19 - End Game

31 9 0
                                    

Jika dalam suatu hubungan menginginkan yg terbaik maka kejujuranlah jalan satu-satunya


____________________________________


OSIS SMA GARUDA

Paketos Arsen
Attention please! Istirahat nanti rapat di ruangan pak gumilar

Juan
Ashiap otewe

Kak Melisa
Ada paan dah gue lagi nugas bnyk bngt):

Dara
Izin telat nya gaiss


"Liat Shen, ntar kumpul," bisik Anya memperlihatkan layar ponselnya yang menampilkan grup chat OSIS. Namun gadis itu keliatannya sedang mengantuk terbukti dengan meletakan kepalanya di atas meja yang ditutupi buku agar tidak ketauan oleh guru

"Lo aja deh. Gue izinin yah ngantuk banget gak kuat," lirihnya

"Ya ampun lo itu murid teladan, jangan gitu ah. Katanya mau jaga image," jelas Anya memperingati

"I dont care." setelah mengatakan itu Shena pergi alam mimpinya hingga guru yang mengajar pun sudah keluar dari kelas dari sepuluh menit yang lalu digantikan dengan jam istirahat.

Anya tidak tega membangunkannya, jadi dia biarkan dan memilih pergi ke ruangan Kepala Sekolah sendirian.

Di koridor tanpa sengaja Anya berpapasan dengan Dangervile, ingin rasanya berbalik arah namun akan semakin memperumit keadaan, akhirnya Anya memilih jalan dengan langkah seribu kaki seraya menundukkan pandangannya.

"Mana Shena?" tanya Reygan menahan lengannya membuat jantung Anya berdetak lebih cepat dari biasanya, bukan berarti Anya baper karena Rey menahannya namun gadis itu merasa terkejut, takut sekaligus bingung harus apa.

"Mmh She-shenanya lagi ti-dur, Kak," jawabnya terpatah patah

Tanpa berbicara apapun Reygan langsung melenggang pergi diikuti Dangervile. Akhirnya Anya bisa bernafas lega

"Beli minuman isotonik sama roti," titah Reygan sambil menyerahkan selembar uang berwarna biru kepada Nielsen

#####

"Shen bangun elah gue gabut nih, mana hp low masih di charge," rengek Dayra dramatis membuat Shena bergumam tidak jelas lalu melanjutkan kembali tidur cantiknya

Tiba tiba saja Reygan datang seorang diri ke kelas Shena tanpa di dampingi oleh Dangervile. Sontak keadaan kelas yang mulanya ricuh menjadi hening seketika, kebanyakan dari mereka keluar dari kelas namun sebagiannya lagi memilih menetap karena ingin menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh si trouble maker?

Dayra yang peka dengan keadaan pun menyingkir dari bangkunya, memberikan akses duduk bagi Reygan

Reygan duduk di bangku bekas Dayra duduki. Lelaki itu menatap lekat wajah Shena yang terlihat tenang dan damai saat sedang tertidur.

Dengan jail Reygan menempelkan botol minuman dingin pada pipi gadis itu membuatnya tersentak kaget

"Day!" umpatnya namun terkejut begitu melihat siapa pelakunya yang tengah tertawa

"Kak Rey?" tanyanya memastikan sambil mengucek matanya takut penglihatannya salah

"Sorry, hehe. Makan dulu ntar dilanjut tidurnya." Reygan menyodorkan minuman tersebut serta sebungkus roti

"Aku udah makan," ketus Shena masih merasa kesal membuat lelaki itu gemas

"Lupa! Lo kan kalo makan harus disuapin, iya gak?" tanya Reygan meminta pendapat Shena yang membuatnya semakin kesal. Sepertinya menggoda gadis ini akan menjadi hobi baru Reygan

"Apaan sih. Kalo Kak Rey datang kesini cuma mau ngejekin aku mendingan pergi aja deh," tegasnya lalu menenggelamkan kepalanya, punggung gadis itu bergetar membuat Reygan panik

"Shen lo gapapa? Maaf gue gak bermaksud," ucapnya merasa bermasalah

Tiba tiba saja Arsen muncul dipenuhi tanda tanya melihat pemandangan di hadapannya, apakah Shena dan Reygan sedang bertengkar yah?

"Permisi, Shena dipanggil sama Pak Gumilar ke ruangannya sekarang," kata Arsen namun mengalihkan matanya pada tatapan Reygan mematikan

"Gak bisa," sahut lelaki itu terdengar sangat dingin

"Ini penting Shen," ujar Arsen mengingatkan membuat Shena beranjak lalu menghapus jejak air matanya

"Hey lo gapapa kan?" tanya Reygan khawatir. Shena menggeleng, "Lagi datang bulan jadi badmood," jelasnya

"Aku mau pergi dulu ada urusan, makasih roti sama minumnya," ucap Shena lantas meninggalkan Reygan disana.

#####

Arsen ingin sekali menanyakan apa yang terjadi pada gadis itu, namun rasanya dia tidak berhak jadi memilih diam saja

"Wess seger yang baru bangun," canda Juan

"Silahkan duduk," kata Pak Gumilar. "Bapak sudah tau rencana kalian jadi saya doakan semoga misi tersebut berjalan dengan lancar. Jadi gimana perkembangannya?"

"Baik,"

"Alhamdulillah,"

"Instruksi pak. Waktu itu Shena pernah bilang mau menyudahi misi ini," kata Melisa

"Benar begitu Shena?"

"Ah iya Shena mau izin untuk gak ngelanjutin sandiwara karena dengan atau tanpa adanya misi ini Shena bakalan tetep ngelakuin tugas yang Bapak perintahkan,"

"Lalu apa bedanya?" tanya Pak Gumilar bingung, terlihat seperti berpikir

"Ya jelas beda dong Pak, saya gak mau nantinya Kak Reygan kecewa kalo tau kebenarannya. Karna cepat atau lambat kebohongan itu pasti bakal ketauan yang nantinya akan memperburuk keadaan," jelas Shena yang di setujui si kepala plontos

"Omongan kamu ada benarnya juga. Bisa gawat kalo Reygan tau rencana kita. Yasudah kalo gitu kita hentikan saja rencana ini tapi dengan begitu-"

Shena sudah tau apa yang ada dipikiran sang kepala sekola, "Saya yang akan mengurus semuanya, Bapak tenang aja," tukas Shena

#####

Seperti biasa Shena pulang bersama Reygan karena cowok itu menunggunya dan meminta maaf atas perbuatannya tadi siang

Shena bilang tidak apa apa. Tadi dia sedang kelelahan dan sakit seluruh badan karena hari pertamanya datang bulan makanya tidur. Lantas Reygan datang mengganggunya, membuat cewek itu semakin badmood dan berakhir menangis

"Masih sakit? Mampir ke apotik dulu yah beli obat pereda. Emm apa yah nama minuman yang suka Mama minum kalo lagi gini?" Reygan terlihat berpikir membuat Shena tertawa

"Gak usah, nanti juga ilang,"

"Beneran?"

"Iyaa. Besok jadi kan?"

"Besok?"

"Heem,"

"Emang ada apa besok?" tanya Reygan usil pura pura tidak tau

"Kamu kan janji mau nemenin aku," rengek Shena

"Ekhem udah berani nih manggil aku kamu?" sindir Reygan menertawai

Shena memukul mulutnya yang tidak bisa diajak kompromi, "Jangan dipukul," kata Reygan menghentikan aksinya

"Besok sore gue jemput, oke?" Shena mengangguk senang














DANGERVILE [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang