Bagian 11

642 19 5
                                    

Halo gengs!

Sebelumnya aku mau minta maaf banget karena baru bisa updet sekarang

Kemarin-kemarin aku bener bener sibuk nyiapin kuliah beserta ospeknya. Ada waktu luang pun pasti buat bikin tugas ospek.

Tapi sekarang udah mendingan karena waktu kuliah terbilang santai walaupun tugasnya nggak santai. Tapi aku masih bisa lanjutin cerita ini lagi.

So enjoy this story! And don't forget to vote and komen! 💜

******************

Author POV

“Ini adalah kontrak untuk menghilangkan produk Dream Glow dari rak penjualan One Farma,” ucap manajer tersebut, “silakan diambil,” lanjutnya.

Ya, kedatangan Karin yang sebelumnya sangat membuat dia antusias karena akhirnya dia akan bekerja sebagai karyawan bagian penjualan, justru malah mendapatkan kabar bahwa produk timnya akan dihentikan penjualannya dari salah satu took langganan mereka. One Farma.

“Kenapa Anda tiba-tiba ingin mengakhiri kontraknya? Dream Glow adalah produk yang sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Ini adalah produk legenda. Belum lagi kami sudah bermitra dengan One Farma selama bertahun-tahun. Kenapa ini begitu tiba-tiba?” tanya Karin menggebu-gebu karena merasa semua ini sangat mendadak dan aneh tanpa penjelasan yang jelas.

Sang manajer tersebut hanya bisa menggelengkan kepala dan langsung pamit untuk menghadiri rapat dan meninggalkan Karin yang masih kaget dan bingung.

Karin POV

Akupun berjalan menuju kantor sambil memikirkan hal yang baru saja terjadi.

“ Bagaimana ini bisa terjadi ? Klien pertama yang aku temui sebagai tim penjualan ingin mengakhiri kontrak?” batinku di dalam hati. Aku pun hanya bisa menghela napas panjang senjalutnya.

Saat aku sedang melamun, tiba-tiba ada pengendara sepeda yang lewat di sampingku dan membuatku terkejut sehingga kontrak yang aku pegang berhamburan di tanah.

“Aughhh” helaku lalu berjongkok menatap berkas tersebut sebentar sebelum mulai memungutinya.

Author POV

Disaat Karin akan memunguti kontrak tersebut, tiba-tiba ada sebuah tangan yang ikut mengambilnya dan ternyata adalah Bara.

“Berikan padaku,” ucap Karin pada Bara sambil mengulurkan tangannya pada Bara. Namun Bara malah menjauhkannya ditambah dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.

“Aku mendengar kabar bahwa produk Dream Glow akan disingkirkan dari rak penjualan oleh One Farma. Benarkah itu?” tanya Bara dengan nada datar.

Karin yang mendengar itupun sedikit takut.

“Ini adalah klien pertamaku. Bahkan produk ini belum berkembang, tapi sekarang malah akan disingkirkan,” jelas Karin. Bara pun masih tetap menunggu kelanjutan dari Karin, “aku bahkan membeli baju baru untuk bekerja,” ucap Karin. Ia pun melirik Bara sebelum melanjutkan ucapannya.

“Kau senang sekarang ? Kau bisa tertawa jika kau ingin,” ujar Karin sambil menahan air matanya. Bara yang memang tidak ada niat untuk memarahi Karin pun mendekar.

My Boss to My BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang