Pesta Ulang Tahun

69 35 12
                                        

Hari yang telah dinanti-nantikan Luna. Hari ini, hari Minggu. Hari ulang tahun Selena, adik Chandra. Pesta ulang tahunnya dimulai pukul 09.00 siang. Luna sudah menyiapkan segala hal yang ia perlukan dari setengah jam sebelumnya. Ia juga mengenakan pakaian yang dibelikan Chandra. Pakaian itu sangat cantik. Warnanya pink sesuai dengan tema pestanya, lengannya panjang, gaunnya menutupi lutut. Ia juga mengenakan sepatu putih, ditemani dompet berwarna sama.

Kling...

Chandra : "Na, lo udah siap ??"

Seperti biasa, Chandra mengirim pesan kepada Luna, bertanya apa ia sudah siap. Luna melihat pesan itu di layar handphone nya. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 08.45 pagi, hanya tinggal 15 menit sebelumnya pesta dimulai. Luna bergegas meminta izin kepada Ibunya.

"Bu ! Aku pergi dulu, ya." Luna menyalami Ibunya perlahan. Ibunya balas mengangguk. Luna bergegas keluar rumah, lagi-lagi memesan taksi online.

****

10 menit waktu perjalanan yang Luna lalui, kali ini hanya bersisa 5 menit sebelum acaranya dimulai. Ia bergegas turun dari mobilnya, lalu membayar ongkirnya. Untung saja ia tak mengenakan gaun panjang, kalau iya, mungkin ia akan kesusahan dalam berjalan.

"Luna !! Kesini !!" Viona berteriak memanggil Luna, acaranya sebentar lagi akan dimulai. Viona meminta nya duduk bersama mereka, Viona, Kevin, dan Rangga.

Tumben sekali mereka tidak bertengkar ??

Pikir Luna saat melihat Kevin dan Viona yang damai satu sama lain, tak ada keributan.

Ting ting ting...

Seorang wanita di tengah pesta itu membunyikan gelas kaca yang ia pegang menggunakan sebuah sendok kecil, meminta perhatian para tamu. Di samping wanita itu, berdiri Chandra bersama Adiknya.

"Selamat datang para tamu sekalian. Hari ini ulang tahun dari putri terakhir saya, Selena. Ulang tahunnya yang ke-11 tahun. Semua hiasan, kue, dan rancangan pesta ini disusun oleh putra sulung saya, Chandra." Pembukaan yang diungkapkan oleh wanita yang diyakini sebagai Ibu Chandra itu diikuti tepuk tangan para tamu undangan.

"Saya selaku kakak dari Selena, turut senang sekali dengan hari ini. Walaupun, ayah kami tidak datang hari ini, saya harap saya bisa menggantikan posisi beliau sementara ini. Harapan saya untuk Selena adalah agar ia menjadi anak yang baik, patuh, dan sopan. Tahun depan, ia akan naik kelas 6. Saya harap ia bisa naik kelas dan menggapai segala impiannya. Jadi, Selena jadilah adik yang baik, yang bisa membanggakan keluarga. We all love you." Chandra menatap adik semata wayangnya itu. Selena membalasnya dengan penuh senyuman kesenangan.

"Nah, sekarang make a wish dan tiup lilinnya." Chandra memberi instruksi kepada Selena. Selena merapatkan kedua tangannya, mengatakan harapannya di dalam hati, bibirnya terlihat bergerak-gerak. Lalu, segera meniup dua buah lilin sekaligus, lilin itu bertuliskan angka 11.

Semua orang lagi-lagi bertepuk tangan, bersorak, dan bersiul. Ada beberapa orang yang menjadi fotografer. Sebentar lagi pemotongan kue, kue pertama akan dimakan oleh Selena, kue seterusnya dimakan oleh keluarga, yang terakhir untuk tamu-tamu yang lain.

Giliran Luna sebentar lagi, Viona lebih dulu mendapatkan kue nya sebelum Luna. Saat giliran Luna untuk memakan kue itu, ia merasa tegang, pasalnya ia tak kenal dengan keluarga Chandra.

Luna berjalan ke samping Selena yang memegang pisau untuk memotong kue itu. Selena menatap Luna, tentu saja karena Luna baru pertama kali bertemu dengan Selena. Tiba-tiba Selena mengangkat tangannya, mengarahkannya ke arah Luna, Selena menyuruhnya berhenti. Luna yang heran menuruti permintaan Selena.

"Apa kakak yang namanya Kak Luna ??" Tanya Selena dengan polosnya. Sebagai jawaban, Luna mengangguk ramah. Seketika, Selena menunduk diam. Chandra yang tak mengerti mulai merasa heran.

"Jadi, Kakak yang milihin Kak Chandra buat beli baju jelek ini untukku ?!" Bentak Selena, suaranya terdengar oleh seluruh tamu undangan. Luna terdiam mendengarnya, ia tak menyangka Selena akan mengatakan itu kepada nya.

"Selena kamu ngapain ??" Chandra yang tak tega melihat Luna mulai menanyai adiknya itu. Belum sempat Selena menjawab, Luna tiba-tiba membungkuk.

"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud. Chandra bilang gaunnya harus berwarna pink, dan aku melihat gaun itu. Harganya tak begitu mahal, tapi gaunnya bagus kok !" Luna kembali berdiri tegak, perkataannya membuat semua orang terdiam di sana. Tiba-tiba Selena tertawa kecil, ia seperti telah menahannya dari tadi. Chandra yang semakin tak mengerti, menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Ibunya hanya tersenyum, sepertinya ia tahu semuanya.

"Aku yang seharusnya minta maaf, Kak. Maafin aku, ya. Mama yang nyuruh aku, katanya buat menguji Kakak aja, kok." Selena kembali tertawa pelan. Orang-orang di sekitarnya masih terdiam bisu, mulai mencerna apa yang terjadi.

"Gaunnya bagus kok. Bagus banget malahan. Sewaktu Kak Chandra ngasihin aku gaun ini, aku histeris banget. Makasih ya, Kak Luna." Selena tersenyum senang. Luna yang sudah mengerti apa yang terjadi, mulai tersenyum malu, ia baru sadar bahwa tadi ia tiba-tiba keceplosan berbicara. Chandra juga mulai geleng-geleng kepala tentang rencana Ibu dan Adiknya yang tak ia ketahui. Para tamu undangan juga mulai mengerti.

"Oh iya, ini kue untuk Kak Luna." Selena memotong kan kuenya, ia memotong bagian yang paling diincar-incar oleh banyak tamu undangan. Selena menyuapi Luna kali ini. Dan jangan lupa dengan para fotografer yang akan terus mengambil foto.

****

"Gimana pranknya, Na ??" Tanya Rangga. Mereka berlima kini duduk bersama di meja bulat beralaskan kain putih. Ya, berlima ada Kevin, Viona, Chandra, Rangga, dan Luna. Mereka mengobrol bersama di sana.

"Aku kira itu benaran." Luna menyenderkan tubuhnya ke kursi, tadi ia tegang sekali.

"Sorry ya, Na. Gue beneran nggak tau rencana yang disusun adik gue."Chandra meminum salah satu minuman yang sudah tersedia di atas meja.

"Iya, nggak apa." Luna kembali menyenderkan tubuhnya.

"Ngomong-ngomong, terima kasih lagi untuk baju ini." Luna memegang gaun miliknya yang Chandra belikan untuknya kemarin hari. Rangga, Kevin, dan Viona yang baru mengetahui hal itu, memuji-muji gaun Luna.

"Nggak usah ucapin lagi. Kemaren kan udah lo bilang." Chandra tertawa kecil.

Kling...

"Bunyi handphone siapa tuh ??" Tanya Rangga menimpali. Yang lain menggelengkan kepalanya, kecuali Chandra.

"Handphone gue." Chandra mengambil handphonenya yang ia simpan di sakunya. Saat ia mengaktifkan layarnya, terdapat satu pesan di sana.

Ayah : "4 hari lagi Ayah pulang"

"Balik Lagi Sama Aku Semuanya. Akhirnya Sleeping Boy Update lg:)"

"Sesuai Dengan Yang Aku Bilang Deskripsi Cerita Ini. Mulai Sekarang, Cerita Ini Update Setiap Sabtu-Minggu. Jamnya Sih Nggak Menentu, ya."

"Oke, Ya Udah Kalau Gitu. jangan Lupa Tinggalkan Jejak, Vote dan Comment. Daannn, Jangan Lupa Share Ke Teman-teman Kalian Untuk Baca Cerita Aku, ya."

"Sekian, Terima Kasih."

Sleeping Boy ( ON-HOLD )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang