maaf

83 17 0
                                    

"Ngapain."

"Gue mau minta maaf key."

"Kenapa minta maaf."

"Pertama gue udah bohongin lo, Anggel emang pacar gue, tapi gue engga cinta sama sekali key, percaya sama gue." Dengab segala permohonan maaf raka.

"Apa urusannya sama gue." Ucap key tak perduli.

"Gue tau lo kecewa key."

"Engga sama sekali."

"Key gue mohon."

"Gue mau maafin lo, tapi ada syaratnya."

"Apa syaratnya."

"Jauhin gue." Key pergi menjauhi raka.

Ucapan itu mampu membuat raka terdiam dari tempatnya. Setelah beberapa lama raka bisa pergi walau dengan keadaan yang kacau. Dilain tempat key benar benar marah, kecewa, sakit hati. Ia ingin sekali menangis untuk meluapkan segalanya, tapi tak bisa karna raka bukan siapa siapa key. Ini alasan key benci dari percintaan, dulu kisah percintaannya lebih kelam dari ini, butuh beberapa tahun untuk key melupakan mantan kekasihnya. Dan setelah kejadian itu sikap key seolah tak perduli terhadap apapun yang disekitarnya, walau banyak yang mendekat untuk sebagai kekasihnya. Key tidak pernah menanggapi dan bersikap bodo amat.

                                ***

Saat pulang sekolah key langsung pergi kerumah vio, ia tak memikirkan bahwa vio sedang sakit ia sudah berbicara pada vio dan ale bahwa pulng seolah ia kn pergi kerumah vio sedang kan Ale ia terpaksa pergi  ke rumah vio untuk seedar mendengar curhatan key. Sekarang mereka bertiga sudah berkumpul di kamar vio. Key diam tak bicara sepatah kata pun.

"Key lo kenapa."

"Iya key, coba cerita."

"Maaf." Ucap key.

"Kenapa lo minta maaf." Kata ale.

"Gue engga jujur sama kalian."

"Kok vio engga ngerti si key." Ucap vio kebingungan.

"Gue deket sama rhaka."

"HAAH." Teriak vio dan ale.

"Gue dekey sama rhaka elah, budeg kalian." Ucap key malas.

"Key maksudnya tuh kita kaget bukan buat nanya lagi." Ucap vio yang gemas dengan perkataan key.

"Kenapa lo engga jujur dari awal, kenapa lo umpetin ini dari kita key." Pertanyaan bertubi-tubi dari ale.

"Gue gak mau ngomong sama kalian karena belum waktunya aja, gue kira bakal happy ending. Eh ternyata sama aja kayak dulu." Ucap key dengan wajah yang berubah menjadi sendu.

"Key jangan sedih, masih ada vio sama ale ko."

"Iya key lo harus kuat." Tambah ale.

"Gue engga sedih ko, kan ada kalian. Sahabat terbaik gue." Sambil memeluk vio dan ale.

Key menghabiskan waktu nya hingga senja mulai tenggelam, ale sudah terlebih dahulu pulang karena masih ada acara keluarga. Kini key berada di jalan ia menunggu angkutan umum tapi tak ada satupun yang lewat, key tibak bisa memesan ojek online karena handphone nya mati. Ia lupa tidak mengisinya dirumah vio, alhasil ia harus berjalan terlebih dahulu untuk mendapatkan angkutan umum.

Tinn...tinn...tinn...

Key ingat jelas itu suara motor raka, ia cepat cepat berlari menjauhinya tapi tak bisa karna raka memakai motor dan bisa lebih cepat mendahului key. Raka segera turun dan berbicara pada key.

"Key maaf, gue cinta sama lo key." Ucap raka.

"Cinta? Maksud lo mencintai dua orang dalam satu waktu? Lo cuma terobsesi sama gue ka, gak ada yang namanya mencintai dua orang dalam satu waktu. Paham lo." Ucap key dengan penuh emosi.

"Gue emang salah key, tapi gue mohon kasih gue kesempatan."

"Gue udah putus ko sama anggel." Tambahnya.

"Malah dengan lo mutusin kak anggel, masalah ini bakalan makin ribet ka." Teriak key dengan mata yang berkaca kaca dan raka segera membawa key kedalam dekapannya.

"Dengerin gue ya." Ucap raka dan hanya diangguki oleh key.

"Gue pacaran sama anggel bukan emang bener bener suka ko key. Ini cuma pertaruhan, yang kalah tanding harus pacaran sama anggel. Dan gue yang kalah mau gak mau gue harus pacaran sama anggel selama lima bulan."

Key sangat terkejut mendengar perkataan raka, key kira dia benar benar mengambil raka dari anggel. Ada rasa senang bahwa masih ada peluang untuk mendapatkan laki laki yang ia cintai.

"Gue mohon key beri gue kesempatan."

"Nanti gue pikir pikir dulu."

"Ditunggu jawabannya." Ucap raka dengan nada menggoda.

"Eh betewe mau balik ga, atau mau terus meluk gue kayak gini." Tambah raka dan key langsung melepas pelukannya.

"Yaudah pulang."

"Eh tapi gak usah deh key, enak dipeluk lo. Anget soalnya." Ucap raka sambil ketawa.

"Mau dianterin engga."

"Iya key, bercanda dikit ngapa."

"Sayang nya engga lucu." Hardik key.

"Ah gak asik lo."

"Bodo amat."

Key pualng kerumahnya tepat jam 22:00 malam. Setelah diantar raka ia langsung pulang kerumahnya, saat berada didepan rumahnya ada seorang wanita yang tengah berdiri dengan muka yang menahan amarah.

Bersambung...

Part ini banyak nya dialog hmm maaf ya...

Happy reading all! Jangan lupa vote and coment ya hehe❤
@arytigna017_


PENGUMUMAN!
CERITA AKAN UPDATE 2X DALAM SATU MINGGU HARINYA
KAMIS DAN MINGGU! SEKIAN DAN TERIMA KASIH :')

DENGANMUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang