bab 20

108 13 2
                                        

Ruangan putih itu dipenuhi orang, ada yang menangis dan ada yang sedang mencoba membangunkan wanita yang sedang terbaring lemah dikasur. Suasana terasa mencekam seiring suara nyaring terdengar di alat yang menunjukkan garis lurus. Wanita itu sedang sekarat, setelah begitu lama ia tertidur, tanpa melihat senyumannya lagi wanita itu akan pergi selama-lamanya.

Suara denyut jantung kembali terdengar, suasana yang terasa mencekam kini bercampur aduk dengan suara tangisan. Mata wanita itu terbuka perlahan-lahan, membuat semua orang merasa telah bermimpi.

"Sarah.. Sarah.. " Seorang wanita paruh baya menggenggam tangan wanita muda itu sambil menangis, seorang pria seumuran dengannya ikut menggenggam tangan anaknya.

"Ini keajaiban, pasien terbangun. " salah seorang suster memegang dadanya penuh khidmat, mengucap rasa syukur ke tuhan yang telah menunjukkan keajaibannya.

Sarah masih terdiam, tapi airmata tak henti-hentinya keluar dari kelopak matanya. Bibirnya tersenyum lega, semua perjuangannya kini berhasil.

Tiba-tiba pintu dibuka, seseorang masuk tergesa dan melihat Sarah dengan wajah bahagia. Buket mawar putih yang dipegang lelaki itu diletakkannya di samping Sarah. Sarah mengenali wajahnya, ia adalah Michael.

Lelaki itu meneteskan airmata penuh kebahagiaan menyambut Sarah kembali ke realita. Di jari manisnya terdapat cincin putih yang persis dengan yang dipakai Sarah.

"Ya Allah.. Terimakasih, terimakasih. " gumam Michael saat mengenggam tangannya, ia mengecup dahi istri yang selama ini dirindukannya. Sarah, menatapnya hangat. Kini semua sudah berakhir.

***
Sarah duduk sambil menyandar di kasurnya. Michael sedang menyuapi Sarah dengan bubur yang disediakan rumah sakit. Mereka saling berpandangan, jiwa mereka menyatu hingga kata-kata adalah alat komunikasi kedua setelah hati. Sarah tersenyum begitu juga Michael.

Ayah dan ibu Sarah masuk ke dalam ruangan diikuti oleh seorang lelaki yang sudah beruban. Lelaki itu adalah bapa!  Wajah Sarah menegang, menunjukkan ketakutan pada sosok di hadapannya.

"Perkenalkan, dia adalah ustad yang menjagamu selama ini. Ustad yang membantu mu... Keluar.. Hiks.. Hiks" perkataan Ibu Sarah terhenti oleh suara tangisnya sendiri, suaminya menenangkan istrinya dengan menepuk lembut punggung istrinya.

Sarah menatap Michael, meminta kepastian. Setelah mendapat anggukan dari Michael, Sarah tersenyum ke ustad yang mirip dengan Bapa di alam bawah sadarnya. Ustad itu mendekat, mengamati wajah Sarah yang terlihat pucat.

"Alhamdulillah, anda selamat karena keyakinan anda kepada Allah. " Ustad itu menatap orangtua Sarah dan Michael lalu meminta izin untuk berbicara pada Sarah empat mata. Mereka mengangguk lalu berjalan keluar ruangan.

"Pak, bapak itu siapa ya?  Ustad... Memang kenapa pak? " Ustad itu menatap Sarah hangat, ia menghembuskan nafasnya.

Suasana mulai berubah, ruangan yang terasa terang kini terasa mencekam. Hawa dingin mulai merasuk, melewati pori-pori kulit dengan bebas.

"Dimana Sarah? Kau bukan dirinya, dasar iblis hina! " Sarah menunduk, kemudian menatap pria tua itu dengan tatapan dingin. Sudut bibirnya naik membentuk lengkungan senyum yang mengerikan.

Sarah mendekatkan wajahnya ke pria itu, ustad yang mencoba bergerak namun hanya bisa duduk mematung. Bibir Sarah terbuka, membisikkan kata-kata yang membuat mata pria itu meneteskan airmata dan berubah menjadi samudra hitam.

"Sarah? Ia memilih untuk hidup bahagia....bersamaku... Selamanya. "

***************TAMAT**************

BAPHOMET : "devil inside me" (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang