Sejak kejadian tadi malam. Tepatnya, saat Jenderal Jungkook masuk ke walk in closet dengan paksa. Lalisa sama sekali tak mau berbicara satu kata pun dengan sang Jenderal. Hal ini membuat Jenderal Jungkook dibuat bingung bukan main.
Karena diamnya Lalisa adalah sesuatu yang sangat ingin dia hindari. Dia lebih suka Lalisa yang cerewet dan ketus. Terlebih sejak kejadian semalam Jenderal sudah tak dapat untuk sekedar adu mulut dengan istrinya. Kediaman Jenderal Jungkook terasa sangat hambar. Jujur dia tak suka.
Jenderal Jungkook menghela napasnya kasar.
"Hentikan puasa diam mu." sentaknya.
Lalisa yang ada diruang yang sama dengan jenderal jungkook pun memutar bola matanya malas. "Dasar SKSD," cibir Lalisa.
Jenderal Jungkook mengerutkan alisnya tak mengerti dengan bahasa Lalisa. "Kau bicara apa?" tanyanya bingung.
Lalisa mendengus. "Itu singkatan, Jenderal----" jedanya. "Sok kenal sok dekat. Padahal ketemu juga baru beberapa kali. Tapi kau dengan seenaknya masuk walk in closet tepat saat, aku tengah berganti pakaian!" cibirnya dengan sedikit hinaan diakhir kalimat.
Jenderal Jungkook melongo. Wajah yang biasanya terlihat tegas dan datar itupun mulai bereaksi hal diluar dirinya.
Lalisa yang melihat wajah tak elit Jenderal Jungkook pun mencibir. "Ekspresi mu sangat konyol. Bagaimana bisa Castalla punya Jenderal yang tak ada wibawanya sama sekali,"
Jenderal Jungkook tertohok mendengarnya. Jangan salahkan dia berekspresi sedemikian rupa. Salahkan saja Lalisa yang berbicara dengan bahasa aliennya. Bukannya Jenderal Jungkook kurang bergaul. Tapi dirinya terlalu disibukan dengan hal-hal yang berbau militer hingga membuatnya terlihat sedikit kuno.
"Hentikan pembicaran tak berguna ini." Jenderal Jungkook mengubah ekspresi nya menjadi datar kembali.
"Jika kau, sekali lagi tak menuruti ucapanku atau marah tak jelas. Aku tak akan segan-segan untuk memberikanmu hukuman!" lanjutnya tanpa emosi namun syarat akan ancaman didalamnya.
Lalisa berusaha mungkin untuk mengontrol emosinya yang kapan saja siap meledak ditempat. Bagaimana mungkin Jenderal Jungkook berbicara seolah-olah dirinya adalah korban, Dan dia adalah penjahatnya?
Disini sudah jelas kalau Jenderal Jungkook benar-benar melewati batasnya. Apa dia tak berhak marah karena dengan sengaja Jenderal Jungkook masuk ke walk in closet saat dia sedang berganti baju? Wah Lalisa ingin tertawa dibuatnya.
"Apa kau lupa siapa yang memulai perang ini?!" tanya Lalisa kesal.
Jenderal Jungkook mengangkat satu alisnya tinggi. "Itu sudah jelas, kau yang memulai semuanya. Kau yang marah-marah tak jelas bahkan kau tak berbicara sedikitpun padaku. Kau pikir kau siapa hingga berbuat semaumu?" tanya Jenderal Jungkook tajam.
"Apa kau tak punya kaca? Ah aku lupa kau bahkan tak perlu repot-repot untuk mengaca karena kau terlalu percaya diri." cibir Lalisa. "Kau pikir masuk kedalam ruang ganti saat aku berganti baju itu tidak keterlaluan dan melewati batas?!" ucap Lalisa tajam.
Jenderal Jungkook menyeringai. "Keterlaluan? Apa kau lupa kalau aku adalah suami mu, nona?" remeh Jenderal Jungkook.
Wajah Lalisa merah padam menahan amarahnya. "Apa kau lupa jika pernikahan ini adalah formalitas belaka?!" balas Lalisa tak kalah tajam.
"Bahkan jika pernikahan ini hanya formalitas. Kau tetap menjadi istriku, dan aku adalah suamimu. Itu adalah fakta." jelas Jenderal Jungkook santai.
Jenderal Jungkook berjalan mendekati istrinya yang tengah memandangnya tajam. "Aku sudah pernah berkata padamu, jika apa yang ada dalam dirimu adalah milikku. Jadi, aku berhak atas dirimu, nona." ucapnya penuh seringai.
KAMU SEDANG MEMBACA
CASTALLA : The Beginning | Revisi
Fanfiction#1 action series Jenderal Castalla adalah sosok pemimpin yang bijaksana dalam mengatur pemerintahan yang di jalankannya. Akan tetapi, musibah besar menghantui Castalla membuat Jenderal mau tak mau menikahi seseorang yang merupakan keturunan dari kot...
