Dira pov.
Pernah ga kalian ngerasain gimana jika kalian berada diposisi ku sekarang,tau sih aku banyak nangis dan aku tau sih aku sok kuat dan asal kalian tahu aja dihidup aku yang namanya pemain watak itu banyak sekali,dan salah satunya adalah diriku sendiri.dipenuhin dengan drama,dengan masalah,dengan tamparan,dengan tangisan. He-he buat aku yang seperti itu udah asupan sehari hari.aku capek serius pengen banget aku akhiri sekarang,dan seeyougood bye sama dunia
Tapi semesta berkata lain,mengirimkan orang orang beserta kisah kisah hebat dalam proses pendewasaan ini mengisi hari hari, terima kasih buat senyuman yang selalu menjadi semangat aku disetiap keluhan ku . Satu hal yang kutahu bahwa : " Sunset itu memang indah sih, Tapi cuman muncul sementara. sedangkan langit dia selalu ada buat saya ataupun kalian semua, walaupun kadang cerah, kadang mendung, kadang gelap dan kadang.. panasnya ampun-ampunan. Tapi saya ataupun kalian semua tidak akan pernah bisa lepas dari langit. Langit itu lebih real dari yang namanya senyum bahkan dari yang namanya cinta.
Sebuah penantian, sebuah penghianatan dan sebuah tragedi sadis terjadi dalam sebuah skenario drama hidup. "Lo ga akan pernah paham rasanya jadi gue,"
Kehilangan sosok sosok yang berarti dalam hidup membuat kita belajar untuk bisa menerima dan mensyukuri apa apa yang masih kita miliki dan berterima kasih kepada orang orang dan kisah kisah hebatnya dalam proses menuju kebahagian.
Dira masih hangat dalam pelukan itu,tiba tiba tangisan itu berhenti dan brukkkk tiba tiba Dira jatuh dan lemas,tidak sadarkan diri
"Dira Dira,hey Dir,"panik Arga sembari menepuk menepuk pipi Dira berharap Dira sadar,tanpa pikir panjang,Arga langsung mengendongnya,dan langsung menuju mobil,dan berangkat kerumah sakit,segera Arga membawa mobil itu dengan kecepatan diatas normal
"Bertahan sayang,kamu kuat,kamu harus kuat,semoga tidak terjadi apa apa,"batin Arga panik
15 menit kemudian,rumah sakit Bandung
Arga langsung mengendong Dira,dan langsung meletakannya diranjang dorong rumah sakit,Arga panik dan bingung harus maungapain,masalahnya Arga tidak tahu nomor keluarga Dira,
"Ini dk,hp pasien,tadi terjatuh,"ucap dokter yg keluar dari IGD,dan sembari memberikan hp Dira
"Oiya dok,terimakasih,gimana keadaanya dok baik baik ajakan,"tanya Arga panik
"Maaf ya dk,masih ditangani dokter,nanti saya kabarin lagi,"tegas dokter tersebut,
"Yallah Dir,semoga kamu baik baik aja,"batin Arga
Arga langsung mencari kontak salah satu keluarga Dira dihp nya,"apa gue telpon mamanya aja,eh tapi tunggu,dira pernah bilang kalo dia tinggal sama tantenya,berarti gue telpon tantenya saja,"batin Arga,dan langsung menelpon tante Dira
"Assalamualaikum,kenapa Dira?,"tanya tante diseberang telpon
"Walaikumusalam tan,ini bukan Dira,ini Arga temen Dira,mau bilang,Dira dirumah sakit tan,tadi Dira pingsan,dan sekarang lagi ditangani dokter,"ucap Arga panik sepanik nya
"Yaallah Dira,iyaudh tante kesana langsung ya,dirumah sakit Bandung kan,"tanya tante panik
"Iya tan,"
"Yaudh terimakasih ya Arga,asalamualaikum,"ucap tante dan langsung mematikan telponnya
Gaklama tante Evi datang dengan kepanikan yang nampak diwajahnya sangat sangat cemas
"Arga ya,?Dira gimana,Dira dimana?,"tanya tante sembari melihat kanan kiri
"Tenang tan tenang,Dira masih ditangani dokter didalam,tenang ya ,duduk dulu,"ucap Arga yang berusaha menenangkan dan mempersilahkan tante duduk di kursi tunggu
"Tante takut Dira kenapa kenapa,soal nya kemarin Dira pernah pingsan juga ga,"ucap tante dengan raut wajah sedih
"Pingsan?knpa tan,"tanya Arga penasaran
"Jadi ini udh sekian kali Dira pingsan,"tambah Arga
"Enggak kok,ini baru yang kedua kalinya,"ucap tante tenang,karna melihat kepanikan diwajah Arga
"Kamu pacar nya Dira?,"tambah tante
"Eh hehe gimana ya,"jawab Arga melting
"Iya aja bilang,jaga baik baik ya,buat dia seneng terus ya,tante percaya kamu kok,"ucap tante sembari menepuk nepuk bahu Arga
"Pasti tan,pasti,akan kubuat bidadari ku selalu tersenyum,setiaphari ataupun setiap detiknya,"batin Arga,dan terlukislah senyuman diwajah Arga.
"Keluarga pasien ya?,"tanya dokter yg baru saja keluar dari IGD tersebut
"Iya dok,gimana,dira baik baik ajakan,"tanya tante panik
"Bisa ikut saya keruangan?,"ucap dokter dengan wajah seserius mungkin
"Ada apa dok,Dira gapapakan?,"tambah Arga penasaran
"Saya akan jelaskan diruangan,bisakah ibu ikut saya?,"ucap dokter
"Bisa dok,"ucap tante,
"Baiklah,mari ikut saya,"ucap dokter
"Bentar ya ga,Arga tunggu sini aja ya,"ucap tante kepada Arga yg wajahnya masih dipenuhi tanda tanya ,ada apa dengan Dira
"I--ya tan,"ucap Arga tebata bata
Tante pun berjalan menuju ruangan yg sudah ditentukan dokter tadi
"Silahkan duduk bu,"ucap dokter yg mempersilahkan tante untuk duduk,disebuah ruangan serba putih,dengan gambaran gambaran organ manusia manusia yang bertemakan biologi,tante pun duduk
"Jadi begini,Dira harus secepatnya dikemo bu,kalau tidak,akan semakin tersebar,akan semakin parah,"jelas dokter
"Maksudnya gimana ya dok?setau saya,Dira ga sakit apa apa,"ucap tante penasaran
"Ibu gatau?ini udh stadium 2 buk,ibu tidak tau?,"ucap dokter kaget
"Stadium 2?maksudnya gimana dok,"tanya tante
"Dira terkena kanker hati,yg udah terserang 2 tahun lalu,dan sekarang sudah stadium 2,maka dari itu,kenapa dia selalu pingsan,karna sel kanker nya semakin menyebar bu,"jelas dokter
"Astagfirullah Diraaa,"tante kaget,dan jatuhlah air mata dengan sederesnya
"Yallah Dir,kok berat banget sih hidupkamu,sabar ya sayang,"batin tante
"Yang bisa kita lakuin buk,hanya rutin untuk kemo,dengan begitu,setidaknya Dira jauh lebih baik,"jelas dokter
"Baiklah dok,berikan yg terbaik buat keponakan saya,apapun itu berapa pun itu saya akan bayar asalkan Dira sembuh,"jelas tante
"Baiklah buk,kami akan melakukan sebisa kami,,"
"Terimakasih dok,"tante pun pergi dari ruangan tersebut.
"Gue dimana sih,"ucap Dira yg baru tersadar dari pingsannya,mulai memposisikan badannya keposisi duduk,melihat Arga yg disampingnya sudah tertidur pulas,Dira menatap lekat Arga dengan sebuah senyuman dengan wajah yang sangat sangat sedih,"maafin gue ya ga,kalau nanti gue gabisa selalu ada buatlo,maafin juga kalo nanti gue bakal buat lo kecewa,maafin gue ya ga,maafin gue,gue gabisa janji untuk selalu sama lo,gue gatau sampai kapan rasa sakit ini bertahan,"batin Dira,tanpa disadarin,air mata jatuh membasahi tangan Arga
Arga perlahan mulai membuka matanya,dan tertangkap sosok bidadarinya nangis,dengan kepala yg ditundukan setunduk2nya
"Dir,hey,kok nangis?,"ucap Arga yg mengecek wajah Dira dan menghapus air matanya dengan lembut,
"Gapapa kok,tadi cuman terharu aja,liat seorang kak Arga ketiduran nungguin sesorang kek Dira,sampe pules banget gitu,hehe,"ucap Dira sembari tertawa kekeh,
"Dih,ngelece,"ucap Arga sembari mencubit pipi Dira
"Is sakit,pingsan lagi ni,"ucap Dira ngambek
"Eh jangan,berat lo gendong kamu serius,"ucap arga dengan senyuman khasnya
"Eh aku kamu ni,yaudeh deh,aku ga gendut kok,is,ga tau ah,ngambek,"ucap dira dengan wajah pipi digumpalkan,dan bibir dilipatkan kedalam,yg membuatnya sangat sangat chubby
"Ih jangan gitu dong,imut banget,jadi pengen cium,"ucap Arga merayu
"Dih,gaboleh pak,tunggu udh halal ya,haha,"ucap Dira terbahak bahak
"Yampun Dir,seneng banget aku liat ketawanya,"batin Arga
"Hem hemmm,"ucap tante yg baru datang dari luar yg membawakan sebuah makanan untuk Dira dan Arga
"Eh tante,kirain siapa tadi hehe,"ucap Dira yang sadar akan kehadiran tante
"Iya ni,kirain siapa,ganggu aja ,"ucap Arga yang sembari menyalamkan tante Dira
"Jadi tante ganggu ni,yaudh tante keluar ni ya,"ucap tante ngambek
"Eh jangan dong,nanti yg nemenin Dira siapa,"ucap Dira
"Hehe yaudh engga,Dira makan dulu ya,Arga juga dari tadi siang belum makan juga,"ucap tante sembaru meletakan makanan diatas meja ruangan
"Eh gaapapa kok tan,tadi juga sudah makan,lagian Arga juga udh mau balik tan,udh malam juga,"ucap Arga sopan
"Yakin ni mau pulang,"tanya Dira
"Engga sih,tapi besok dsekolah ada acara,jadi harus nyusun proposal hari ini juga Dir,"jelas Arga
"Dan besok kamu mau nampilkan?,tapi keadaan kamu belum sembuh total,kalau kamu gabisa,biar aku yang batalin perform kamu kok,"jelas Arga
"Bisa insyallah,ini juga udh maubalik kok,ya ga tan,"ucap Dira,dan bertanya kepada tante berharap tante mengiyakannya
"Ee--eh mungkin sih,nanti tante tanya lagi ya,kemungkinan kamu bisa pulang hari ini kok Dir,tapiii,kalau kamu makan dulu,okey,"jelas tante
"Okey deh,"ucap Dira yang tangannya dibuat tanda oke,untuk menandakan setuju dengan hal tersebut.
"Nahkan bagus,cepat sembuh sayang aku,byebye,"ucap Arga yg sembari jalan keluar dari ruangan,melambaikan tangannya "Assamualaikummm,"ucap Arga
"Walaikumusalam,"ucap Dira dan tante
"Ganteng ya,pande ponakaan tante milihnya haha,"ucap tante tertawa
"Iya dong,Dira gitulo,"kata Dira dengan tertawa juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesendirian
Teen Fiction"kamu mati atau kamu selamat itu ditangan kamu sendiri,tekan atau semuanya akan binasaaaaaaaa,semua yg kamu rasakan selama ini,akan berakhir hari ini juga,tekan sekarang ,"seseorang berkata dengan sangat lantang.
