13

1.9K 190 23
                                        

Hoseok menghela nafas nya, meratapi nasib. Dia sendiri di kedai ice cream seberang sekolah nya. Kenapa? Ya karna Jimin dan Seokjin tidak bersama nya. Bukan, bukan begitu maksud nya. Jadi siang tadi mereka berjanji berkumpul disini karna besok Jimin akan kembali pulang, tapi sampai 15 menit keduanya masih belum terlihat.

Kalau Seokjin sudah di pastikan pergi -atau lebih tepatnya di seret pergi- oleh Taehyung entah kemana. Yang Hoseok herankan adalah adik imut nya itu. Kemana? Tadi pamit ke perpustakaan, tempat favorit si lucu itu tapi sampai sekarang sudah satu jam kenapa masih belum muncul?

Kling

"Hoseok?"

Merasa nama nya di panggil, Hoseok menoleh lalu tersenyum sembari sedikit membungkuk pada orang di depan nya.

"Oppa"
"Sendiri?"
"Iya, menunggu Jin dan Jimin tapi masih belum datang"
"Kemana bocah itu? Tadi dia juga menyuruh ku dat- ah anak itu"
"Ada apa, Yoongi oppa?"tanya Hoseok penasaran.

Yoongi duduk di hadapan Hoseok lalu menatap gadis SMA di hadapan nya itu lekat, lalu tersenyum simpul kala mendapati rona merah tipis di pipi sang gadis.

"Jimin sengaja"jawab Yoongi akhirnya.
"Sengaja? Sengaja kenapa?"
"Dia sengaja membuat mu menunggu disini dan sengaja membuat ku datang kemari sebelum menjemput nya"terang Yoongi.
"Memang nya kenapa? Apa ini jebakan? Sebuah permainan?"

Kali ini si Yoongi yang datar dan pendiam terkekeh hanya karna celotehan kakak kelas dari adik kandung nya itu.

"Kau ini lucu sekali"ujar Yoongi lirih.
"Ya?"
"Kau, lucu"Yoongi menunjuk Hoseok dengan telunjuk nya.

Hoseok menunduk, malu. Ia yakin pipi nya pasti sudah sangat merah sekarang.

"Jadi... "

Gadis Jung itu segera mendongak kala Yoongi mulai kembali bersuara.

"Mau mengikuti permainan Jimin?"tanya Yoongi.
"Permainan?"
"Iya. Dia membuat kita duduk bersama disini bukan tanpa alasan. Aku ingat Jimin pernah bercerita jika kau ingin jadi kakak nya, benar?"tanya Yoongi yang segera di jawab anggukkan penuh semangat oleh Hoseok.
"Syarat apa yang Jimin berikan?"lanjut Yoongi.
"Ah itu, eung. Aku harus memilih satu dari dua kakak nya"cicit Hoseok lirih namun masih dapat Yoongi dengar.

Entah kerasukan atau apa, Yoongi yang tidak pernah bicara lebih dari 2 kalimat biasanya, sejak tadi terlalu cerewet dan banyak tersenyum. Ah iya, jangan lupakan senyuman bodoh di wajah nya kala mendengar jawaban Hoseok baru saja.

"Dan yang kau pilih?"tanya Yoongi lagi.
"Itu... Aku"
"Aku yakin Jimin tidak mungkin menyuruh ku kemari tanpa alasan"tambah Yoongi.
"Ah bagaimana bilang nya ya"keluh Hoseok pada dirinya sendiri.

Yoongi memajukan tubuh nya, menatap Hoseok yang ada di hadapan nya dengan terhalang meja kecil di antara mereka.

"Kau cantik sekali jika di lihat dari dekat"gumam Yoongi.

Aaaaaakkkkhhhhhhh!!! Mama, tolong!!! Bawa Hoseok pulang saja, Hoseok malu!!!!!!! - JHS.
.
.
.
"Sudah terkikik nya? Kau ini menggemaskan sekali"Seokjin mencubit kedua pipi Jimin dengan gemas.
"Aku sedang membayangkan ekspresi Yoong oppa dan Seokie eonnie sekarang. Ahhhh, aku malu"

Tukk

"Kenapa jadi kau yang malu?"tanya Taehyung setelah memukul pelan kepala Jimin menggunakan botol minum nya.

Plakk

"Jangan pukul adik ku!"seru Seokjin sembari melotot ke arah Taehyung.

Cupid - Kookmin 💜Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang