Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beres mencuci piring bekas makan malamnya, Heejin bergerak mencari serbet untuk mengeringkan tangannya. Bundanya belum pulang, diluar pun masih gerimis. Denting ponselnya kemudian menginterupsi. Benda pipih itu dia letakkan di meja depan televisi.
Mengecek ponselnya, cewek itu duduk di single sofa, tepat disamping sofa panjang yang diletakkan didepan meja, didepan meja ada televisi.
Hyunjin Heejin?
Kedua obsidiannya melebar lantas mengerjap beberapa kali, Hyunjin? Temensebangkunya?
Heejin Ya?
Hyunjin Sori ganggu Mo nanya lo tau bukupaket mat gwgk?
“Buku paket mat?”
Heejin bergegas masuk ke kamarnya kemudian menggeledah tasnya. Sepasang mata cantiknya lagi-lagi melebar melihat barang yang tentunya bukan miliknya sedang anteng didalam tasnya. Buku paket matematika yang dipojok kanan atas ada inisial nama HJ, Hyunjinpasti!
Heejin meringis atas tingkahnya memasukkan barang orang lain kedalam tasnya.
“Aduh bego banget sih!” monolognya.
Heejin Eh ya maafkebawasamague, tadiasalmasukinaja.
Heejin tengah menahan malu sekarang, astaga!
Hyunjin Oalah ya gpp Bsokbawain ya
Heejin Ya sekalilagimaaf
Hyunjin Santai hee
read.
Pesan itu dibiarkan terbaca begitu saja. Ponselnya dia letakkan diatas meja belajar. Pertemuan pertama mereka kan tidak bisa dibilang biasa saja, bahkan tadi belum ada yang berinisiatif untuk sekedar membuka obrolan. Terasa canggung tentu saja.
Lain kali Heejin berjanji untuk lebih teliti lagi saat memasukkan barang-barang kedalam tasnya, aaaHeejinmaluBunda!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sejak sepuluh menit yang lalu pesan singkat itu Sehun kirim ke puteranya. Disana tertulis daftar belanjaan meski ragu juga Hyunjin akan memenuhi pesannya atau malah mengacuhkannya. Sekarang sudah jam sembilan lewat harusnya di sekolah sudah masuk jam istirahat dan harusnya lagi Hyunjin sudah membaca pesannya, tapi mana?