#27

1K 63 9
                                        


"Pah, kamu mau kemana?! Baru juga pulang udah mau pergi lagi?" tanya Rengganis pada suaminya.

"Ya aku mau ngurusin pernikahan aku sama Adriana lah!" jawab Arman ketus.

"Oh Bagus ya, kamu sibuk ngurusin pernikahan kamu sama pelakor itu sementara kamu gak mau ngurusin anak kamu sendiri! Keterlaluan kamu Arman!" Rengganis marah sembari menunjuk nunjuk Arman.

"Mereka itu bukan anak anakku jadi untuk apa aku mengurus mereka lagipula mereka sudah dewasa! Sudah bisa mengurus kehidupan mereka sendiri!" ucap Arman dengan sinisnya.

"Hey, Apa kamu sudah lupa?! Mungkin Mondy dan Haikal bukan anak kandung kamu! Tapi bagaimana dengan Reva?! DIA ITU ANAK KANDUNG KAMU DARI SELINGKUHAN KAMU YANG SUDAH MENINGGAL!!" bentak Rengganis tersulut emosi.

"APA?!! JADI AKU INI BUKAN ANAK KANDUNG MAMAH?! TAPI AKU INI ANAK DARI SELINGKUHAN PAPAH!?!" ucap Reva yang sedari tadi ternyata mendengar orang tuanya bertengkar.

"Reva??" ujar Rengganis kaget begitupun dengan Arman.

Reva langsung berlari keluar setelah mendengar ucapan Rengganis yang mengatakan bahwa Reva itu bukan anak kandungnya.

"REVAAA... TUNGGU..!!!" teriak Rengganis mengejar Reva.

Reva terus berlari sembari menangis.

"Reva sayang, tunggu mamah!!" Rengganis menarik tangan Reva.

"Lepasin mah! Aku bukan anak mamah kan?! Aku cuma anak dari selingkuhan papah!!" ucap Reva berontak.

"Nak, kamu tetap anak mamah meskipun kamu tidak lahir dari rahim mamah! Mamah memperlakukan kamu sama seperti kakak kakak kamu yang lain! Bahkan mamah tidak mempermasalahkan siapa ibu kamu itu nak" jelas Rengganis.

"Tapi kenapa mah? Kenapa mamah masih mau merawat Reva? Bahkan mamah juga nyekolahin aku sampai keluar negeri? Kenapa mah?" tanya Reva sambil menangis.

"Karena mamah sayang sama kamu nak, mamah sudah menganggap kamu seperti anak mamah sendiri, meskipun mamah kamu sudah menyakiti hati mamah tapi bagi mamah kamu tidak berhak dibenci karena kesalahan mamah kamu jadi mamah mohon jangan pergi!"

Reva langsung memeluk Rengganis.

"Makasih ya mah, makasih karena mamah udah sayang sama aku, mamah udah ngurusin aku sampai sebesar ini dan aku janji aku gak akan ngecewain mamah! Aku akan nurutin semua keinginan mamah apapun itu asal mamah bahagia" ucap Reva.

"Enggak nak, mamah tidak menuntut apapun dari kamu mamah cuma ingin melihat anak anak mamah sukses dan bahagia selalu hanya itu!" Rengganis tersenyum.

"Sekarang kamu sudah tau kan yang sebenarnya seperti apa Reva?! Kalo gitu papah pergi dulu besok papah akan menikah dengan Adriana, papah harap kamu bisa menghadirinya" ujar Arman.

"Cukup pah!! Apa yang papah lakukan itu salah dan papah udah nyakitin hatinya mamah! Reva gak akan pernah mau menghadiri pernikahan papah dan wanita pelakor itu pah!"

"JAGA MULUT KAMU REVA!!" Arman hampir saja menampar anaknya sendiri.

Rengganis menahannya. "Jangan pernah kamu berani melakukan itu sama anak kamu sendiri! Dengar Arman kamu akan tau akibat dari perlakuan kamu kepada saya! Lihat nanti! Ayo nak kita pulang!"

Rengganis membawa Reva pulang ke rumah. Entah apa yang akan dilakukan Rengganis besok di pernikahan Arman dan Adriana.

"Mah, mamah kenapa sih gak cerai aja sama papah?! Reva gak suka ngeliatin mamah disakitin kaya gini sama papah mah!" ucap Reva.

"Mamah bukan gak mau cerai sama papah kamu nak, tapi mamah sedang mencari waktu yang tepat!" balas Rengganis.

"Asalamualaikum" ujar Haikal yang baru saja pulang.

KEIKHLASAN CINTA 💍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang