Typo bertebaran 😪
Aluna POV
****
Mata ku terbuka ketika bel apartemen Elang di tekan beberapa kali. Membuat tidur ku terbangun. Ketika aku hendak membuka pintu, aku di tahan dengan seseorang yang memeluk ku erat sekali.
Aku menoleh ke arah sumber badan yang memeluk ku erat. Namun saat aku berusaha untuk melepaskan pelukan itu, tiba tiba saja seseorang berkata membuat aku terkejut.
"Biarin. Paling Fandi sama Denis" kata Kak Elang tepat di telinga ku. Membuat aku merinding karena nya.
"Tapi kak. Dari tadi kaya nya" kata ku berusaha untuk melepaskan pelukan itu. Sejujurnya, aku takut ketika menjawab perkataan kak Elang. Namun bagai mana pun aku harus berani dengan nya.
"Ck. Ganggu aja" kata kak Elang yang langsung berlari kecil ke pintu apartemen nya. Dan benar saja. Sekarang apartemen kak Elang di penuhi dengan empat sahabat nya. Aku takut ketika kak Mutiara menatap ke arah ku dengan tatapan yang mematikan.
"Ciehhhh yang udah sah" kata Fandi membuat ku terdiam dan malu. Aku hanya bisa menundukan kepala ku.
"Nanti malem prakteknya dong" ledek kak Rara tawa kak Denis dan kak Fandi meledak sejadi jadinya. Sedangkan kak Elang dan kak Mutiara hanya menatap datar ke arah tiga sahabat nya.
"Ck. Kalo sirik bilang" kata kak Elang membuat kak Rara menaikan dua jari nya di atas.
"Lang. Lo seriusan nikah sama cewe cupu kaya nih cewe?" Tanya Kak Mutiara. Kenapa mulut gadis ini sangat pedas sih. Makan apa dia sebelum ke apartemen nya kak Elang.
"Kenapa Lo gak percaya. Perlu gue ambilin buku nikah juga?" Tanya kak Elang dengan datar nya dan juga enteng.
"Ga perlu." Sahut Kak Mutiara cetus.
"Na Na, Lo udah di apain aja sama Elang. Setengah hari ini Lo kan satu atap sama dia" kata kata itu keluar dari mulut kak Denis. Membuat wajah ku berubah menjadi warna merah tomat.
"Lo nanya apa sih. Jangan rusak otak ISTRI gue" sahut kak Elang yang tidak lupa menekan kata 'istri' di kalimat nya barusan. Membuat aku bahagia setengah mati.
"Sori sori. Mulut gue kelepasan bos" kata kak Denis yang sudah memukul mulut nya sendiri. Aku terkekeh di dalam hati.
"Lo mau ikut ke rumah nya Rara gak? Kita main PS. Sekalian waifian" tiba tiba kak Fandi berkata seperti itu. membuat mata kak Rara melotot dengan sempurna.
"Kenapa rumah gue? Rumah nya Denis noh yang lebih lancar waifi nya" kata kak Rara dengan malas nya.
"Yok yok. Jalan sekarang" kata kak Denis yang langsung menyetujui perkataan kak Fandi barusan.
"Hemm gue yang ngalah" kata kak Rara yang langsung berjalan keluar apartemen kak Elang dan di susul oleh kak Fandi dan kak Denis.
"Lo mau ikut apa di sini?" Pertanyaan itu membuat ku dengan cepat menggeleng kan kepala nya.
"Oke. Gue pergi dulu" kata kak Elang yang langsung menyusul ketiga sahabat nya. Dan sekarang hanya ada aku dan kak Mutiara. Aku tau apa yang akan terjadi. Pasal nya kak Mutiara sangat menyukai kak Elang yang sudah berstatus sebagai suami ku sekarang.
"Gue heran aja sama Lo. Gue gak akan tinggal diem aja. Inget kata kata gue. Gue bakal hancurin pernikahan Lo sama Elang. Gue gak tega liat Elang harus di dapatin sama cewe secupu Lo" kata Kak Mutiara, membuat ku mencerna kata kata nya. Oke. Sekarang masalah baru di pernikahan ku muncul. Dan semoga saja kali ini, Tuhan berpihak pada ku.
"Lo itu sama hal nya dengan jalang. Gue gak mau bikin Lo banyak pikiran tapi inget. Gue gak suka sama pernikahan Lo" kata kak Mutiara sebelum benar benar hilang dari mata ku. Aku takut jika pernikahan ku dan kak Elang hancur begitu saja. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku membesarkan anak yang ada di dalam perut ku sendirian. Tanpa ada keluarga untuk ku membopong badan kecil ku ini. Ouhh tidak. Rasa nya air mata ku sudah tidak bisa di bendung lagi. Aku ingin menangis sejadi jadinya sekarang.
*****
Author POV
Elang berada di dalam sebuah mall. Hari sudah malam. Namun ia belum pulang juga. Entah apa lah yang terjadi pada cewe polos yang berada di apartemen nya itu. Elang berjalan mencari toko ponsel. Ia hendak membeli ponsel itu untuk Aluna. Agar ia mudah untuk menghubungi gadis Yang sekarang sudah menjadi hak milik nya.
Setelah membeli ponsel yang menurut nya bagus jika Aluna yang memakai, Elang langsung pulang. Sesampai di apartemen nya, Elang bisa melihat gadis polos ini. Aluna sudah mandi. Ia menggunakan daster berwarna hitam tipis. Membuat lekuk kan tubuh nya terpampang jelas walau masih di tutupi dengan daster tipis itu.
Elang mengumpat dalam hati nya. "Gue cowok woy. Gue normal juga" decak Elang dalam hati. Menguji diri nya saja yang Aluna bisa.
"Nih ponsel buat Lo" ujar Elang yang menyodorkan ponsel baru ke arah Aluna. Dengan cepat Aluna menerima sodoran tersebut. Namun alis nya terangkat, seperti meminta penjelasan.
"Gue besok sekolah. Kalo Lo gak pegang hape. Gimana gue tau keadaan Lo bego" kata Elang yang langsung masuk kedalam kamar.
Aluna melihat kotak ponsel baru nya. Ini sangat mahal. Uang yang untuk membeli ponsel nya bisa untuk meluluskan diri nya tamat SMA.
"Na, Lo masak kan?" Tanya Elang dari dalam kamar nya.
"Iya kak" jawab Aluna yang masih sibuk dengan ponsel baru nya.
Gila. Sungguh gila. Kenapa ponsel yang di belikan Elang semahal ini. Apakah Elang sangat mempunyai uang yang sangat banyak?. Tapi menurut Aluna. Itu memang bener. Bukti nya. Elang saja membelikan ponsel semahal ini.
"Kenapa? Ponsel nya kurang mahal?" Tanya Elang yang sudah duduk di samping Aluna. Dengan santai nya Elang berkata seperti itu. Membuat Aluna dengan cepet menggeleng kan kepala nya.
"Engga kemahalan ini ponsel nya kak?" Tanya Aluna menatap tidak percaya ke arah Elang.
"Udah Lo pake aja. Hadiah pernikahan kita. Lagian Lo pasti bosen kalo cuma nonton tv doang" sahut Elang yang sudah mengajak Aluna untuk bangkit dari duduk nya.
"Mau kemana?" Tanya Aluna polos.
"Mau bikin dede lagi. Ya makan lah. Emang nya Lo gak laper apa?" Tanya Elang
"Iya" jawab Aluna dengan gigi yang terpampang jelas. Membuat wajah polos nya menjadi tambah polos.
Elang menatap ke arah semua masakan yang Aluna buat. Apakah ini tidak terlalu banyak?.
"Maaf kak. Aluna masak semua bahan di kulkas. Soal nya udah kaya ga bisa di pake lagi" kata Aluna menundukkan kepala nya.
"Lo mau bikin gue gendut?" Tanya Elang terdengar datar.
"Maaf kak. Aluna gak bermaksud" kata Aluna takut. Rasa nya ketika Elang sudah berkata seperti itu, Aluna berubah menjadi cengeng sekali.
"Tapi kalo Lo yang buat sih gue sanggup habisin" kata Elang dengan senyuman. Aluna hanya menganggukkan kepala nya.
"Duduk sini" kata Elang membuat Aluna menatap ke arah nya. Binggung.
"Deket sini" sekali lagi Elang berucap. Terdengar memaksa, tegas dan juga membuat bulu kuduk Aluna seketika mati.
"Mau ngapain?" Tanya Aluna. Tapi sudah berjalan mendekat ke arah Elang.
"Gue mau ngasih makan anak gue".
AN:enak nya Mutiara kita apain ya gaesss?
Fixs aku nulis part kali ini, emosi dan juga baper.
Apa susah nya sih tinggal bilang kalo mau suapin Aluna_-
Vote Komen Follow dan Share kesemua temen kalian biar ikut ngapa ngapain Mutiara.
I love you. (Awokawok. Ketara amat jomblo nya)
NEXT 👉👉
KAMU SEDANG MEMBACA
Aluna
Teen Fiction*** Menikah di umur muda adalah mimpi buruk yang tidak pernah di mimpikan seorang gadis yang bernama Aluna. Tapi apa daya tuhan berkehendak lain. Aluna menikah di umurnya yang terbilang cukup muda. Tidak ada cinta, tidak ada kasih sayang. Bahkan men...
