'14'

221 33 0
                                    

Lapangan bulu tangkis sudah ramai sekali. Hari ini ada pertandingan persahabatan dengan sebuah sekolah menengah yang juga berasal dari Gwangju. Seungyoun salah satu pesertanya, dan aku tidak akan melewatkan kesempatan ini.

"Wooseok hyung!"

Aku hanya mengangkat setengah bibir saja waktu seseorang yang baru saja memanggilku muncul tiba - tiba di depanku. Dia tampak mengedarkan pandangannya ke sekitarnya seperti sedang mencari seseorang.

"Yohan sudah pulang," kabarku dan membuat dia cemberut.

Jinhyuk mencolek kemudian. "Keringat Seungyoun membuatnya terlihat keren!"

Kami cengengesan berdua tanpa peduli dengan seorang hoobae yang sedang manyun, menelan rasa kecewa karena pujaan hatinya tidak ada di antara banyaknya penonton.

"Hyung...," panggilnya lagi.

"Ada apa lagi?" sahutku tanpa meliriknya. Aku lebih senang melihat aksi memukau Seungyoun dan keringat yang membanjiri wajahnya.

"Boleh aku minta nomor ponsel Yohan hyung?"

Kali ini aku menoleh nya. "Apa aku harus memberikannya untukmu?"

Dia mangut - mangut dengan mata berbinar.

"Nanti aku akan minta izin dulu padanya," lanjutku dengan memasang muka innocent.

"Apa harus seperti itu?"

Matanya yang sempat berbinar telah meredup. Wajahnya terlihat menyedihkan. Aku tidak tega melihatnya dan kuputuskan untuk menelpon Yohan.

"Hyeongjun minta nomor ponsel mu," kataku sambil berjalan menjauh dari keramaian, sedangkan Hyeongjun mengikutiku.

"Andwae!" cegah Yohan di seberang sana.

"Dia memaksaku," sahutku setengah berbisik.

"Abaikan saja dia!"

Aku bingung. Hyeongjun berdiri di samping ku dengan harap - harap cemas. Aku melihat matanya penuh pengharapan. Dia mengerutkan dahi saat aku menatapnya.
Spontan dia merebut ponsel dariku tanpa canggung.

"Hyung...," panggilnya, "kau di mana sekarang?"

Ish! Dia benar - benar menyebalkan! Berani - beraninya dia merebut ponselku tanpa permisi.

"Hyung, kenapa kau tutup telponnya?"

Kasihan sekali. Tampaknya Yohan menutup telepon secara sepihak hingga membuat Hyeongjun kembali manyun.

"Apa kubilang?"

Dengan santai aku meraih kembali ponselku. Lalu beranjak pergi meninggalkan nya.














Maap yh rada telat hehe. Jujur mood ku lg gk bagus bgt, gara" berita ttng X1 kmrn :"(. Kzl bgt sma netizen -_- seenaknya nyuruh org bubar sembarangan! -_- Itu sma aja klo kalian ngerusak mimpi mereka selama ini. Gk mikirin apa kerja keras mereka kek gimana :'(. Pdhl mereka itu trmsk korban jg :"( jahat bgt smph :"(. Huhu maaf yh jd marah" kek gini :') abisnya kzl sma netizen :').

Loved You Before I Met YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang