Hari ini adalah hari yang sangat di nanti-nanti oleh Jenderal Jungkook. Hari dimana tertangkapnya musuh yang meresahkan warga Castalla, Mingyu telah tertangkap pada dini hari. Jenderal Jungkook yang mendapatkan kabar dari Menteri Ramon bahwa Mingyu berhasil di tangkap pun langsung bergegas pergi.
Saat ini Mingyu dan para tentara Castalla sedang dalam perjalanan menuju Castalla, dengan Letnan Taehyung sebagai pemimpin. Kapten Taeyong juga dibawa kembali ke Castalla dan akan di rawat didalam rumah sakit khusus untuk para tentara yang berpangkat tinggi. Sedangkan Panglima Jimin masih di perbatasan sementara waktu untuk menggantikan Kapten Taeyong yang tengah terluka.
"Komandan, apa kau sudah menyiapkan sel tahanan yang ku minta?"
Suara husky itu terdengar. Nadanya datar dengan kewibawaan yang masih terasa. Pertanyaan Jenderal Jungkook membuat Komandan Jaehyun tersentak dari lamunannya.
"Semuanya sudah siap, Jenderal." jawab Komandan Jaehyun.
"Bagus," kata Jenderal Jungkook. Mata Jenderal Jungkook beralih ke Menteri Ramon. "Menteri, apa kau sudah memastikan bahwa tidak ada orang lain yang tau mengenai pengkapan mingyu selain kita?" tanya Jenderal Jungkook.
Menteri Ramon menunduk hormat sebelum menjawab. "Sesuai perintah Jenderal. Aku sudah memastikan bahwa tidak ada mata-mata ataupun orang lain yang ada di Castalla sehingga keluarnya informasi mengenai tertangkapnya Mingyu dipastikan 0%."
Sudut bibir Jenderal Jungkook tertarik. Tampak puas dengan hasil kerja keras para bawahannya itu. Jenderal Jungkook memang tak pernah meragukan kepintaran Menteri Ramon dalam mengatur strategi dan ketelitiannya dalam menghadapi suatu keadaan. Kepintaran sang menteri yang ada di atas rata-rata itu membuatnya segan. Bukan karena Menteri Ramon adalah salah satu keluarga dari almarhum ayahnya. Melainkan karena kerja keras Menteri Ramon sendiri.
"Kau melakukannya dengan baik, menteri." puji Jenderal Jungkook.
"Ini semua berkat Kapten Taeyong yang dapat berhasil melukai Mingyu. Dan juga Panglima Jimin yang mampu menganalisa keadaan dengan baik. Di tambah dengan bantuan kekuatan Letnan Taehyung yang tak main-main. Kalau bukan karena mereka bertiga mungkin aku tak akan mengetahui langkah apa yang harus dibuat." ucap Menteri Ramon.
"Tak usah merendah diri, Menteri." ucap Komandan Jaehyun. "Apa yang di katakan oleh Jenderal memang benar adanya. Kau melakukan tugasmu dengan baik." lanjutnya.
Menteri Ramon menoleh ke arah Komandan Jaehyun. Kemudian tersenyum tipis hingga kesung pipitnya terlihat. "Terima kasih, Komandan."
Ttok ttok ttok
Ruangan kerja Jenderal Jungkook terketuk. Menteri Ramon yang berada di dekat pintu pun membukanya.
"Ada apa?"
"Begini Menteri, saat ini Letnan Taehyung beserta rombongan sudah sampai." ucap salah satu tentara.
"Kau boleh pergi." ucap Menteri Ramon.
Pintu tertutup. Menteri Ramon membalikan badannya dan berjalan pelan menuju Jenderal Jungkook dan Komandan Jaehyun.
"Jenderal, Letnan sudah sampai."
Jenderal Jungkook langsung bangkit dari tempat duduknya. "Kau ikut aku menteri," tunjuk Jenderal Jungkook dengan dagunya. "Dan kau Komandan, berjagalah di depan kamarku. Aku ingin kau mengawasi istriku agar tidak kabur lagi," perintah Jenderal Jungkook.
"Baik Jenderal." balas Komandan Jaehyun patuh.
Jenderal Jungkook dan Menteri Ramon bergegas menuju ke tempat dimana Letnan Taehyung berada. Karena pastinya, Letnan Taehyung tak akan membiarkan Mingyu lolos lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CASTALLA : The Beginning | Revisi
Fanfiction#1 action series Jenderal Castalla adalah sosok pemimpin yang bijaksana dalam mengatur pemerintahan yang di jalankannya. Akan tetapi, musibah besar menghantui Castalla membuat Jenderal mau tak mau menikahi seseorang yang merupakan keturunan dari kot...
