24 - Hasil Akhir

22 10 3
                                    

Setelah mendapat syarat yang diajukan oleh Sheira, kini Reygan tengah berusaha menghafal surah Ar-Rahman lewat audio visual di youtube. Berulang kali lelaki itu memutarnya, namun dari pagi hingga sore hari ia hanya mampu menghafal lima belas ayat. Ternyata menghafal Al-Quran bukan perkara yang mudah seperti yang ada dipikirannya. Tapi Reygan tidak mau menyerah begitu saja, ia tetap mencoba dan terus mencoba.


فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang kamu dustakan?

Tanpa sengaja Reygan membaca terjemahan ayat tersebut membuatnya berpikir bahwa selama ini Allah sangat baik memberi banyak nikmat padanya, padahal dia hamba yang tidak pernah bersyukur. Rasa malu dan bersalah mulai menyelimutinya, namun dibalik itu Reygan bersyukur masih mendapat kesempatan untuk membaca kalam-nya.

"Gimana Rey?" tanya Yosep memastikan yang digelengi lelaki itu

"Gapapa yang penting lo udah berusaha. Pasrah ajala sama hasilnya, kalo perlu lo minta perpanjangan waktu sama Shena, pasti dia ngerti," saran Mario seraya merangkul pundaknya.

"Gak bisa gitu. Yakali pasrah, itu bukan ciri khas Aksareygan banget. Pokoknya lo harus semangat! Gue yakin lo pasti bisa," sahut Arga begitu menggebu gebu.

"Tumben aura lo positif," kata Yusep menertawainya

"Yee kemana aja lo? Dari zaman meganthropus juga gue emang udah positif auranya, kaliannya aja yang nething mulu," balas Arga membanggakan diri.

*****

Hari itu telah tiba. Hari dimana Reygan harus memenuhi persyaratan yang diberikan Shena. Pagi ini lelaki berjaket bomber itu menemui Shena ke kelasnya, lantas menyuruh semua penghuninya keluar hingga menyisakan mereka berdua di dalamnya.

"Maaf." satu kata yang berhasil lolos dari mulut Reygan, banyak dugaan yang tercetus dipikiran Shena dalam mengartikannya, besar kemungkinan Reygan menyerah dan tidak bisa menyanggupi syaratnya.

"Gapapa. Sebisanya aja," ujarnya namun tidak mendapat respon. Reygan malah
menata bangku berseberangan lalu menyuruh gadis dihadapannya untuk duduk.

Shena menurutinya, ia menunggu dengan harap cemas ketika cowo itu mulai menarik nafas panjang dan mulai membawa basmalah.

Reygan mulai melantunkan surah Ar Rahman dengan irama kurdi yang menyentuh hati membuat Shena terpukau mendengarnya hingga menitikan air mata saking terbawa perasaan.

"Masyaallah. Aku gak nyangka Kak Rey punya suara sebagus itu. Kenapa bisa?" tanyanya setelah Reygan berhasil menyelesaikan bacaannya. Tanpa diduga lelaki itu hafal seluruhnya tanpa celah sedikitpun.

"Dulu waktu nyokap masih ada, beliau yang ngajarin gue ngaji. Sekarang kamu," jawabnya membuat Shena mengulum senyumnya.

Reygan membuka kotak yang pernah diberikannya hari itu, yah kalung dengan liotin bulan sabit. "Sekali lagi aku tawarkan, mau jadi pacarnya aksareygan?" tanyanya lembut. Mata tajam yang selalu menusuk itu kini terlihat teduh ketika menatap lekat mata indah gadis yang dicintainya.

Perasaan Shena menjadi aneh, jantungnya seperti ingin melompat, tangannya berubah dingin, bahkan lidahnya pun mendadak kelu untuk menjawab.

"I-ya, aku mau."

"Mau apa? Kalungnya apa orangnya?" tanya Reygan sembari memberikan seringai Damn! Masih sempatnya cowok itu melemparkan candaan saat Shena tengah dilanda rasa gugup.

DANGERVILE [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang