Rahasia Chandra

60 27 4
                                        

"Rangga Achdi Saputra.."

"Cornelia Lisa Oktavia.."

"Thalia Anjelita.."

"Kevin Aprilio.." Pagi ini Bu Mira yang mengajar, ia tengah membacakan buku absen kelas 11 IPA 2 yang urutannya berbeda dari guru-guru lain.

"Arvian Chandra Saputra.."

"Izin, Bu." Kevin mengajukan tangan.

"Izin ? Ada apa dengannya ??" Bu Mira memberhentikan absennya, penasaran dengan alasan izinnya Chandra.

"Dia sakit, Bu." Kevin menjelaskan.

"Begitu ya. Ya sudah, kalau begitu. Kamu, Kevin !" Bu Mira menunjuk Kevin dengan pena hitamnya.

"Ya, Bu ?"

"Karena teman sebangku mu, Chandra sedang izin seharian ini. Maka saat pelajaran saya dimulai, kamu harus memperhatikan pelajaran dengan baik. Itu semua agar kamu dapat menjelaskannya kepada Chandra, jadi, ia tak ketinggalan pelajaran." Seolah telah tahu apa yang ingin dikatakan Bu Mira, Kevin menghembuskan nafasnya pasrah.

"Baik, kita kembali ke absennya. Airin Fransiska..." Bu Mira kembali membuka buku absennya, mencek kehadiran murid-murid yang ia ajar.

****

Jam istirahat...
"Dimana Chandra ?" Luna bertanya saat menyadari Kevin dan Rangga tak bersama Chandra.

"Dia izin." Kevin menjawab, ia sedang asik memainkan handphone nya.

"Izin ??" Viona ikut penasaran.

"Benar, kemaren penyakitnya kambuh, jadi, Ibu nya minta Chandra libur seharian." Rangga menjelaskan sembari memegang garpu nya.

Luna, Viona, Kevin, dan Rangga. Mereka sedang makan bersama di kantin pada waktu istirahat. Rangga memesan bakso, Kevin bermain handphone, Luna dan Viona mengobrol.

"Ooh..." Luna ber-oh pelan, ia tahu sekali bagaimana penjelasan lengkapnya tentang liburnya Chandra sekarang.

"Ibu Chandra orangnya baik banget, sampai-sampai dia nyuruh Chandra izin seharian segala," ucap Viona menimpali.

"Emang bener. Walaupun, si Chandra bukan anak kandungnya..." Kevin menutup mulutnya, ia terlalu sibuk bermain handphone, sehingga omongannya tak terkendali. Luna langsung menatap kaget. Rangga melototi kevin, Viona terdiam.

"Maksud lo, si pangeran tidur bukan anak kandungnya Tante ?!" Viona bertanya penasaran.

"Ng-nggak, ma-maksudnya Kevin itu..." Rangga kehabisan kata-kata. Luna masih berusaha mencerna.

Dubrakk !!

Viona memukul meja. Lalu, berkata.

"Nggak usah bohong, Ngga." Viona memajukan jari telunjuknya kearah Rangga, Viona benci sekali dibohongi.

"Eh, bener juga ya. Seingatku, kemarin sewaktu aku anterin Chandra. Aku nyadar kalau Tante dan Selena agak berbeda dengan Chandra. Aku sempet ngirain kalau mungkin Chandra mirip ayahnya, tapi, ternyata dugaan awal ku bener ??" Luna ikut berkomentar.

"Bener dugaan gue, sekarang jujur !" Ancam Viona kepada Kevin dan Rangga.

Mendengar ucapan Luna dan Viona, Kevin dan juga Rangga mulai buka suara. Kevin membuka kembali mulutnya yang ia tutup dengan tangannya. Rangga yang akan menjelaskan.

"Oke, kita jujur. Sebenernya, ini rahasia gue, Kevin, sama Chandra. Tapi, mumpung yang diomongin lagi nggak ada. Gue bakalan buka suara." Rangga menatap Kevin, meminta persetujuan. Sebagai jawaban, Kevin mengangguk mantap.

"Chandra pernah ngomong ke kita, kalau Tante bukan Ibu kandungnya dia. Chandra pisah sama Ibu kandungnya sejak SMP. Ayah dan Ibu Chandra mutusin pisah karena Ayahnya Chandra itu dijodohin. Dan Chandra bilang, kalau Ibu kandungnya pergi setelah itu. Ayah Chandra juga nggak biarin Chandra dibawa Ibu kandungnya." Luna dan Viona memperhatikan dengan baik. Luna tak menyangka apa yang dikatakan Rangga.

"Sampai sekarang, belum ada kabar soal Ibu kandungnya Chandra. Gue sama Kevin sempet mau nolongin nyari, tapi, Chandra nggak setuju." Rangga meneguk segelas air mineral yang telah ia pegang sedari tadi.

"Itu bener ?" Luna bertanya pelan, bukan hanya dia yang pernah merasa kehilangan salah satu orang tua.

"Bener, dan sampai saat ini juga. Kevin benci banget sama ayahnya. Walaupun, ayahnya kadang udah coba baikin Chandra, tapi, Chandra masih nggak suka," sambung Kevin.

"Terus, gimana Chandra nerima keberadaan Tante , jadi ibu angkatnya ??" Viona kembali bertanya.

"Awalnya, Chandra nggak suka sama ibu angkatnya. Lagipula, siapa coba yang suka sama ibu angkat ?? Tapi, semuanya berubah." Rangga kembali bercerita.

"Pas SMP, Chandra pernah ngalamin kecelakaan. Kecelakaan yang parah. Dan yang nyelamatin dia adalah Tante . Itu karena Tante adalah seorang dokter, dia yang nyelamatin nyawa Chandra. Walaupun, kecelakaan itu juga yang jadi penyebab penyakit Chandra."

"Karena Tante udah bikin Chandra sehat. Ayahnya Chandra nikahin dia, Chandra nggak keberatan sama hal itu. Sebenernya, dia juga sayang banget sama Tante karena udah nyelamatin hidupnya," sambung Kevin.

Luna terdiam mendengar penjelasan semua itu. Ia menatap tangannya yang kosong. Ia tak menyangka, selama ini ia selalu bersama dengan orang yang bernasib sama dengannya. Ia tahu Chandra pasti sangat sedih, karena Luna sangat mengerti bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupnya.

****

Luna berjalan sendirian ke gerbang depan sekolah. Kevin, Rangga, dan Viona sudah pulang mendahului nya. Tak seperti biasanya. Biasanya, Luna berjalan ke gerbang depan sekolah ditemani dengan Chandra.

Luna mengeluarkan handphone nya, memesan taksi online. Ia juga mengingat momen ini. Biasanya, sekarang Chandra sudah memaksa-maksa nya pulang bersama.

Kali ini Luna pulang ke rumah seperti biasa, ia tak banyak bicara. Sesampainya di rumah, tak ada orang di sana. Luna berpikir, Ibunya pasti masih di sekolah. Luna langsung masuk ke dalam kamarnya. Melemparkan tas sekolahnya di samping meja belajar. Lalu, menghempaskan tubuhnya ke kasur putihnya yang empuk. Ia menatap langit-langit kamarnya yang hanya terdapat sebuah lampu di atas sana. Ia beranjak duduk, merapikan bajunya yang kusut.

Luna merangkak di kasurnya, pergi ke arah meja kecil yang ada di samping kasurnya. Di atas meja kecil itu, terdapat sebuah alarm dan sebuah foto berbingkai kayu.

Luna mengambil foto itu, lalu, melihatnya lamat-lamat. Terdapat seorang gadis kecil di foto itu, gadis itu terlihat tengah dipeluk oleh dua orang yang lebih tua daripada nya. Salah satu orang yang memeluknya, di sebelah kiri, terdapat seorang wanita muda, dan di sebelah kanan. Luna memfokuskan tatapannya kepada seseorang yang memeluk gadis kecil itu di sebelah kanan. Ada seorang pria gagah di sana.

Klink..

Setetes air jatuh ke arah kaca foto itu, diikuti dengan beberapa tetesan air lagi.

"Ayah..." Luna mengusap wajah pria yang memeluk gadis kecil itu, wajahnya terkena tetesan air.

"Aku kangen..." Luna menangis, foto yang ia pegang, itu adalah foto yang ia ambil bersama ayah dan ibunya sehari sebelum ayahnya meninggal.

Luna memeluk foto itu, menangisi nya. Tanpa ia sadari, ia langsung tertidur pulas. Ia tidak tahu ada pesan masuk di handphone nya.

Chandra : "Na, besok tolong temenin gue ke bandara sepulang sekolah..."

"Jangan Lupa Untuk Tinggalkan Jejak. Berikan Vote dan Comment Untuk Menghargai Karya Aku."

"Terima Kasih !!"

Sleeping Boy ( ON-HOLD )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang