chapter 25

153 20 1
                                        


Sudah malam, bulan muncul dengan indahnya. Cahaya yang terus terpancar, menggapainya? Haah...hanya impian semata

Sama seperti gadis ini, sedari tadi ia hanya mengarahkan tangannya ke bulan dan membuka tutup tangannya. Seakan ingin mengambil bulan yang tergantung di langit.

"Huuh susah sekali mengambilnya..." Ucap eunha -gadis tersebut- "capenyaa" kaluhnya lalu membaringkan tubuhnya di kasur.

Eunha sedang berada di kamarnya. Karena sinb tidak menginap jadi kamarnya terasa luas dan tentunya sepi. Pasti jika ada sinb, eunha sudah menjahilinya sedari tadi sampai sinb marah marah dan melempar bantalnya.

"Aah~ sinb sedang apa ya..." Pikirnya memejamkan matanya sambil membayangkan wajah sinb "heem~ apa Taehyung tidak akan mengganggu sinb lagi ya? Haaa semoga saja" gumamnya

"Naak..?" Saru seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri di ambang pintu "kau sudah tidur?" Tanyanya sekali lagi

Eunha membenarkan posisinya yang tadinya berbaring sekarang terduduk "tidak eomma kenapa? Apa eomma kesusahan sesuatu?" Tanya eunha dengan raut wajah khawatir

"Ahaha tidak nak... Di bawah ada yang mencarimu" jawab eomma eunsug "namja chingu?" Tanyanya sambil menahan senyum

"Hah? Namja chingu? Anio eunha belum memiliki nya" jawab eunha cepat dan langsung bangun dari tempat tidurnya

Eomma pun terkekeh.
Eunha mengerucut kan bibirnya, lucu. Eunha dan eommanya pun keluar bersama. Saat melihat dari arah atas -lantai 2- dia melihat sosok peria yang tidak asing.

Eunha menuruni satu persatu anak tangga, pikirannya pun terus bertanya tanya apa yang membuat sosok peria tersebut datang menamui rumahnya.

Saat sudah sampai, eunha berdiri di depan Suga dan sosok pria tersebut. Eommanya langsung bergegas kedapur, untuk memasak makan malam Karena sudah sampir jam makan malam tiba.

"Eoh...elo?" Tanya eunha kaget "kenapa?" Tanyanya lagi -masih berdiri.

"Ahh mian gak ngabarin sebelumnya kalo mau kesini" ucap pria tersebut menunjukkan senyumnya yang membuat mata sipitnya membentuk bulan sabit.

"Ga apa apa kok, ada apa kesinii, min?" Jimin pria tersebut, entahlah tidak biasanya Jimin seperti ini

"Gak kok cum--" Jimin belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Suga melanjutkan nya tanpa persetujuan dari Jimin

"Mau ngajak Lo jalan dek.. kan malming. Lo jomblo si makanya gak inget ini malming" cerocos Suga tanpa rasa bersalah, eunha yang di ejek Suga pun menghentakan satu kakinya ke tanah

Jimin hanya tertawa kikuk.

"I-iya Eun mau jalan gak? Hmm klo gak si gpp" ucap Jimin berusaha tetap santai, eunha terlihat sedang berfikir untuk mengambil keputusan "cuma iseng kok mau jalan aja kan bosen gitu di rumah terus hehe" tambahnya

Eunha menganggu untuk memberi jawaban "tunggu sebentar" jawabnya

yes!! Akhirnya - batin jimin

Eunha berlari menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Jimin menunggu di ruang tamu tetap bersama Suga.

"Mau lu bawa kemana Adek gua?" Tanya suga

"Jalan ke taman mungkin, kenapa emang Hyung?" Balik tanya suga

"Jangan macem macem!"

"Iyalah! Yakali! Ngapain juga gua gituin adelu berani bener emang gua?"

"Ya kali, muka lu soalny kaya pedo"

"Wanjirrrr"

Disisi lain, di kamar eunha. Eunha sibuk mencari baju yang akan di kenakan ya untuk berjalan bersama Jimin.

For youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang