Aku selalu menghormati dan menyayangi bapa, bahkan saat bapa menghukumku karena aku telah mencuri uang untuk membeli mainan. Tapi tatapan bapa selalu hangat padaku, ia akan tersenyum dan mengelus lembut rambutku. Bapa selalu memberikan yang aku inginkan, semuanya seperti mimpi di hidup sempurna kecilku.
Sekarang aku mulai ragu, tatapan bapa tidak sehangat yang dulu. Tergantikan dengan tatapan dingin dan menakutkan walaupun saat bapa sedang tersenyum dan mengelus lembut rambutku. Entah ini karena kelabilan emosiku saat remaja atau bapa sudah mulai menunjukkan semua rahasia dan misteri tentangnya.
Aku sudah mencoba untuk menepis pikiran buruk itu. Memikirkan semua kebaikan bapa padaku yang yatim piatu ini. Semua kasih sayang bapa padaku mulai dari kecil hingga kini. Bahwa semua yang aku rasakan sekarang hanya sekedar hormon di usiaku yang labil dan akan segera berlalu mengikuti waktu pergi. Ya..pikirku saat itu, setidaknya atas semua jasa bapa aku harus menjadi anak baik dan berbakti.
Setelah insiden itu, bapa mengawasiku dengan ketat berharap aku tidak akan menjadi gila setelah peristiwa mengerikan itu. Bapa menyuruhku untuk istirahat di kamar sepanjang minggu, ia menyuruh suster untuk mengantarkan semua kebutuhanku. Aku tahu ini demi kesehatan dan kebaikanku, tapi sebagai gadis remaja yang punya jiwa pemberontak terkurung di kamar kecil dengan ventilasi buruk membuatku ingin keluar dan menghirup udara segar di bawah pohon dekat sungai seperti dulu.
Satu-satunya hiburanku adalah kedatangan michael bersama buku-buku novel klasiknya. Ia akan datang ke kamarku dua kali sehari, pagi dan malam untuk mengecek kondisiku dan membawakanku buku yang bisa kubaca untuk mengisi waktu dan melenyapkan kebosananku.
Selain itu, michael akan datang membawakan cerita lelucon tentang warga desa. Bagaimana lucunya bibi ratna hampir menjatuhkan seluruh baju yang ia bawa karena hampir terpeleset cukup membuatku tertawa dan terhibur. Michael juga akan menceritakan tentang buku baru yang akan ia bawa nanti. Hal sederhana ini yang menghibur rasa sepi di dalam hati. Aku tidak tahu apa jadinya jika michael tidak ada disini.
Michael pernah mengajakku keluar, bahwa kita akan pergi ke luar desa dan berpetualang bersama. Walau aku tergoda, mengingat jasa dan perintah bapa agar aku istirahat aku dengan cepat langsung menolaknya. Setelah itu michael akan tersenyum dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja dan tidak ada yang bisa menyakitiku.
Makhluk mengerikan itu selalu ada di sana, dipojok gelap tempat semua kejahatan bisa terjadi tanpa terlihat. Anehnya, aku tidak akan melihatnya saat bapa dan michael datang, mereka seperti lentera yang menuntunku keluar dari kesesatan dihutan gelap.mungkinkah?
***
Setelah satu minggu aku hidup terasing dari peradaban akhirnya aku bisa menghirup udara segar dibawah pohon dekat sungai lagi. Bibirku tidak bisa kutahan untuk tidak tersenyum. Bapa kemudian mengelus rambutku dan berkata bahwa senyumanku adalah satu-satunya yang membuat bapa bahagia. Walau aku tahu bapa berbohong aku masih sangat senang karena di mata bapa aku masih gadis spesial yang ia sayangi.
Michael kemudian nenyambutku dengan donat coklat putih yang ia beli diam-diam di kota sendirian. Aku mengambil kotak donat itu dari tangannya dan langsung membukanya. Dengan muka rakus aku memasukkan donat itu ke mulutku. Michael kemudian akan tersenyum dan menyuruhku pelan-pelan agar tidak tersedak. Aku hanya mengangguk dengan mulut penuh dengan donat dan tersenyum.
Rasanya sedikit lega walau aku masih tidak bisa melupakan kejadian itu. Sebenarnya siapa wanita itu hingga bapa harus mengurungnya di dalam ruangan walaupun wanita itu tampaknya terluka parah. Aku ingin bertanya tapi takut bapa akan tersinggung dan marah karena sepertinya ada beberapa rahasia yang seharusnya tidak pernah ditanyakan selamanya. Tapi aku masih tetap penasaran dan hatiku tergerak hingga kakiku berjalan sendiri dan hasilnya,aku sampai didepan pintu.
Aku ingin berbalik namun terhenti. Samar aku mendengar suara bisikan dari arah pintu yang tertutup rapat itu. Tampak seperti memanggil seseorang. "Sarah.."
Aku terdiam,rasanya nama itu tidak asing. Aku masih terpaku didepan pintu ketika tiba-tiba pintu itu terbuka. Tanpa sadar aku mendorong pintu itu agar terbuka seluruhnya. Disana ,wanita itu masih terikat dengan rantai tapi ia tersenyum. Matanya hitam legam dengan wajah yang sudah hampir membusuk. Seharusnya aku lari saat itu tapi kakiku terasa lemas untuk bergerak.
Aku tanpa sadar mendekat,seperti ada tali yang menarikku. Wanita itu semakin tersenyum bahkan ingin tertawa. "Kau,...ingin tahu jawabannya? Kau ingin keluar kan?" ucapnya dengan suara dalam dan seram,suaranya bukan berasal dari pita suaranya tapi dari sesuatu yang gelap dan berbahaya seperti monster dibawah tempat tidur. Aku masih terdiam membeku,entah seharusnya aku tetap disana atau lari saat itu juga.
Kemudia rantai yang mengikatnya terputus,pintu yang terbuka di belakangku sekarang tertutup rapat. Aku setelah sadar langsung berlari menuju pintu dan berusaha membukanya,tidak berhasil. Dengan panik aku menggedor pintu dan berteriak,berharap ada seseorang yang mendengar. Tapi nihil.
Yang aku dengar hanya suara lengkingan dari balik punggungku. Tiba-tiba suara itu berhenti tergantikan keheningan yang mencekam. Memberanikan diri, aku berbalik bersiap menghadapi sesuatu itu dengan bela diri yang aku pelajari dari michael. Wanita itu menghilang.
Aku menghembuskan nafas yang sudah aku tahan dari tadi. Aku berbalik dan ...
"Keluarrrrr"
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPHOMET : "devil inside me" (END)
Terror(Cerita sudah tamat) semua yang kutahu adalah tentang tuhan dan anugerahnya karena sebagai yatim piatu aku bisa hidup bahagia bersama bapa dan gereja di sebuah desa yang menerima kami dengan ramah. walaupun aku bukan penganut agama bapa tapi aku me...
