Hidup sebagai gadis remaja di sebuah gereja kecil sebenarnya cukup menyenangkan. Aku tidak harus berhadapan dengan dunia luar yang kejam seperti cerita bapa. Semuanya terasa sederhana dan nyaman di gereja kecil kami. Semua penduduknya juga ramah, hanya saja terkadang mereka senang sekali mengoleksi benda-benda menyeramkan seperti tanduk rusa, kepala kambing dan benda lain yang menurutku menyeramkan.
Tapi yah.. Aku tidak terlalu memikirkannya karena aku percaya bapa dan umatnya bukanlah orang yang jahat, hanya saja sedikit aneh. Itu sebelum aku melihat apa yang seharusnya menjadi rahasia bapa selamanya.
Saat itu, aku melihat hal paling mengerikan yang pernah aku lihat. Kulitnya yang penuh luka cakaran, bibirnya yang membiru, matanya yang hitam legam dan semua bagian tubuhnya yang membuatmu ingin muntah melihatnya. Setelah itu, tanpa berpikir apapun aku langsung berlari keluar dan memuntahkan makan malamku.
Sialnya lagi, seorang suster melihatku dengan tatapan kaget lalu berlari kearahku. Ia memegang pundakku dengan erat, sakit rasanya bila kuingat. "Apakah kau sudah melihatnya? Katakan! Apa kau melihat apa yang dibalik pintu itu? " tanya suster itu sambil berteriak dan menunjuk kearah pintu yang tertutup.
Aku berbalik dan melihat pintu yang terbuka lebar tadi sekarang tertutup rapat dengan gembok yang masih terpasang disana. Aku melihat kearah suster lalu semuanya gelap. Aku pingsan.
Setelah aku terjaga, yang pertama aku lihat adalah tatapan bapa dan michael yang khwatir. Bapa memegang dahi ku dan pergi keluar. Di celah pintu aku melihatnya berbicara dengan seseorang yang aku kira adalah dokter, sesekali bapa melirik kearahku lalu melanjutkan percakapannya.
Michael menatapku dengan wajahnya yang khawatir. Ia menahan air matanya untuk tumpah dan mengelus kepalaku dengan lembut. Aku seakan merasa aman berada didekatnya. Kemudian aku melihat bapa masuk bersama seseorang berjas putih yang sudah aku lihat tadi bersama bapa.
"dia sedikit syok, beri ia air secukupnya dan biarkan ia istirahat dulu. " ucap dokter itu setelah memeriksaku untuk terakhir kalinya. Bapa kemudian berterimakasih padanya dan berucap syukur kepada tuhan. Kemudian bapa pergi mengantarkan dokter baik itu ke gerbang sementara aku ditinggalkan bersama michael.
Michael menatapku khawatir, tangannya memegang dahiku yang masih sedikit panas. Matanya menyaratkan ketakutan dan teka teki yang tidak bisa aku pecahkan.
Aku melihat kesudut ruangan, mata merah itu kembali bertengger di lubang mata milik makhluk mengerikan itu. Aku menatap michael kemudian mengarahkan pandanganku ke sudut ruangan. Ia menghilang .
Michael berbalik dan menatap sudut kamar lalu menatapku sambil mengelus rambutku. Sebenarnya rahasia mengerikan apa yang diketahui oleh michael hingga ia tidak mau memberitahuku?
Belum sempat aku bertanya semua pertanyaan yang ada dipikiranku, bapa datang. Michael kemudian bangkit dan berjalan ke luar kamar ku. Bapa lalu duduk di samping kasurku.
"Apapun yang kau lihat, itu bukan hal yang baik kau tahu kan? " ucap bapa. Saat itu aku masih tidak tahu hingga akhirnya aku tahu pertanyaan itu mungkin petunjuk terbesar yang telah diberikan bapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPHOMET : "devil inside me" (END)
Horror(Cerita sudah tamat) semua yang kutahu adalah tentang tuhan dan anugerahnya karena sebagai yatim piatu aku bisa hidup bahagia bersama bapa dan gereja di sebuah desa yang menerima kami dengan ramah. walaupun aku bukan penganut agama bapa tapi aku me...
