Akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang terlihat angker. Seperti tak terawat, dan pagarnya juga sudah berkarat. Bangunan itu juga terlihat sangat lama, di gapura pagar juga ada angka 76. Mungkin ini sudah sangat lama beberapa puluh tahun yang lalu. Kami mencari jalan masuk ke dalam ruangan itu. Aku memberi alat komunikasi pada Chyntia dan menyuruh menunggu di sini. Aku menyusun sebuah rencana, mengatakan pada Chyntia untuk menunggu aba-aba.
Lalu aku melalui celah di pagar menyelinap ke dalam halaman bangunan itu. Aku mengamati dan mengelilingi bagian dari bangun aja itu. Terlihat sangat aman, aku kemudian mencari beberapa jalan yang bisa aku masuki. Setelah mengamati keseluruhan aku menemukan empat jalan yang bisa aku masuki. Aku mengisyaratkan Chyntia untuk menuju ke belakang bangunan itu, tempat di mana aku menemukan jalan yang terakhir. Aku menyuruh Chyntia menyelinap melalui jalan ini. Aku memberi tugas Chyntia untuk mencari keberadaan ruang percobaan.
Setelah Chyntia masuk melalui jalur belakang aku segera masuk dari samping. Celah ini ternyata langsung membawaku ke tempat mesin-mesin. Aku ingat ini adalah mesin yang pernah digunakan sebagai percobaan. Di sini banyak sekali tabung yang berukuran cukup besar, dan juga ada beberapa bekas darah yang seperti telah mengering. Ruangan memiliki penerang jadi tak begitu gelap untuk dilihat. Aku melihat beberapa catatan yang ada dalam ruangan ini. Tentang tanggal dan rancangan percobaan. Aku membaca beberapa arsip dokumen yang berserakan, dan aku menyimpulkan percobaan ini berhubungan dengan hal gaib.
Aku segera keluar dari ruangan ini, saat aku buka pintu dan berjalan tiba-tiba ada yang menendangku dari belakang. Aku terjatuh dan menoleh kebelakang, ternyata dia sangat aneh. Berbadan besar, dan pastur yang tinggi. Aku tak ingin berhadapan dengan dia, sehingga aku berlari menjauh darinya. Ia mengejar diriku, aku berusaha mencari cara untuk terlepas darinya. Aku berlari ke arah tangga, ia besar dan terlihat cukup lamban. Aku menunggu dia di atas sini. Ternyata benar ia cukup lamban, setelah mendekat aku melakukan tendangan berputar pas ke arah kepalanya. Ia terkena tendanganku dan terjatuh. Aku segera masuk ke salah satu ruangan yang ada di sini. Ruangan ini terlihat seperti rumah sakit, banyak alat-alat untuk membedah.
POV Chyntia
Aku yang baru masuk dari jalur belakang ini, terlihat sangat gelap. Untung dia memberiku senter, jadi aku bisa melihat dengan jelas. Ternyata arah jalan ini menuju ke bawah yang kemungkinan ruang bawah tanah. Aku perlahan-lahan menuruni jalan ini, hingga berada dalam ruangan yang penuh bangkai. Aroma yanh sangat menusuk dari dalam ini membuatku mual. Ini seperti sebuah penyiksaan, mayat di sini tak memiliki anggota tubuh yang lengkap, juga ada yang disambungkan dengan kabel. Aku tak mengerti siapa yang tega melakukan semua ini. Aku mengamati ada pantulan cahaya dibalik mayat itu. Rasa penasaran membuatku berani untuk mengetahui itu apa.
Semakin mendekat, aku melihat itu adalah sebuah kalung. Aku mengambil kalung itu, jika dilihat mirip dengan kalung yang berada di rumah. Kata ibu itu adalah pemberian dari ayahku. Sontak aku terkejut, melihat ayah yang telah lama dibunuh dan dibuang sembarangan. Aku mengenakan kalung itu dan meneruskan mencari ruang percobaan. Dari luar ruangan aku mendengar ada langkah kaki.
Aku mematikan senter dan bersembunyi di balik pintu. Mereka membuka pintu dan meletakkan mayat begitu saja. Setelah itu mereka keluar lagi. Aku menunggu beberapa lama, dan hendak membuka pintu. Tiba-tiba kakiku ditarik oleh sesuatu, aku terjatuh dan yang menarikku adalah orang yang baru dibuang ke sini. Ia tampak bukan manusia, seperti kena kejiwaan yang aneh. Ia seolah sangat buas, dan hendak menggigitku. Aku dengan cepat mengeluarkan pisau dan menusukkan tepat di kepalanya.
Aku pun seolah merasa bersalah, karena membunuh seseorang. Tapi jika aku tak melakukannya mungkin akan dimakan olehnya. Aku segera keluar dari ruangan ini, dan melihat lorong yang cukup panjang. Aku menyusuri jalan ini, dan banyak sekali ruangan yang terdapat di sini. Aku mencoba membuka pintu satu persatu. Namun, tak dapat dibuka karena terkunci. Aku menemukan salah satu pintu yang dapat dibuka, ternyata itu adalah penjara. Tapi anehnya banyak sekali rantai di sini. Namun, tak ada satupun tahanan yang berada dalam ruangan ini.
Aku segera keluar hingga berada di ujung ruangan. Yang ternyata aku salah mengambil jalan. Aku segera berbalik arah lagi, dan mencari arah untuk ke lantai atas. Hingga sampai di ruangan yang pertama aku masuki. Aku yang tadi menuju lorong sebelah kanan, sekarang aku menuju lorong di sebelah kiri. Di sini juga terdapat banyak pintu, dan tak bisa dibuka. Akhirnya aku menemukan sebuah pintu yang terbuka. Pintu itu mengarah langsung ke lantai atas. Tapi saat hendak naik, aku mendengar suara langkah kaki dari atas tangga. Sepertinya hanya satu orang. Aku menunggu di samping tangga, sampai orang itu turun. Tak lama ia turun, seperti dugaanku hanya seorang diri. Tapi ternyata dia aneh, terlihat sangat kurus dan tubuh yang bersisik. Tangannya seperti memiliki cakar, karena aku tak ingin berhadapan dengan dia. Aku segera menyelinap naik ke tangga, tapi sepertinya dia tau aku. Namun, membiarkanku pergi.
Tunggu next part 😇
KAMU SEDANG MEMBACA
The Detective Exspiravit [END] [ Diterbitkan]
HororKisah seorang pemuda yang memiliki kemampuan khusus. Namun, dalam kesehariannya ia memiliki banyak masalah. Sebuah insiden mulai dari kehilangan keluarga, dan keluar dari kampus karena kasus mengerikan. Karena penasaran dengan setiap insiden yang te...
![The Detective Exspiravit [END] [ Diterbitkan]](https://img.wattpad.com/cover/190888358-64-k459128.jpg)