bab 4

134 14 2
                                        

Gereja tempat kutinggal adalah rumah sekaligus tempat ku belajar tentang dunia. Bangunannya telah ada sejak ratusan lalu,hal itu terlihat dari tanaman yang merambati tiang-tiang gereja dalam nuansa yang eksotis sekaligus spiritual. Gerbangnya terbuat dari kayu beringin berusia ratusan tahun dan tetap masih kokoh menjaga gereja dari dunia luar yang kejam.

Biasanya saat kecil, aku dan bapa sering bermain petak umpet. Aku akan bersembunyi di ruangan yang penuh dengan buku dan rak-rak yang tinggi. Kadang karena bosan, aku akan membaca satu atau dua buku yang tebal. Penuh dengan cerita peperangan, mistis dan legenda yang tak masuk akal sekaligus membawa imajinasi bekerja keras.

Ada juga aula, tempat warga desa berkumpul dan berdiskusi tentang masalah pertanian, ternak dan segala hal yang berhubungan dengan kebaikan bersama. Aula di gereja cukup besar, sehingga kau bisa bermain sepak bola didalamnya(tentu saja tidak sebesar stadion. )

Tentu saja ada ruangan yang tidak boleh orang lain masuki selain bapa digereja. Pintunya terbuat dari kayu yang tebal hingga kau tidak bisa mendengar suara dari dalamnya. Gembok besi yang besar akan ada setiap aku melihatnya. Hanya bapa yang punya dan berhak memegang kuncinya. Bapa akan masuk kedalam sana sambil membawa kitabnya kemudian keluar bersimbah keringat dan wajah yang kelelahan. Mungkin bapa terlalu bersemangat dalam berdoa?

Michael akan menarik tanganku dan membawaku ke balkon saat aku berusaha mengintip dari celah pintu. Ia memelukku dan memarahiku habis-habisan seakan aku akan dihukum pancung oleh tuhan karena telah mengintip bapa. Michael akan menangis dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja, aku akan selalu aman bersamanya.

Bukan hanya bapa yang punya ruangan rahasia, aku juga punya ruangan rahasia yang hanya diketahui aku dan tuhan. Ruangan itu berada dibawah tempat tidurku, aku tidak memberitahu bapa karena takut akan dimarahi.

Ruangannya cukup besar untukku,mungkin seperti bekas lobang yang ditutupi oleh papan. Aku biasanya menaruh benda-benda pemberian michael disana, seperti senter, pisau kecil, botol air kecil dan buku pemberiannya.biasanya Michael menyuruhku menyembunyikan barang-barang pemberiannya di tempat yang hanya aku dan tuhan yang tahu.

Pernah saat itu, aku terbangun tengah malam karena haus dan berjalan kearah dapur untuk mengambil air. Aku melihat bapa jalan membawa kitabnya sambil tergesa-gesa.waktu itu umurku 15 tahun, seorang gadis remaja yang penasaran tentang segala hal. Aku mengikuti bapa setenang mungkin agar bapa tidak mendengarku.

Aku melihat bapa membuka gembok dengan tergesa gesa dan masuk kedalam. Mungkin ini takdir atau pertanda, bapa lupa menggembok pintu dan berjalan pergi. Mungkin bapa kelelahan atau semacamnya?

Saat itu aku seorang gadia remaja yang penuh rasa penasaran, walau akhirnya aku menyesali keputusanku saat itu. Kalau saja aku tidak penasaran, kalau saja aku terus berjalan kedapur untuk minum, kalau saja aku tidak terbangun malam itu, kalau saja aku tidak pernah berjumpa bapa... .

Kalau saja bapa adalah orang baik.

BAPHOMET : "devil inside me" (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang