Sesampai dirumah sakit Dira langsung berlari dengan seribu langkah.pasalnya ini udah telat Dira takut dokter spesialis tentang penyakitnya itu keburu pergi, karena yang Dira tahu dokter spesialis itu susah banget untuk ditemuin.
"Sus,dokter orka masih ada kan?"tanya Dira kepada suster yang berlalu lalang disekitar ruangan itu.
"Yampun Dira. udah dari tadilah,tadi dokter orka sempat pesan katanya kamu bisa cek up hari rabu saja,dokter orka buru-buru keluar kota untuk menangani pasien yang ada disana sangat sangat urgend," jelas suster
"Yahhh,padalan Dira udah lari lari juga,"keluh Dira dengan wajah ngos ngosan dan keringat yang sudah membasahi wajah mungilnya itu.
"Yaudh deh kamu duduk dulu,nanti kenapa kenapa lagi." suruh suster
"Gausah deh sus,dira langsung balik aja lagian masih pagi,bisa dong Dira jalan jalan dulu menyambut mentari kesukaaan he-he."cengiran Dira yang khas.
"Yaudahlah Dira,suster masih banyak ni yang mau dikerjain. Suster deluan ya lain kali kita ngobrol lagi oke,"ucap suster dan langsung meninggalkan Dira diruangan itu.
Sedangkan Dira hanya ngebales dengan anggukan.
"Yaudh deh,"batin dira
Dira pun pergi meninggalkan rumah sakit itu,dia pun berhenti dipinggir jalan dan menaiki taksi untuk pergi kesuatu tempat. disepanjang perjalanan Dira hanya menatap pohon-pohon yang disinari matahari cahaya-cahaya yang menembus dengan begitu indah."cerah banget ya pagi ini,fav moment,"gumam Dira dengan sebuah senyuman diwajahnya.
"Sudah sampai mbak,"ucap pengemudi
"Eh udah sampai ya pak,he-he maaf ya,"Dira yang kaget langsung memberikan cengiran khasnya.
"Manis banget sih mbak,"puji pengemudi.
"Gula kali manis pak,"ucap Dira ketus dan langsung membuka pintu dengan seribu langkah meninggalkan taksi tersebut.
Dan kini Dira berada di sebuah tempat yang dulu sering dira kunjungi. sekarang Dira hanya sering melewatinya. duduk dirooftop cafe yang bernuansa hijau angin pagi masih terasa dira mengambil nafas dalam dalam dan tersenyum.
Dira pun mengambil sebuah pulpen dan buku diarynya ntah kenapa hanya ditempat inilah Dira bisa meluapkan semuanya meski ga secara lisan tapi secara tertulis.
Dear diaryku
Pagi ini,begitu sangat menawan,mentari yang selalu datang terlihat begitu menakjubkan.aku suka dengan pemandangan ini. aku selalu suka dengan segala bentuk langit,ada yang kadang cerah,ada yamg kadang berkabuh. ada yang kadang dia sangat sangat gelap,dari situ aku sadar setiap semuanya punya fase. apalagi manusia hadeh fasenya banyak sekali,tapi kalo aku sih seringnya sedih sedih gtu heheh lemah banget,::)
Seketika ada yang membaca kalimat terakhir itu,"apasih lo,suka banget ngurusin privasi orang,"Dira langsung menutup buku dan seketika kaget dengan sosok yang membaca tulisan dia
"Yaaampun Fatih,beneran Fatihh,yampun kapan balik coba kok gue ga tau,"mata Dira mendelik masih tidak menyangka bahwa sosok yang disamping dia adalah Fatih orang yang uda lama Dira tunggu kehadirannya.
"Yampun kanget banget lo nampaknya ya woi,"Fatih yang menoyor kepala Dira dengan tawanya yang khas.
"Seriusan kangen beneran tau gak. duduk -duduk,"dengan wajah yang berbinar-binar Dira langsung menyuruh Fatih duduk dihadapan dia
"Yatuhan demi apa,wajah dia seneng banget jumpa aku,"batin Fatih
"Kapan balik tih? kok gue ga tau ga ada ngabarin gue pulak,"intrupsi Dira dengan wajah yg manyun.
"Yaelah Dira masih sama aja kaya dulu suka manyun- manyun ha-ha,"lece Fatih dengan megibaskan poni Dira.
"Yampun sumpah gue seneng banget akhirnya lo balik juga,udah jadi orang jepang belum? mau denger mau denger dong bahasa nya,"dira yang langsung duduk tegak dengan wajah yang didongakan kedepan dan didekatkan dengan fatih.
"Yampun Dira ini deket banget lo,"batin Fatih
"Hadeh.belumlah aelah.masih berapa tahun juga disana,"Fatih yang mendorong wajah dira dengan pelan
"Ah masa gitu,ga mau temenan sama Fatih ,"Dira yang membuang muka dengan ala ala ngambek.
"Yaudah nanti gue ajarin,ga banyak,tapi tau dikit-dikit okee,"ucap Fatih yang menyakinkan Dira.
"Oke deh,makasih,"ucap Dira dengan senyuman lebar diwajahnya
Mereka tampak sangat akrab.tampak seperti dua orang yang saling melepaskan kerinduan,tanpa disadari ada orang ketiga yang dari tadi sudah memperhatikan kejadian itu,"kapan sih tih,gue bisa gantiin posisi dira dihati lo,"gumam alana. alana yang duduk diujung rooftop dan memperhatikan keduanya yang saling tertawa ria.
"Apakabar Dir,udah denger rekaman gue 5tahun yang lalu?"ucap Fatih getir,
"Udah,sweet banget lo ya,ga nyangka,"ucap Dira memuji
"Haha udahlah lupain,itu hanya embel embel anak anak baru tamat esempe. gue kan udah kuliah sekarang udah jadi kakak mahasiswa ni ah,"jelas Fatih dengan fake smile
"Bagus deh tih.akhirnya lo lupain gue,"batin Dira
"Lo harus lupain dia tih. harus!" batin Fatih
"Oh gitu,siyap kakak mahasisiwa gue,rindu banget sih tih."ucap Dira
Fatih pun berdiri didepan Dira yang masih duduk.
"Berdiri dong,"suruh fatih
Dira pun berdiri,dengan wajah penuh tanda tanya ,"lo mau ngapain cakla,"tanya Dira bingung
Fatih pun langsung menarik Dira kedalam pelukannya. pelukan yang sangat erat,pelukan yang selalu Fatih rindukan?"katanya kangen kan sama gue,"ucap fatih yang masih memeluk dira
"Kangen banget sama sahabat gue yang satu ini,hehe,"Dira pun tertawa lepas,nampak begitu sangat bahagia.
"Gue seneng kok tih,liat lo bahagia gitu,udh lama senyuman lo ga keliatan.selama ini palsu semua,"batin alana yang menatap dari kejauhan.
"Gue harus balik ni,lo masih mau peluk gue gini aja sampe besok,"ucap Fatih.
"Yaelah menang banyak dong lo,"ucap Dira yang langsung melepaskan pelukannya.
"Yaudah yaudh,lo mau pulang bareng gue?"tanya Fatih
"Gak deh,gue pulang sama Arga,"
"Ha itu dia,ga,sini sini,"Dira yang melihat kehadiran Arga dicafe itu
"Yampun Dira,kalo dichat itu dibales biar ga ribet nyariinnya,"omel Arga
"Hehe maaf- maaf. kenalin ni Fatih,"ucap Dira
"Eh bukannya dah kenal ya,"tambah Dira.
"Eh bro,apakabar? "Arga yang kaget langsung memeluk tos ala ala cowok
"Baik baik,long time no see makin ganteng aja ketoss ini,"ucap Fatih yang memperhatikan penampilan Arga dari atas sampai bawah.
"Lo juga,udah jadi kek orang orang jepang gitu,"ledek Arga
"Naruto mungkin,"tanya Fatih memastikan.
"Ha iya pass bro,hahaa,"ucap Arga tertawa bersama Fatih
"Kacang dong saya,au ah,mau pulang sendiri,"Dira ngambek dan langsung meninggalkan dua orang itu
"Yampun Dir,Dira,Diraaaa,hadeh,yaudhya tih gue balik dulu,nanti diculikdia payah masih bayi soalnya,"ucap Arga tertawa dan dibales anggukan oleh fatih.
"Gue selalu bahagia kok liatkalian berdua bahagia apalagi ngeliat bidadari gue bahagia ada kebahagian tersendiri didalam hidup gue,karena lo masih spesial dir he-he,"batin Fatih
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesendirian
Ficção Adolescente"kamu mati atau kamu selamat itu ditangan kamu sendiri,tekan atau semuanya akan binasaaaaaaaa,semua yg kamu rasakan selama ini,akan berakhir hari ini juga,tekan sekarang ,"seseorang berkata dengan sangat lantang.
