09 - Perlahan Berubah

35 13 1
                                    

Sudah terhitung selama satu minggu lebih Reygan dan Dangervile sekolah di SMA Garuda. Selama itu pula Reygan tidak terlalu membuat onar, alasannya adalah Shena. Yah Gadis berhasil merubah secara perlahan seorang leader yang terkenal dingin dan berbahaya.

Setelah berpikir seribu kali, akhirnya cowok berkaos hitam itu bertanya kepada teman temannya.

"Menurut kalian Shena suka gak yah sama gue?"

"Aduh cowok ganteng kayak lo bisa ogeb juga yah," sahut Nielsen menggeleng tak habis pikir.

"Salah gue dimana?"

"Lagian cewek mana sih yang gak melting melihat pesona seorang Reygan?" kata Arga membuat Reygan mengangguk, membenarkan ucapannya. "Ah lo mah kebanyakan mikir deh, udah buruan dor dor Shena nya, jangan kelamaan digantung kesian anak orang. Ntar keburu di embat sama gue baru tau rasa." Reygan memutar bola mata malas mendengar omongan Arga yang ngawur.

*****

"Alhamdulillah semenjak Rey deket sama Shena, dia jadi agak lupa sama dunia nya," kata Dara disetujui yang lainnya.

"Kemarin aja Reygan sampe gak jadi tawuran demi nemenin lo di UKS, sweet banget," sahut Melisa.

"Jadi hal penting apa yang mau lo bicarkan sampai ngumpulin semua anak OSIS?" tanya Arsen to the point.

"Actually gue mau menyudahi misi ini karen—"

"Aduh Shen lo jangan nyerah ditengah jalan dong, please pokoknya lo harus tetep bertahan yah demi kesejahteraan bersama," tukas Melisa memotong ucapannya.

"Gue belum beres ngomong Kak Lisa blackpink! Mangkanya dengerin dulu sampe beres." Melisa meminta maaf dan mempersilahkannya untuk melanjutkan kembali pembicaraan.

"Alasan kenapa gue pengen udahan karena dengan ada atau enggak nya misi ini, gue akan tetap ngelakuin apa yang udah direncanakan dari awal dengan pure bukan drama," jelasnya membuat semua yang berada di ruangan terkejut, salah satunya Arsen dan Anya.

"Salah satunya bikin Reygan jatuh cinta?" tanya Dara memastikan.

"Hm asal kalian tau aja waktu SD gue pernah suka sama Kak Rey, bisa dibilang dia itu cinta pertama gue karna dulunya selalu main sama Kak Dev, jadi kita deket gitu dan sekarang kayaknya gue CLBK deh."

"Yaah patah hati se-garuda ini mah, salah satunya hati gue dan Arsen," seru Juan sambil menatap sang ketua osis yang berusaha menetralkan perasaannya.

"Lo gak lagi bercanda kan buat suka sama cowok gak baik kayak dia?" tanya Arsen untuk sekedar memastikan.

"Kak Arsen gak berhak ngejudge orang seenaknya, gue lebih kenal Kak Reygan dan tau semua tentang dia," tegasnya sebelum pergi meninggalkan ruangan.

Reygan memberikan apel merah yang didapatnya dari fans "Darimana?"

"Biasa rapat." Gadis itu langsung menggigit apel tersebut dan memakannya.

"Shen."

"Yah?"

Dengan sedikit ragu Reygan memberanikan diri untuk bertanya, cowok itu merasa tidak percaya diri dan hanya ingin memastikan. "Lo suka sama Arsen?"

"Kenapa, kok nanya nya gitu?"

"Arsen baik, aktif, smart, bertanggung jawab. Cowok idaman lo yah?"

"Boleh cerita gak?" Reygan mengangguk. Shena pun menceritakan semuanya, tentang dia dan Arsen yang sama sama saling mencintai, namun harus mengikhlaskan cintanya karena Anya, sahabatnya yang juga menyukai cowok yang sama.

"Tapi aku udah move on lho sekarang, semua ini berkat Kak Rey. Makasih ya?" Reygan tersenyum mendengar penuturan gadis manis itu, ingin meminta penjelasan namun sekarang belum saatnya, dia harus sabar menunggu untuk menyiapkan segalanya dengan matang, termasuk hatinya

"Kalo boleh tau, cowok idaman lo itu kayak gimana?"

"Serius mau tau?" Reygan mengangguk antusias.

"First dia harus mencintai Allah dan Rasul nya melebihi cintanya pada siapapun."

"Termasuk sama lo?"

"Iyalah. Akutuh suka gemes sama orang yang lebih memprioritaskan pacarnya hingga lupa sama Allah," ketus Shena bernada kesal membuat Reygan terkekeh.

"Terus?"

"Mmh apa yah?" gadis itu terihat berpikir sejenak, "Cowok itu bisa nerima aku apa adanya bukan ada apanya."

"Udah?" tanyanya memastikan.

"Masih ada. Aku mau dia baik, pengertian, gak suka berantem apalagi nyakitin orang," kata Shena menyindir. Gadis itu memberanikan diri melirik Reygan di sampingnya, apakah cowok itu tersinggung yah dengan ucapannya barusan?

Namun hal yang tidak terduga di dilakukan oleh seorang Reygan. "Iya gue akan berusaha mewujudkan semua keinginan lo. Tunggu yah!" Reygan membawa tangan Shena ke arah mulutnya lalu memakan apel bekas gigitannya. Tak sampai di situ, Reygan menyuruh Shena untuk memakan kembali apel bekas gigitannya membuat gadis itu melongo menuruti semua perintahnya, sedangkan Reygan sendiri terkekeh melihat ekspresi menggemaskan Shena.

*****

"Gimana aman?" tanya Devan yang tengah menalikan sneakers yang dikenakannya, baru saja cowok itu pulang sudah mau pergi lagi.

"Mereka gak becus kerjanya," jawab Shena ketika mengingat kejadian dimana Ruthless menghajar Reygan dengan sungguhan membuat Isal ketauan akhirnya.

"Kak Rey nggak berubah seperti apa yang Kak Dev, Ruthless dan semua orang pikirkan. Dia masih sama kayak dulu," kata Shena menghentikan aktivitas Devan yang menghela nafas panjang.

"Gue tau, makanya gue ngebolehin lo buat ngelakuin rencana itu karena gue percaya Rey gaakan pernah nyakitin lo," jelasnya yang diangguki Shena.

"Kak Dev mau kemana nih? Baru juga pulang udah mau pergi lagi."

"Ada urusan."

"Jangan balapan lho yah! Apalagi sampe berantem gak jelas, Shena gak mau Kak Dev kenapa napa."

Devan menoleh, melihat sejenak wajah polos adik tersayangnya. Pasalnya apa yang dikatakan Shena memang benar. Tadi Devan dihubungi temannya yang memberi kabar adanya balapan liar dengan hadiah yang lumayan besar, tanpa berpikir panjang cowok itu langsung menyetujui.














DANGERVILE [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang