26 : Ji -Tears

3.3K 557 169
                                        

So very curious to know.
'
'
'

"Kau belanja banyak ya haha.. " Jungkook membantu Ji yan membawakan beberapa paperbag dengan logo brand-brand mendunia yang terhitung belasan itu. Sementara Ji yan mengerutkan alisnya bingung, tidak biasanya Jungkook memberi sambutan ramah. Seperti ada sesuatu, mencurigakan.

"Oh ya sayang, aku habis membeli tteokbokki kesukaanmu." Setelah menaruh belanjaan Ji yan, Jungkook mengambil tteokbokki yang baru saja dihangatkan. Memindahkannya kedalam mangkuk besar, tak lupa juga menyiapkan air putih disampingnya. Bahkan, Jungkook menarik kursi untuk Ji yan dudukki. Makin menambah kecurigaan.

Dia memang terlihat sedikit aneh dari beberapa saat lalu, bahkan sebelum Ji yan pergi denga.Hyo ra. Namun sekarang seperti bertambah mencurigakan, "Kau masih demam?" Ji yan kini membuka suara. Tangannya juga di tempelkan di kening Jungkook. Membuat pria itu menggeleng pelan.

"Tidak, Jagi."

"Ada sesuatu kan?" Ji yan mulai menyuap makanannya sambil memperhatikan Jungkook dengan seksama. Karena Jungkook hanya diam, seolah menimbang-nimbang apa yang akan ia katakan, Ji yan berkata lagi. "Katakan saja, bahkan kalau kau ingin menikah dengan orang lain juga katakan saja."

Niat Ji yan hanya bercanda, mengingat ucapan Hyo ra tentang nikah-menikah membuat Ji yan terpikirkan dengan kata itu. Habis, ingin menebak Jungkook habis melihat hantu rasanya terlalu tidak mungkin. Ingin bercanda dengan menebak Jungkook habis membunuh, takut ternyata benar. Jadi menikah saja, siapa tau memang ingin.

Tapi karena pertanyaan konyolnya, Jungkook sampai setegang itu. Matanya membulat seakan ingin keluar. Ji yan jadi meneguk air, merasa ucapannya terlalu berlebihan. "Bercanda, aku hanya bercanda. Kalau kau tidak ingin mengatakannya, yasudah tidak usah dikatakan Jung."

"Hyo ra.. " Jungkook menggigit bibir bawahnya, begitu ketara bahwa ia sangat ragu. "Hyo ra cantik? Iya dia cantik, baik, tubuhnya juga sangat bagus dan-- oh! Jangan-jangan kau benar ingin menikah dengannya ya?" Ji yan tertawa, tapi buru-buru menyudahinya ketika menyadari tidak ada tawa sama sekali dari Jungkook. 

"Ji, Hyo ra itu kenalanku sejak SMA, mungkin kau sudah mendengar kalau dia itu model. Jadi aspek yang kau sebutkan itu wajar saja. Masalahnya, ada kesalah-pahaman." Jungkook meneguk air milik Ji yan sampai habis. "Dia mengira aku menghamilinya."

"Aku-- aku tidak tahu bagaimana ia bisa dapat foto yang seolah kita memang melakukan sesuatu. Sumpah Ji, saat itu aku dan Hyo ra memang mabuk, tapi aku ingat jelas kalau tidak ada apa-apa. Tapi dia bilang, ia terbangun di salah satu kamar sewaan disana."

"Lalu.. Hyo ra bilang ia hamil. Aku tau ia tidak mungkin bohong tentang kehamilannya. Ia memang bukan wanita seperti itu. Tapi serius Ji, aku sama sekali tidak melakukan apapun padanya." Jungkook terengah-engah sendiri. Ia menjelaskan semuanya dengan begitu cepat, seolah sedang menyanyikan sebuah lagu rap.

"Oh begitu." Ji yan mengunyah lagi tteokbokki kesukaannya. Melirik sekilas wajah Jungkook yang berkeringat hebat. Jungkook sampai tidak bisa berkata-kata demi mendengar jawaban Ji yan yang se-tidak terkejut itu. Ia memang berharap Ji yan bisa sedikit saja memaklumi, tapi bukan begini juga. Ini lebih seperti ia tidak perduli.

"Jeon Ji yan?" Jungkook sampai harus memanggil nama lengkap istrinya itu, ia baru saja menceritakan tentang Hyo ra. Semuanya, tanpa ditutupi sedikitpun. Padahal ia sudah memikirkannya berulang-ulang, menyusun kata-kata. Membelikan tteokbokki juga supaya Ji yan tidak terlalu marah padanya. Tapi reaksi Ji yan sungguh diluar ekspektasi.

"Kenapa si Jung? Kenapa jadi kau yang kaget begitu?" Ji yan ber-hah berkali-kali, mengambil minum untuk mengurangi rasa pedas di lidahnya. Lagi-lagi hanya melirik Jungkook sebentar. Tidak terlalu mempermasalahkan Jungkook yang masih mencerna perkataannya.

Hopeless.  'J.J.K'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang