Jenderal Jungkook membidik buah apel yang ada diatas kepala tentara Castalla yang kini tengah bergetar ketakutan. Dirinya tak menyangka akan menjadi objek latihan sang jenderal. Darahnya mengalir begitu deras membuatnya kesulitan untuk menenangkan tubuhnya yang bergetar.
Jenderal Jungkook masih fokus pada satu titik apel yang ada di kepala sang tentara. Pistol yang ia bawa di acungkan lurus ke arah apel. Matanya awas membidik dan
BANG!
Apel itu sukses hancur berkeping-keping. Jenderal Jungkook menyeringai bangga. Setelah itu dirinya berbalik hendak beristirahat di bawah pohon beringin.
Tubuh tentara yang menjadi percobaan sang jenderal masih bergetar hebat. Telinganya masih mendengar pelatuk yang di tarik sang Jenderal yang begitu menakutkan untuknya.
Letnan Taehyung yang sedari tadi mengawasi latihan sang jenderal pun mendekat. Dirinya membawa handuk kecil dan juga sebotol air mineral.
"Kau menakutinya jenderal. " Letnan taehyung menyerahkan handuk dan juga air itu kepada jenderal.
Jenderal jungkook hanya mendengus mendengar penuturan letnan yang merangkap menjadi tangan kanannya itu. Lebih memilih mengambil minuman dan handuknya, jenderal mengabaikan letnan taehyung yang masih diam tak menjawab.
Letnan Taehyung mendudukan dirinya disamping sang Jenderal. Siang hari ini sangat terik membuat area latihan militer Castalla panas terbakar matahari.
"Bagaimana impor makanan yang kau tangani letnan? " tanya jenderal setelah meneguk habis botol air mineral.
"Aku masih mencari. Tetangga kota kita tidak mau mengekspor makanan ke kota kita. Kota mereka juga dilanda kekeringan. "
Jenderal menyimak dengan mengusap pelu dengan handuk militer.
"Aku mendapat kabar bahwa kota lain mengimpor makanan dari Pallas." Letnan taehyung menjelaskan dengan mata yang melirik Jenderal saat mengatakan kota tabu bagi Jenderal dan Castalla.
Jenderal masih diam. Tapi Letnan Taehyung tahu Jenderal sedang menahan amarah saat mendengar nama kota terkutuk baginya.
"Kota yang saat ini tidak dilanda kekeringan hanya Pallas. " lanjut Letnan menjelaskan.
Mata Jenderal Castalla itu menutup guna meredamkan geraman yang samar-samar terdengar. Letnan lebih memilih berpura-pura tidak mendengar.
"Jalan satu-satunya agar penduduk Castalla bisa hidup adalah mengimpor makanan dan minuman dari Pallas. Jenderal. "
"Apa tidak ada cara lain Letnan selain mengimpor dari kota itu?"
Letnan Taehyung menggeleng menjawab pertanyaan Jenderal. Jenderal mendengus merasa tak berguna untuk Castalla.
"Baiklah, kau dan Panglima akan mengunjungi Pallas untuk melalukan hubungan perdagangan ini. " putus Jenderal Jungkook final.
"Baik Jenderal. "
oOo
"Sekali lagi lalisa! " teriakan amarah dari sang kakak membuat lalisa menunduk minta maaf.
"Aku sudah menyuruhmu untuk tetap berdiam diri dikamar mengapa kau membangkang!? "
"Tap--i kak aku hanya jalan-jalan." ucap lalisa. Berusaha membela dirinya yang merasa terkurung dalam Mansion utama Pallas ini.
"Siapa yang mengajarkanmu untuk menyela lalisa Aglaea! "
Seruan suara dari balik pintu yang kini tengah terbukapun membuat lalisa memutar bola matanya malas. Tangannya bersedekap dan mengangkat dagunya tinggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CASTALLA : The Beginning | Revisi
Fanfiction#1 action series Jenderal Castalla adalah sosok pemimpin yang bijaksana dalam mengatur pemerintahan yang di jalankannya. Akan tetapi, musibah besar menghantui Castalla membuat Jenderal mau tak mau menikahi seseorang yang merupakan keturunan dari kot...
