"Harus hujan ya? " Gumam seorang laki-laki sambil menepuk-nepuk bajunya yang terkena tetesan air hujan. Ia sedang berteduh di halte bus setelah berlari karena hujan yang mendadak turun. Lelaki itu melirik jam tangannya, lalu mengumpat dalam hati setelah tahu bahwa ia akan terlambat dan dimarahi oleh bosnya.
Ia berbalik untuk duduk saat melihat wanita dengan baju coklat dan rok hitam yang sedang memandang hujan. Rambutnya yang terurai menambah kesan elegan dari penampilan wanita muda itu. Wanita itu memandang Michael dengan tatapan teduh, bibirnya tersenyum menyilahkan Michael untuk duduk.
Di tengah hujan deras, dibawah atap halte bus, dua manusia ini diam menatap hujan dengan pikirannya masing-masing. Michael diam-diam melirik wajah wanita itu, lalu menatap hujan yang turun dengan deras.
Rasa canggung mereka terpecah karena suara telepon masuk yang keluar dari saku Michael.
"Iya pak.. Maaf saya terjebak hujan... Iya mohon maaf pak.... Rapat!?... Iya maaf pak... Tapi pak... Baik saya akan kesana sekarang. " Michael menutup teleponnya setelah mengumpat panjang lebar dalam hatinya.
Wanita itu berdiri dan berjalan kearahnya, ia menjulurkan payung hitam untuk Michael. "Anda punya payung, kenapa? "
Wanita itu menatap Michael ramah, ia tertawa kecil kemudian meletakkan payung di sebelah Michael dan duduk disebalahnya. "Saya kehilangan adik saya hari ini. Ia adalah gadis kecil yang manis. Tapi tuhan mengambilnya dari kami, karena itu saya tidak mahu tuhan mengambil pekerjaan anda karena hujan yang ia turunkan. "
Michael menatap wajah wanita yang tampak sendu itu, lalu mengelus rambutnya dengan lembut. Tangannya terhenti setelah sadar, bahwa mereka adalah orang asing yang baru bertemu hari ini. Tentu ia akan dikira orang mesum sekarang.
"Pergilah, bawa payungnya. Saya masih ingin menikmati hujan saat ini. " Michael berdiri dan mengambil payung milik wanita itu.
"Nama anda siapa? Saya harus mengembalikan payung anda nanti. Ini kartu nama saya. "Tanya Michael sambil menyerahkan kartu namanya.
"Nama saya... Sarah. "Michael tersenyum lalu pergi meninggalkan Sarah dengan kartu namanya.
"Michael van bingham.. "Gumam Sarah, ia tersenyum kemudian menatap hujan. Air mata menetes seiring suara hujan yang menabrak atap halte bus itu.
***
"Saya akan masuk islam. " Pernyataaan Michael mengejutkan keluarga besar yang sedang makan malam natal dengannya. Ayahnya melotot pada Michael.
"Ini bukan keputusan yang mudah, semua sudah saya fikirkan. Saya selama ini tidak pernah mendapat rasa damai lebih dari saat saya mendengar suara adzan. Saya mohon, izinkan saya. " semua orang terdiam, makanan yang mulai dingin bergetar saat ayah Michael memukul meja.
"Hentikan omong kosongmu. Kau kira berganti agama sama seperti berganti pasangan? Jangan hanya karena seorang wanita kau mau mengkhianati agamamu sendiri." ujar ayah Michael dengan nada tinggi. Istrinya berusaha menenangkan suaminya dengan mengelus lembut punggungnya.
"Ayah, awalnya saya kira karena itu juga, pasti ini hanya karena seorang wanita yang sayq cintai. Tapi tidak, saya tidak mengkhianati agama ayah, saya hanya menemukan kedamaian dalam agama islam. Toh agama kita sama-sama agama tuhan dan sama-sama menyembah Allah. Jadi ayah, biarkan saya memilih jalan saya saat ini. " Michael menatap ayahnya hangat. Ayahnya terdiam memandang anaknya yang keras kepala mirip seperti dirinya.
***
"Saya terima nikahnya, Sarah Hafidzah Putri Binti ilham dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai. " Ucap Michael sambil memegang tangan penghulu, suasana menjadi meriah karena kata sah yang dielu-elukan oleh para undangan.
Michael menatap ayahnya dengan senyuman, ayahnya membalas senyuman Michael dengan tatapan hangat. Lalu Michael menatap istrinya yang tersenyum malu dengan gaun pengantin yang indah.
Semuanya terasa sempurna, sangat sempurna hingga mereka lengah akan malapetaka yang akan datang menguji.
Thx for reading this novel. Aku harap para pembaca menikmati dan ikut masuk dalam suasana di dalam novel. Jika suka novelnya jangan lupa voment biar aku jadi semangat buat menulis lebih banyak lagi.
Love
Author
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPHOMET : "devil inside me" (END)
Terror(Cerita sudah tamat) semua yang kutahu adalah tentang tuhan dan anugerahnya karena sebagai yatim piatu aku bisa hidup bahagia bersama bapa dan gereja di sebuah desa yang menerima kami dengan ramah. walaupun aku bukan penganut agama bapa tapi aku me...
