32 : Ji -Back

3.3K 504 116
                                        

I'm here, Kook.
'
'
'

Ji yan terdiam sangat lama menatap pekarangan kebun dari balkon kamarnya. Pemandangan yang berbeda sekali dengan milik Jungkook. Biasanya ia melihat bangunan-bangunan kota, tapi kini yang terlihat adalah warna warni bunga dengan kolam kecil yang mengalir diantaranya.

Pasti rumah ini sangat mewah, pikirnya.

Sempat terpikir dalam benak Ji yan untuk melompat saja. Tapi jika dipikirkan lebih, ia khawatir tidak akan berjalan sesuai harapannya. Ini hanya lantai dua, bisa saja ia hanya luka-luka, patah tulang atau semacamnya, bukannya lenyap dari dunia. Lagi pula tidak ada hal mengancam disini. Yang menyiksanya justru perasaannya sendiri.

Ia merindukan Jungkook. Ia tidak tau bagaimana kabar pria itu setelah kehilangannya. Ia takut. Takut Jungkook akan kacau untuk kedua kalinya seperti saat ia kabur kepada Taehyung. Ia hanya akan merasa baik jika tau Jungkook baik-baik saja. Ia tidak masalah diculik begini. Sama sekali tidak. Tapi Jungkook..

Lamunannya buyar kala suara gaduh terdengar samar. Lama kelamaan suara itu menjadi semakin jelas, seolah mendatanginya. Ji yan buru-buru menuju ranjangnya. Berpura-pura sedang membaca buku yang ada di salah satu laci pajangan.

Cklekk

"Nyonya--" Ahjumma yang biasa ke kamarnya itu seperti tercekat kala seorang wanita dihadapannya membuka pintu. Ji yan menatap tidak mengerti ke arah keduanya. "Nyonya, jangan berpikiran yang aneh dulu. Biar saya telepon tuan dan--" Wanita itu menghentikan ahjumma berbicara hanya dengan menatapnya tajam.

Kini wanita itu menatap Ji yan. Lalu tak lama kemudian, ia menoleh ke arah ahjumma. "Omong kosong apa lagi yang dilakukan Tuan-mu?" Ahjumma itu tampak tidak bisa menjawab. Lalu beberapa penjaga mulai masuk. Membungkuk sangat hormat sambil berkata, "Nyonya, mari saya antar. Ini hanya salah paham."

Tanpa diduga, Wanita yang di sebut-sebut sebagai nyonya itu malah menghampiri Ji yan. Ia tersenyum, lantas mengulurkan tangan. "Kim Ji hye." Ji yan buru-buru menyambutnya. "Jeon Ji yan." Lalu balas tersenyum, meski malah terlihat kikuk karena ia tidak tau benar siapa wanita dihadapannya ini.

Sebenarnya Ji yan masih bertanya-tanya apa yang tengah terjadi. Ini sangat membingungkan baginya. Bahkan meski sekarang ia sudah berada di dalam mobil bersama wanita bernama Ji hye itu, Ji yan masih tidak mengerti. Tidak mungkin wanita ini yang menculiknya. Terlihat jelas dari bagaimana penampilan Ji hye yang begitu berkelas.

Ji hye berpakaian sangat anggun dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai. Selain itu, mulai dari cara duduknya, bagaimana ia berbicara, bagaimana ia menatap, bagaimana ia tersenyum, semuanya terlihat memesona. Ji yan seperti melihat selebriti secara langsung. Tapi tidak mungkin karena drama adalah salah satu kegemaran Ji yan, dan ia tidak pernah melihat Ji hye sebagai salah satu pemerannya.

"Kenapa menatapku begitu, Ji yan?" Ji hye menaikkan alisnya, lalu tersenyum lagi.

"Ah, tidak. Hanya saja aku bingung dengan semuanya." Ji yan mengucapkannya dengan pelan. "Sekarang kita sedang menuju rumah utamaku. Apa kau tidak keberatan?" Mata Ji yan terbuka lebar, "apa ini hanya semacam pindah tempat? Maksudku, apa aku akan tetap disandera seperti sebelumnya?"

Ji hye tersenyum sambil menggeleng. "Dirumahku, kau akan bertemu siapa penculikmu. Kau bisa menanyainya sesuka hati, memarahi, memukulnya juga boleh. Akan kuawasi." Ji yan mengerjapkan matanya berkali-kali, masih mencerna kalimat yang baru saja ia dengar.

"Tapi kalau kau sangat ingin pulang, aku bisa mengantarmu sekarang juga."

"Aku ingin pulang saja." Ji yan menjawabnya dengan kepala yang masih di senderkan ke belakang. Terlalu lelah dengan semuanya.

Hopeless.  'J.J.K'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang