35 : Ji -Envy

3K 457 171
                                        

You make me begin.
'
'
'

"Memang kita akan tinggal berapa hari sampai kau menyewa hotel mewah?" Ji yan memandangi pesona laut malam dari balkon hotelnya. Angin yang berhembus kencang membuat Jungkook kembali kedalam kamar dan mengambil coat coklat miliknya untuk menutupi tubuh Ji yan.

"Kenapa tidak pakai yang kau pakai saja?" Ji yan terkekeh sambil melipat tangannya didada. Karena dari drama korea yang ia tonton, biasanya pemeran pria melepas jaket yang ia kenakan dan memberikannya pada wanitanya. Bukan malah mengambil yang lain. "Oh! Atau kau mengikuti adegan Park Seo joon ya?"

"Kau bicara apa sih?" Karena merasa gemas, Jungkook pura-pura akan menggigit pipi Ji yan. Lalu ia meraih bahu Ji yan dan merangkulnya erat. "Aku bosan sakit, tapi tidak ingin kau sakit juga. Kenapa harus di pusing kan sih?"

Setelah itu, terjadi keheningan selama beberapa menit. Sebenarnya banyak yang Ji yan pikirkan. Tapi menikmati berjalannya waktu yang perlahan menghabiskan malam itu sedikit menyenangkan. Apalagi bersama Jungkook. Jadi Ji yan tidak ingin merusaknya, biar Jungkook saja.

Lalu setelah menit ke sembilan, Jungkook meraih kedua telapak tangan Ji yan dan mengarahkannya untuk menangkup wajahnya sendiri. "Kau tidak kedinginan?"

"Dingin sekali!" Ji yan mengangguk angguk beberapa kali. Padahal ia menyetujuinya karena pipi Jungkook yang terasa begitu dingin.

"Kenapa tidak bilang? Ayo masuk saja." Marah Jungkook. Ji yan jadi kebingungan. Kalau ia yang merasa dingin, kenapa tidak bilang saja? Kenapa harus bertanya padanya dan malah menjadikan jawabannya sebagai alasan? Apa karena Jungkook tidak mau terlihat lemah?

Ji yan tertawa karena pikirannya sendiri.

"Kenapa malah melamun dan tertawa begitu?" Jungkook sudah bersiap menelepon jasa layanan kamar. "Kau ingin cokelat panas tidak? Sekalian kupesankan makan malam." Masih sambil menahan tawa, Ji yan mengangguk sebagai jawaban.

Setelah selesai, Jungkook ikut duduk di samping Ji yan. Menyalakan tv dan menonton sebuah acara musik. Kebetulan yang sedang tampil adalah sebuah grup musik pria yang sangat terkenal. Bangtan. "Kau suka?" Jungkook bertanya.

"Siapa yang tidak suka?" Ji yan mengangkat bahu.

Kim Namjoon!

Kim Seokjin!

Min Yoongi!

Jung Hoseok!

Park Jimin!

Kim Taehyung!

"Jeon Jungkook! BTS!" Ji yan dengan sengaja berteriak diakhir. Tangannya mengepal sambil mengangkatnya ke depan bibir, seolah kepalannya adalah mic. Lalu ia bernyanyi mengikuti. "Where the party at! Yeah!"

Jungkook tidak ingin menjahilinya atau berkomentar dulu. Karena menurutnya, Ji yan yang begini itu sangat langka. Ji yan yang seperti remaja kebanyakan. Ji yan yang berumur 17 tahun. Ji yan yang seharusnya.

"Jung, cepat ganti! Cepat!" Ji yan tiba-tiba berusaha merebut remote yang berada di sisi kiri Jungkook. Tapi Jungkook tidak ingin mengindahkan permintaannya. "Kenapa? Katanya kau suka?" Ia mengangkat tinggi remote nya dan memperhatikan televisi.

Blackpink in your area!

Karena Jungkook lengah, Ji yan berhasil merebutnya. Membuat Jungkook berdecak. "Yah Ji, padahal mereka cantik cantik. Apa tadi namanya? Blackpink? Aku juga sempat memperhatikan, dan yang berponi itu sangat--"

"Hahahaha kau kenapa?" Jungkook tertawa melihat perubahan ekspresi Ji yan yang kelewat jelas.

"Nih tonton lagi saja sana!" Ji yan menyerahkan remote nya. "Tonton lagi saja gadis gadis yang cantik itu, yang sangat mahir dance nya, yang bagus suaranya, yang proporsi tubuhnya menjadi idaman semua wanita! Iya sana tonton lagi saja!" 

Hopeless.  'J.J.K'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang