'8'

289 45 2
                                    

Bel pulang sudah berbunyi, menggugah para penghuni sekolah yang selalu setia membuat berisik sekolah selama seharian. Aku dan Yohan sudah duduk di atas jok sepeda kami masing - masing. Kami hendak mengayuh sepeda tapi seseorang menepuk pundak ku dari belakang.

"Seungyoun-ssi?" Aku nyaris tak percaya.

"Kau mau pulang?" tanyanya.

Aku manggut - manggut. Belum hilang rasa shock tadi pagi, sekarang dia kembali membuatku shock.

"Hm.. Aku boleh minta nomor ponselmu?" ungkapnya sedikit malu - malu dan sontak membuatku semakin shock.

"Eh?"

Aku berpikir sejenak dan sempat melirik Yohan untuk meminta pendapat darinya, tapi dia tidak merespon.

Setelah berpikir, aku mengeluarkan pulpen dari dalam tas, lalu memegang tangan Seungyoun, menuliskan beberapa digit nomor ponselku di atas telapak tangannya.

"Angkat teleponnya kalau aku menghubungi mu. Terima kasih, ya."

Dia pergi setelah itu. Aku masih mengikuti gerak nya hingga ia menghilang dengan sepeda motornya. Suara motornya memecah suasana yang nyaris sepi, tapi dehaman Yohan membuat pandanganku membuyar seketika.

"Dia sudah pergi! Kau mau terus berdiri saja?!"

Dia mulai mengayuh sepeda MTB miliknya, melaju mendahuluiku. Bergegas aku menyusulnya dari belakang.














Hai guys I'm back hehe. Jd kali ini aku mau kasih tau ke kalian, klo cerita ini tu cmn bakal update tiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu doang. Knp? Krn hari" lain itu aku sibuk, kegiatan aku byk jd cmn bisa nya itu hari Jumat, Sabtu, dan Minggu doang. Itu aja sih yg pengen aku kasih tau ke kalian ^^
Semoga suka yh dgn ceritanya ><
Votex jg jgn lupa hehe.
Gomawo~ 💕

Loved You Before I Met YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang