26 - Night Party

22 7 0
                                    

Malam ini Dangervile mengadakan party dirumah Mario yang di dekor sedemekian rupa seperti tempat dugem. Untungnya kedua orang tua Mario sedang sibuk bekerja diluar kota kadi tidak ada yang mengawasi, apalagi rumahnya yang luas dapat menampung anggota Dangervile yang berkapasitas lebih dari dua ratus orang plus pasangan yang dibawanya.

Mereka sangat menikmati dentuman musik yang dimainkan DJ dengan menari tak jelas sembari meneguk minuman beralkohol, namun sebagian lainnya memilih bercinta. Disini juga ada berbagai macam hidangan mewah dari restaurant bintang lima yang semua biayanya ditanggung oleh Reygan.

"Percuma udah punya cewek tapi masih berasa jomblo," celetuk Yosep menghampiri Reygan yang tengah duduk santai mengamati keadaan disekitarnya

"Iyoo kenapa gak diajak aja Sheira-nya?" seru Arga

"Maunya sih. Tapi Sheira cewek baik, gak pantes dibawa ke tempat gini," balas Reygan

Tiba tiba saja sebuah ide brilliant tercetus dalam benak Arga, "Kalo gitu gabung sama kita aja, lagian Sheira juga gaakan tau ini. Tuh gue bawa banyak cewek cantik, tinggal pilih," ia menunjuk ke sekumpulan wanita berbody goals dengan balutan mini dress membuat mereka tampil sexy.

"Gak minat," jawabnya cuek.

"Yaudah kita kesana dulu."

"Lo gak ikut?" tanya Reygan pada Nielsen yang setia disampingnya

Cowok itu menggeleng pelan sambil nyengir memamerkan deretan giginya, "Nemenin lo."

"Sana gabung. Gue tuh sengaja ngadain party biar kalian pada happy."

"Tapi.." Merasa sangat gemas dengan temannya itu, Reygan malah mendorong bokong Nielsen supaya ikut bersenang-senang bersama Dangervile.

Di tempat lain Ruthless pun tengah mengadakan party di markasnya. Sheira juga turut hadir sebab gadis itu terus merajuk pada Devan hingga mau tidak mau ia terpaksa harus membawanya.

"Ka Dev.. Aku mau nyoba itu," tunjuk Sheira pada cangkir berisi cairan berwarna biru

"Gak boleh." Yang ditakutkan Devan terjadi, adiknya ini sangat penasaran dengan segala hal yang dilakukan ia bersama Ruthless. Ia terus melemparkan banyak pertanyaan, terkadang juga memberikan ceramah. Untung Devan bersama yang lainnya sabar atau lebih tepatnya sayang sama Sheira sehingga tidak mempermasalahkan.

"Gak boleh mulu, Sheira kan udah gede," ujarnya seraya mencebikkan bibirnya kesal.

Abay tersenyum jahil lantas menyodorkan segelas susu yang sengaja disiapkan Devan
"Bocil mah gak baik minum begituan. Mending mimi cucu aja biar nambah tinggi." seketika ruangan dipenuhi gelak tawa apalagi muka Sheira yang merah padam menahan amarah.

"Kak Dev.. Merekanya nakal..." rengek Sheira sambil menarik narik jaket Devan, meminta pembelaan dari cowok itu.

"Gue bunuh kalian udah bikin kesel Sheira." perkataannya sukses membuat keadaan yang tadinya ribut seketika berubah menjadi hening.

"Tapi boong! Yhaa." semuanya kembali tertawa mendengar candaan Devan. Mereka pikir leader-nya itu serius, ternyata mereka satu team. Biasanya Sheira akan sangat antusias membalas mereka dengan hujatan, namun kali ini ia sedang malas. Gadis itu lebih memilih memainkan ponsel dan membuka roomchat-nya bersama Reygan.

 Gadis itu lebih memilih memainkan ponsel dan membuka roomchat-nya bersama Reygan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 20, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DANGERVILE [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang