Aku menggandeng tangan putraku, bersama-sama kami memasuki kantor tempat suamiku bekerja. Beberapa orang yang berpapasan dengan kami di lantai dasar, menyapaku. Wajar mereka mengenalku karena dulu aku cukup sering datang ke kantor ini. Meskipun sejak Raffa mulai sekolah, aku nyaris tak pernah datang lagi ke sini.
Ada pula yang menggoda putraku, mengatakan putraku tampan, pintar, menggemaskan dan berbagai pujian lainnya ketika kami memasuki lift.
Tempat tujuan kami tentu saja lantai 5 dimana ruangan General Manager cabang yang ditempati suamiku berada.
Raffa dan aku melambaikan tangan bersamaan pada beberapa karyawan yang satu lift dengan kami begitu kami tiba di lantai 5, mengucapkan perpisahan dengan ramah karena mereka pun memperlakukan kami dengan ramah, terlebih pada putraku.
Kami pun tiba tepat di depan ruangan suamiku. Aku tersenyum lebar pada Susi, sekretaris suamiku yang sudah berdiri dari kursinya untuk menyambut kedatanganku dan Raffa.
" Bu Indira, ya ampun ... sudah lama ya kita tidak bertemu? Bagaimana kabarnya?" tanyanya heboh, aku dan Susi cukup dekat. Dia lima tahun lebih muda dariku. Dan aku bersumpah dia wanita yang menyenangkan untuk diajak berbincang.
" Saya baik, kamu gimana?"
" Baik juga bu. Waah ... Raffa sudah besar ya sekarang? makin tampan, mirip pak Raefal." Katanya lagi. Aku hanya tersenyum kali ini, ku biarkan Susi melakukan apa pun yang dia inginkan termasuk mengecup lembut pipi Raffa yang menggemaskan.
" Apa suami saya ada di dalam?"
Susi yang sempat berjongkok untuk menyamai tinggi Raffa cepat-cepat berdiri begitu pertanyaan itu meluncur dari mulutku. Lantas dia mengangguk penuh semangat setelahnya.
" Iya, pak Raefal ada di dalam." Jawabnya.
" Kalau begitu kami masuk dulu ke dalam."
" Iya bu, silakan. Daah Raffa." Katanya sambil melambaikan tangan ke arah Raffa. Aku bersyukur karena memiliki putra yang berkepribadian baik serta menyenangkan. Putraku dengan polosnya ikut melambaikan tangannya pada Susi disertai senyuman lebar yang setia terulas di wajah mungilnya.
Aku membuka pintu ruangan tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Di dunia ini mungkin hanya aku yang bisa melakukan tindakan kurang ajar itu, mengingat suamiku pemimpin di cabang ini, tentu seluruh karyawan di sini begitu menghormatinya.
Raefal sempat terenyak, kepalanya yang menunduk seketika mendongak ke depan begitu mendengar pintu ruangannya diterobos masuk olehku dan Raffa.
Dia sempat melebarkan matanya, mungkin terkejut melihat kedatangan kami karena pada dasarnya aku memang tidak memberitahunya akan datang kemari. Aku anggap kunjungan kami ini sebagai kejutan besar untuknya.
" Daddy!!" teriak Raffa, dengan aktifnya dia berlari menghampiri ayahnya, lantas mendudukan dirinya di pangkuan sang ayah. Aku lagi-lagi hanya tersenyum melihat pemandangan itu.
" Jagoan daddy udah pulang sekolah ternyata. Gimana sekolah kamu hari ini?"
" Seru. Aku banyak menggambar hari ini."
" Bagus, jagoan daddy pasti yang paling pinter ngegambarnya."
Raffa tertawa senang karena pujian itu meluncur mulus dari mulut ayahnya.
" Maaf ya kami datang mendadak. Raffa merengek ingin datang ke sini."
Tentu saja yang ku katakan ini hanyalah sebuah alasan karena sebenarnya aku lah yang ingin datang ke sini. Sedangkan Raffa, dia hanya akan mengikutiku kemana pun aku mengajaknya pergi. Dalam hati aku meminta maaf pada putraku karena menjadikan dirinya sebagai alasan untuk berbohong.
KAMU SEDANG MEMBACA
GENIUS LIAR [SUDAH TERBIT]
RomanceHanya kisah seorang istri yang mulai mencurigai kesetiaan suaminya. Dan di saat penyelidikannya mengarah pada kenyataan sang suami terbukti berselingkuh, apakah yang akan dipilihnya? melepaskan atau memaafkan? di saat ada buah hati di tengah-tengah...
![GENIUS LIAR [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/204481063-64-k233237.jpg)