jalan berdua

81 14 0
                                    

"Bagus ya key, buat bunda khawatir."

"Mana hp kamu, buat apa punya hp kalo engga berguna." Tambahnya, itu adalah suara natalia bundanya key.

"Maaf bun, tadi dari rumah vio. Engga kemana mana kan, lagian hp key mati. Batu hp nya abiss." Cengir key.

"Potong uang jajan satu minggu."Key sangat terkejut mendengar perkataan bundanya.

"Tapi bun, jangan potong jajan dong ahh gak asik ah."

"Gak ada tapi tapian, masuk ganti baju dan tidur." Teriak natalia.

Key menggidig ngeri mendengarnya. Ia langsung pergi meninggalkan bundanya yang masih ngomel dibawah.

Sebenarnya key sudah biasa pulang malam. Tapi tidak pernah ketahuan seperti malam ini, paling pagi hari ia hanya diberi peringatan untuk tidak mengulangnya. Tapi hari ini ia benar benar menyebalkan baginya, banyak masalah yang mengampiri. Key sangatt pusing memikirkannya hingga ia terlelap dan larut dialam mimpinya.

***

Dipagi hari sabtu yang sangat cerah ini key sudah terbangun dari tidurnya. Setelah membereskan tempat tidurnya ia pergi ke meja belajarnya, untuk sekedar membaca. Key sangat suka membaca terutama novel dan komik, dengan membaca membuat key sedikit lebih tenang.

Dan saat itu juga key baru ingat bahwa ada tugas yang sudah satu minggu yang ia tidak kerjakan. Jika ia masih tidak mengerjakan pasti akan terkena ngamuk gurunya. Sebenarnya key sangat malas mengerjakannya tapi mau bagaimana lagi? Toh ini tugas untuk nya, masa orang lain yang mengerjakan.

Key adalah tipe orang  yang acuh terhadap pelajaran, tapi jika ditanya guru key bisa menjawabnya atau jika diberi tugas pun ia bisa mengerjakannya. Tapi sayang key pemalas, ia lebih mementingkan tidur dari pada harus bergelut dengan buku-buku tebal yang membuat kepala pening, berbeda dengan naufal kakanya yang sering menjadi juara dikelas, banyak piala-piala yang telah naufal dapatkan.

Drrrttt....drrrtttt....

Ponsel key berbunyi, menandakan telpon masuk. Tertera nama rhaka disana key bingung harus mengangkatnya atau tidak, pasalnya ia masih kesal dengan raka, tapi beberapa detik kemudian key mengangkat telponnya.

"Hallo, key."

"Waalaikumsalam."

"Eh iya, lupa gue."

"Assalamualikum." Ralat raka disebrang sana."

"Waalaikumsalam, ada apa." Tanya key.

"Engga papa."

"Lah kalo engga ada apa-apa ngapain nelpon, ngeganggu aja." Ucap key sinis.

"Gue mau ajak lo jalan elah key, mau ga." Ajak raka.

"Gak bisa." Ucap key.

"Kenapa?." Tanya raka.

"Banyak tugas."

"Ya ampun gue kira karna apa key lo nolak ajakan gue."

"Gampang tugas mah nanti dibantuin sama si alvin pinter dia." Tambah raka.

"Emang boleh."

"Nanti gue yang minta tenang."

"Iya deh gue mau."

"Siap-siap nanti siang gue jemput."

"Kenapa engga sekrang." Tanya key.

"Cie pengen cepet cepet ketemu, rindu ya." Tuduh raka.

"Dih siapa juga yang rindu, orang gue cuma basa basi doang."

"Udah ah gue matiin lo siap siap sono."

Tuutttttt...

Dimatikan secara sepihak? Ohh tuhan menyebalkan, dalam hati key sangat meruntuki perbuatan raka.

Key diam sejenak, hingga akhirnya ia bersiap membersihkan diri untuk bertemu raka. Setelah siap semuanya key menambahkan parfume ke seluruh badannya, tak lupa mebawa buku tugas agar dikerjakan oleh kak alvin? Jika tidak dikerjakan key akan marah pada raka toh ia sendiri yag menawarinya.

Key pergi keruang tamu karna raka sudah ada sejak 5 menit yang lalu.

"Ayo berangkat." Ucap key.

"Engga nanya dulu gitu key gue udah disini berapa lama." Cibir raka.

"Mau banget emang?." Tanya key.

"Dah lah gak usah." Raka mendelik.

"Bundaaaaaaaa." Teriak key.

"Apa key, gausah teriak-teriak bunda masih denger ko, engga budek." Omel natalia, dan key hanya menyengir.

"Tante, raka ijin bawa key ya." Ucap raka pada bundanya key.

"Oh iya nak raka, hati hati ya."

"Sip tante."

"Yaudah bun key bernagkat dulu ya." Pamit key dan tak lupa menyalami bundanya.

***

Key pergi bersama raka kesatu tempat yang lumayan cukup indah, key sangat tenang berada disana.

"Gimana tempatnya key." Tanya raka pada key.

"Asik, tenang juga ka." Ucap key.

"Bagus kalo suka." Ucap raka sebari senyum.

Hening, Key merasa canggung saat berada di situasi ini hingga ia membuka pembicaraan.

"Eh raka, gue bawa tugasnya tadi kan lo janji mau di kerjain."

"Iya nanti gue kasih ke si alvin."

"Ka lo kenapa? Ko jadi saling diem gini. Canggung gue, kalo gini mending gue pulang aja." Ucap key.

"Engga apa-apa ko." Jawab raka sambil tersenyum.

"Beneran nih? Lo aneh banget tau ga?!." Ucap key sedikit emosi karena bingung dengan sikap raka yang berubah.

"Kalo gue punya salah maaf dong." Tambah key.

"Lo engga salah ko, harus nya gue yang minta maaf."

Key semakin bingung dengan ucapan raka yang semakin melantur.

"Lo ngomong apaan si ka?, makin gak jelas tau ga. Mending gue pulang ngerjain tugas, mana sini-in buku tugas gue." Ucap key.

Saat key akan mengambil buku tugas miliknya. Namun dicegah oleh raka, raka menggenggam erat tangan key. Raka menatap lekat mata key, sungguh key merasa risih. Ia menepis tangan raka dengan kasar dan mengalihkan pandangannya.

Happy reading all! Jangan lupa vote and coment ya hehe❤
@

arytigna017_

Hay gaes! Mohon maaf ya di part kemarin aku janjinya seminggu 2kali update hari kamis dan minggu ya?! Tapi minggu kemarin ada kendala, tangan aku keseleo menyebalkan kan? Huhu sampe gabisa nulis tu? Dua kali aku diurut baru bisa nulis dan ngetik cerita lagi haha!😂

DENGANMUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang