31 : Ji - Steal

3K 487 123
                                        

Where are you Ji?
'
'
'

Ji yan terdiam menatap gaun tidurnya. Ia melihat kearah jendela luar, sudah pagi. Meski tertutup tirai berwarna abu-abu pekat, tapi hal itu tidak mencegah cahaya yang masuk disela-selanya. Tak lama ketukan pintu terdengar. Hanya isyarat saja, karena sejujurnya pintu itu tidak terkunci dari luar. Dan Ji yan tidak bisa menguncinya dari dalam.

Seorang wanita dengan balutan pakaian khas ala maid rumahan itu membawa senampan makanan. Cukup banyak untuk ukuran makan pagi. "Nona, makanlah ini." Ji yan menoleh. Ia lapar, tapi pikirannya masih kacau. Hingga tak berselara sama sekali melihat makanan yang seingatnya ia hanya pernah melihat di tv. Tanpa pernah tau rasanya.

"Saya simpan diatas nakas. Pukul 8 saya ambil kembali." Ji yan menolaknya, ia mengangkat nampan itu berniat mengembalikannya. Tapi, "Maaf nona, jika nona tidak memakannya, saya terpaksa akan memanggil ajudan diluar." Hal tersebut sukses membuat Ji yan mau tak mau menyuap satu sendok. "Baiklah, ahjumma bisa keluar."

Sebelum keluar dari kamar itu, ahjuma mengeluarkan ponsel. Ponsel Ji yan. Memperlihatkan layarnya dari jarak yang cukup jauh. Agar Ji yan tidak tiba-tiba merampasnya. "892 panggilan tak terjawab dan 21 pesan masuk." Ahjuma segera memasukkan lagi ponsel itu ketika melihat Ji yan bereaksi lebih.

"Saranku, sebaiknya kau melupakannya."

[]

"Oh! Semenjak ada gadis bernama Ji yan itu kan?" Ben menangkat alisnya, dan Jungkook bingung sekali dengan situasi. Pasalnya, pria itu baru tau kalau Ben mengetahui tentang Ji yan. "Ku dengar ia diculik?" Kali ini Jungkook tidak bisa diam. Ia langusng menyerbu Ben dengan banyak sekali pertanyaan.

"Hei, tenanglah. Kau tau kalau kita semua mengetahui kau menikahi Ji yan untuk memenuhi syarat tantangan kan. Aku hanya tau kalau kau tinggal bersamanya. Itu saja." Ben terlihat santai sekali. Berbanding terbalik dengan wajah orang dihadapannya yang masih ingin menuntut penjelasan. Ia tidak merasa puas dengan jawaban itu.

"Aku tidak bercerita tentang ia diculik."

Lagi-lagi Ben tertawa, tawanya sungguh menyebalkan bagi Jungkook. Karena tidak ada hal yang lucu, dan ia malah suka sekali tertawa tanpa sebab yang jelas. "Aku mengetahuinya dari Loki." Kini giliran Jungkook yang tersenyum miring. Ia baru ingat Loki adalah tipe orang yang akan memihak siapapun yang paling menguntungkan baginya.

"Langsung pada intinya saja, aku yakin kau datang kesini tidak mungkin tanpa tujuan." Jungkook sudah mulai malas menanggapi. Apalagi sekarang Ben sedikit tertawa lagi. "Ya ya, kau memang benar. Aku kesini untuk menyampaikan, kalau aku mendapat telepon dari orang asing." Menuju kalimat akhir wajahnya berubah serius. Berbeda sekali dengan sebelumnya.

"Apa hubungannya denganku?"

"Ia bilang, salah satu anggotaku menyembunyikan miliknya. Lalu ku dengar Ji yan di culik. Jadi, orang yang dimaksud adalah kau kan?" Ben merubah posisi duduknya, menautkan tangannya satu sama lain sambil mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan. "Yang ingin kutanyakan, apa maksud dari miliknya?"

"Tunggu! Kenapa ia malah menghubungi kau?" Jungkook tidak terima. Pikirannya kembali melayang membayangkan keadaan Ji yan sekarang. Ia takut. Takut gadisnya kenapa-napa. "Cepat katakan hyung! Oh! Apakah kau sudah melacak nomornya? Identitas si penelepon bagaimana? Aku tau orang-orangmu sangat ahli perkara itu."

"Sudah ku bilang tenang kan Jack? Aku tidak suka kau gegabah begini." Ben menjeda kalimatnya, lalu berkata lagi. "Aku tidak tau apa maksudnya menghubungiku. Aku juga sudah mengecek nomor itu, tapi itu nomor prabayar. Nomornya tidak terdaftar." Setelah itu Ben berdiri, memasukkan satu tangannya kedalam saku celana.

Hopeless.  'J.J.K'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang