Pulang Bersama

91 46 20
                                        

Pelajaran terakhir bersama Mis Hera di kelas Chandra berlangsung dengan damai. Mis Hera adalah guru yang mengajarkan pelajaran bahasa inggris. Di luar kelas, hujan dengan derasnya membasahi jalan. Untungnya Chandra pulang bersama sopir pribadi nya. Hal itu disengaja oleh orang tua Chandra, agar anaknya tak kecelakaan saat penyakitnya tiba-tiba kambuh.

Kali ini, sama seperti pelajaran sebelumnya. Kevin tertidur pulas selama pelajaran. Ia sempat meminta Chandra bertukar posisi duduk karena Chandra duduk di sudut kelas. Posisi yang sangat pas agar tak ketahuan oleh guru. Ya, Chandra memang tidak tertidur-tapi, ia melamun melihat ke arah luar jendela yang basah.

"Okay, class. 10 menit lagi bel pulang akan berbunyi. Jadi, tolong rapikan peralatan kalian." Mis Hera melihat jam tangannya memastikan waktu. Mendengar perkataan Mis Hera, Chandra membangunkan Kevin, memintanya merapikan peralatan miliknya. Kevin pun mengangguk setengah sadar. Udara yang dingin memang selalu berhasil membuat seseorang mengantuk.

Chandra memasukkan pena dan buku yang dari tadi sama sekali tak ia buka. Begitu juga anak-anak yang lain. Bahkan, ada yang sudah mengenakan tas nya segera, tak sabar untuk pulang.

Kringg kringg kringgg...
Benar apa yang dikatakan Mis Hera, bel pulang berbunyi begitu cepat. Anak-anak berseru pelan.

"Well, jangan lupa mengerjakan pekerjaan rumah kalian. Good bye, class. See you all next time." Mis Hera berjalan ke luar kelas membawa tas dan buku nya. Langkah kakinya diikuti oleh murid-murid yang berkerumunan mengantri keluar kelas.

"Vin ? Lo ke rumah gue ??" Tanya Rangga sesampainya di luar kelas.

"Iya deh," balas Kevin, menguap lebar.

"Tutup tuh mulut ! Nanti kemasukan nyamuk, mampus lo." Chandra tertawa lebar mengatakannya. Rangga juga tak dapat menahan tawa.

"Tapi, gue mau nyari Viona dulu ! Sekalian bilang ke Kak Siska. Kalau gue main dulu ke rumah lo," balas Kevin, tak peduli dengan ejekan Chandra.

"Ya, serah Lo deh. Chandra ! Kita pulang dulu, ya." Rangga melambaikan tangannya. Lalu, membawa Kevin ke tempat parkiran. Chandra sempat membalas lambaian tangan Rangga dan akhirnya memutuskan segera menunggu jemputan nya di gerbang sekolah.

Hujan masih saja deras terlihat, belum ada tanda-tanda akan teduh. Banyak murid-murid yang berlarian pulang karena tak membawa kendaraan atau ada yang membawa payung. Sedikit sekali murid SMA Cahya Purnama yang memiliki mobil pribadi.

Sesampainya Chandra di gerbang sekolah. Tempat itu sudah terlihat sedikit sepi. Sepertinya, sudah banyak anak-anak yang pulang karena hujan. Tapi, Chandra masih bisa melihat seorang gadis berjaket merah berdiri di sana. Rambutnya terlihat basah terkena hujan. Ia sedang memegang handphone nya. Chandra sangat mengenali gadis itu.

"Luna !" Chandra berlari ke arah gadis yang diyakini nya sebagai Luna itu.

"Eh, Chandra ?" Dan benar saja, gadis itu adalah Luna. Ia lansung berbalik badan saat Chandra memanggil nama nya.

"Rupanya bener, ini lo. Lo nunggu jemputan juga ??" Chandra ngos-ngosan bertanya, ia baru saja berlari dari teras sekolah ke arah gerbang. Untungnya pakaian nya tak basah.

"Nggak. Aku mau mesen taksi online, Chan." Luna menunjukkan layar handphone nya yang tengah membuka aplikasi taksi online.

"Kenapa nggak pulang sama gue aja ??" Tanya Chandra.

"Eeh ?? Ngga-nggak mungkin lah !" Jawab Luna, sedikit kaget mendengat pertanyaan Chandra.

"Kenapa nggak mungkin ?? Lo nggak mau ??" Bujuk Chandra sambil tersenyum ramah.

Tepat setelah Chandra berusaha membujuk Luna pulang bersamanya, jemputan Chandra tiba.

"Mas Chandra, ayo pulang." Seorang sopir yang mengendarai mobil itu memanggil Chandra melalu jendeka yang dibuka.

"Tunggu, Pak !" Balas Chandra. Lalu, kembali menatap Luna.

"Yuk, Na ! Sama gue aja. Kalau taksi online kan, lo mesti bayar. Kalau sama gue, gratis kok." Bujuk Chandra lagi. Kali ini ia benar-benar memohon kepada Luna. Luna masih diam, ia terlihat ragu-ragu.

"Mas ! Hujannya makin deras, jangan lama-lama !!" Sopir pribadi Chandra itu kembali meminta Chandra agar segera pulang. Tanpa menunggu jawaban Luna, Chandra segera menarik tangannya dan membawa nya masuk ke dalam mobil.

"Jalan, Pak !" Seru Chandra kepada Pak Wawan, sopir pribadi nya. Luna yang kaget tiba-tiba di tarik begitu saja, langsung menatap Chandra.

"Aku bisa pulang sendiri, Chandra." Luna mengeluh.

"Nggak usah dipikirin. Lo udah masuk ke mobil gue. Emangnya lo mau turun di jalan yang hujan gitu ??" Tanya Chandra seraya menunjuk ke arah luar jendela.

"Tapi-" Luna berusaha membujuk.

"Udah lah, Na. Gue ikhlas kok anterin lo pulang," potong Chandra. Luna tak bisa menjawab lagi, ia pasrah.

"Lo belum mesen taksi online nya kan ??" Tanya Chandra lagi, teringat dengan taksi online yang tadi ingin dipesan Luna.

"Belum." Luna menjawab singkat. Ia kembali menatap layar handphone nya yang tadi ingin memesan taksi online.

"Sorry kalau gue agak maksa. Gue cuman mau ngobrol-ngobrol doang sama lo, Na." Chandra melepaskan tasnya, lalu meletakkannya di dekat pintu.

"Ngobrol ??" Tanya Luna penasaran.

"Iya, ngobrol. Kan kita baru kenalan. Mana tau gue sama lo makin akrab kan ??" Chandra meminta Pak Wawan menghidupkan musik yang tenang, agar obrolan mereka tak terganggu. Lalu, meminta Luna mengatakan dimana alamatnya, agar Pak Wawan bisa mengantarkan Luna.

"Mau ngobrol apa ?" Luna mulai kembali tersenyum. Suasana hatinya mulai membaik.

"Misalnya, ngobrolin kenapa lo pulang sekolah sendiri ? Bukannya dari yang gue denger, lo anaknya Bu Mawar ??" Chandra memulai obrolannya. Soal obrolan, memang dialah yang paling jago nya membuat topik pembicaraan.

"Soal itu, Ibu masih memiliki banyak pekerjaan di kantornya. Lagipula, aku sudah terbiasa pulang sendiri." Luna menjawabnya dengan senang hati. Walaupun sebenarnya jawabannya agak terdengar sedih.

"Oh, jadi gitu. Emang sih, guru-guru pasti selalu pulang lama. Hmm... Topik apa lagi, ya ?" Chandra sudah mulai memikirkan topik lain. Luna hanya tersenyum, menunggu apa yang ingin Chandra katakan.

"Oh ya, bener ! Luna ! Besok lo ada acara, nggak ??" Tanya Chandra. Kini ia sangat antusias sekali dengan topik yang ia pilih.

"Nggak sih, kayaknya. Besok kan tanggal merah. Dan lusanya hari Minggu. Aku tak memiliki acara apapun," jawab Luna, masih dengan senyuman manisnya.

"Yes !! Kalau gitu, besok lo mau nggak pergi sama gue ??" Ini sudah kedua kalinya ia mengajak Luna.

"Kemana ??" Ekspresi Luna lansung berubah sama saat Chandra mengajaknya pulang bersama.

"Soal itu..."

****

"Daaah... Luna ! Sampai jumpa besok ! Jangan lupa dengan rencana nya !" Chandra melambaikan tangannya ke arah Luna sesampainya di depan rumah Luna. Rumah Luna tak jauh dari sekolah-jadi, perjalanannya tak berlangsung lama.

"Daah... Chandra. Sampai jumpa juga !" Balas Luna berseru dengan senyumannya dari teras rumah. Mobil Chandra segera melaju pulang. Luna sangat menanti hari esok.

"Jangan Lupa Vomment !! Beritahu Jika Ada Kesalahan Kata. Terima Kasih !!"

Sleeping Boy ( ON-HOLD )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang