membangunkan Chyntia, terpaksa aku menggendongnya hingga ke kamarku. Badannya tak begitu berat, karena memang dia ideal. Setelah merebahkan Chyntia ke kasur, aku mandi dan tidur.
Ternyata sudah jam delapan pagi, aku segera menyiapkan sesuatu untuk menyelidiki perusahaan itu lagi. Aku menyiapkan beberapa makanan dan minuman untuk Chyntia. Juga sebuah surat agar dia tinggal di apartemen. Tak lupa aku mengunci apartemen itu juga menyuruh petugas di sana agar tidak membuka pintu.
Tunggu next update 😇
KAMU SEDANG MEMBACA
The Detective Exspiravit [END] [ Diterbitkan]
HorrorKisah seorang pemuda yang memiliki kemampuan khusus. Namun, dalam kesehariannya ia memiliki banyak masalah. Sebuah insiden mulai dari kehilangan keluarga, dan keluar dari kampus karena kasus mengerikan. Karena penasaran dengan setiap insiden yang te...
![The Detective Exspiravit [END] [ Diterbitkan]](https://img.wattpad.com/cover/190888358-64-k459128.jpg)