Sebelumnya aku minta maaf jarang update, moodnya ilang ilang terus. Kan kalo nulis lagi gak mood itu bisa ancur kena tulisan, jadi maaf ya. Dan terima kasih yang buat selalu baca. Kalian yang buat aku semangat nulis☺💛
Selamat membaca😙
Setelah pulang dari basecamp rhaka merebahkan dirinya, ia merasa lelah sekali hingga terlelap. Dan rhaka sekarang sedang berada dialam bawah sadar.
***
Alvin dari tadi sudah menemani rhaka, ia tak berani membangunkan temannya itu, ia sangat tau. Raka akan sedikit meluapakan masalahnya dengan tertidur.
alvin juga merasa biasa-biasa dan betah ko walalu rhaka tidak menemaninya. Masih ada wi-fi dirumah rhaka, karna wifi dirumahnya sedang eror sekalian irit juga gitu, disekolah pake wifi sekolah lagi main di basecamp rhaka pasang wifi sekarang dirumah rhaka.
Pintu kamar rhaka perlahan terbuka, menampakan giska mamahnya rhaka.
"Alvin, kenapa si aka ga dibangunin?."
"Gak usah mah, kasian kecapean dia." Alvin, ezra dan verrel memang sudah terbiasa memanggil mama rhaka dengan sebutan mama, begitupun sebaliknya.
"Dia kenapa si vin? Ko aneh?." Tanya giska secara tiba tiba.
"Rhaka mah? Biasa udah gede, jadi budak cinta."
"Oohh jdi lagi bucin ni anak?." Ucap giska sambil mendekat dan mengusap wajah tampan milik anaknya itu.
"Kayanya gitu mah, soalnya ditanya gak dijawab. Aneh aneh deh mah pokonya."
"Gapapa lah, yaudah mamah kebawah dulu ya vin. Kamu mau minum atau makan?."
"Ga usah mah, tadi udah makan di basecamp, dan engga haus juga." Tolak alvin.
Giska hanya menggangguk saja petanda sebagai jawabannya.
Lama lama alvin mengantuk dan malah ikut tertidur disofa.
Saat rhaka terbangun yang pertama dia liat adalah alvin, rhaka kebingungan mengapa monyet yang satu ini terdampar disofa miliknya. Dan ia berniat membangunkan secara paksa.
"Nyett, lo ngapain disini."
Alvin yang merasa terusik dan terbangun dari tidurnya.
"Ehhhhh, gue kenapa ada disini?."
"Yeehh mana gue tau, balik nanya lagi."
"Emang sekarang jam berapa?."
"Setengah sebelas."
"Anjing gue ketiduran disini, pasti emak gue nyariin! Gue balik dulu."
Dan secepat mungkin ia berlari dari rumah rhaka. Walaupun rumah mereka hanya terhalang beberapa rumah, alvin emang so-soan dicari in orang tua padahal boro boro.
Dan ia sampai lupa apa tujannya untuk pergi kerumah rhaka.
***
Beberapa hari berlalu, key terpilih menjadi osis ia menjabat sebagai sekertaris osis. Key sangat meruntuki kesalahnnya, dari pertama ia sangat tidak menyetujui untuk mengikuti osis tapi harus bagaimana lagi. Key harus tetap menjadi osis untuk satu tahun kedepan dengan keterpaksan.
