Chapter 21 : Gone & Come

41 2 0
                                        

[a story about the past]

Kenyataan sepertinya tak ingin berdamai terlalu cepat dengannya, semua mimpi yang runtuh kini semakin porak poranda. Eksperimen, blue print penelitian, penghargaan, bahkan semuanya, tak ada satupun rencana tanpa melibatkan wanita itu.

Rose telah berlayar jauh bersama kapalnya, setidaknya itu secuil informasi yang ia dapat dari seorang portir barang di pelabuhan. Namun selebihnya, tak ada jejak, semua seakan telah bersekongkol untuk tidak memberitahunya kemana wanita itu akan pergi. Wanita pengantar pesan yang diceritakan Mr. Goldy pun tak ujung temu dengan Albert.

Pikirannya semakin kalut.

Namun, sepantasnya ia tak harus menangisi wanita lain disaat Olivia yang setia tengah berjuang kesakitan melahirkan buah cinta mereka. Sungguh jahat apa yang dilakukannya pada wanita itu, tak bisa disangkal, karena Olivia serasa tak cukup mengobati hatinya yang suram.

Albert memasuki ruangan dimana Olivia terbaring lemah. Bayi mungil mereka telah terlahir ke dunia. Ia mendekat ke arah sebuah keranjang bayi, melihat ke dalam sana. Sesosok makhluk mungil seputih kapas sedang tertidur pulas, wajahnya sangat cantik, persis seperti Olivia.

Ia mendekatkan jarinya untuk mengusap lembut pipi putrinya yang memerah. Dalam benaknya ia merasa ragu, apakah pantas untuk menyayangi putri dari seorang wanita yang ia sakiti. Wajah bayi itu mengerjap sesaat lalu kembali tertidur tenang. Perasaan bersalah meliputi hatinya, ia telah menghancurkan kehidupan Olivia. Kabut apa yang selama ini telah menutup hatinya sehingga tak bisa melihat banyak sekali Olivia telah membantunya, bahkan rela mengorbankan hatinya untuk Albert. Apa sekarang Albert mulai sadar atas apa yang ia lakukan, semoga ini belum terlambat.

"Apa yang sedang kau lakukan?" Olivia terbangun dari tidurnya.

"Maafkan aku, seharusnya aku tidak kemari," Albert menghadap Olivia, menunduk menyesal. Wanita itu pasti tak akan memaafkannya.

"Benar, seharusnya begitu. Tapi tenang saja, sekarang aku akan pergi," tanpa berpikir panjang Olivia mencabut tali infusnya sehingga menyebabkan darah segar mengucur deras dari punggung tangannya. Dengan kaki yang ringkih, ia berjalan ke arah sebuah koper besar. Hatinya sudah tak bisa lagi menahan lelah seperti biasa, ini sudah terlalu lewat batas.

"Olivia, tak sepantasnya aku mengatakan ini dan mungkin sudah terlambat, tapi kumohon tinggalah bersamaku sekali lagi," Albert mendekat ke arah Olivia yang tengah membereskan barang-barangnya. Air mukanya menunjukkan keputusasaan.

Olivia menarik napasnya kasar, mencoba menetralkan hatinya yang selalu tertuju untuk kembali. Ia tak ingin terluka lagi, suara itu terdengar dari akal sehatnya. Kali ini ia tak ingin diperbudak oleh hatinya yang selama ini salah. Tidak, mencintai Albert bukanlah kesalahan. Ia pikir tindakannya sendiri lah yang membuat lingkaran kesakitan ini.

"Tidak lagi. Aku akan pergi dan meninggalkan bayi itu agar kau terus menyesali perbuatanmu saat melihat wajahnya," mata wanita itu berkaca-kaca. Perlu beberapa kali menarik napas untuk meninggalkan putrinya bersama Albert. Ia tak bisa membayangkan hari-hari saat bayi itu bersamanya, mungkin akan berakhir sama seperti tak meninggalkan lelaki itu.

Satu hal yang ia percayai, bahwa Albert akan merawat putrinya dengan baik, karena ia adalah lelaki yang baik.

Albert tak bisa lagi mencegahnya untuk pergi, Ia hanya bisa melihat Olivia menaiki sebuah kereta kuda dari balik jendela rumah sakit.

[a story about the future]

Bukan ayahku namanya jika tidak bisa menyulap benda-benda disekitarnya menjadi hal-hal yang ia kehendaki. Sebuah jarum inokulasi steril kini berada di tanganku, terbuat dari besi yang dibengkokan dengan sebuah kayu yang dipahat menjadi pegangannya. Cukup bagus, tapi yang sangat krusial adalah karena designnya yang sangat pas ditanganku. Aku beruntung memiliki ayah yang serba bisa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 28, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dandelion's promiseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang