Jenderal Jungkook menatap datar pemandangan yang ada didepannya itu. Onyx-nya semakin menajam ketika melihat Lalisa yang sama sekali tak bergerak dari tempatnya itu. Jenderal Jungkook bahkan tak fokus pada Chaeyoung yang kini tengah memeluk dirinya erat.
Sedangkan Komandan Jaehyun mengaga tak percaya dengan pemandangan yang ada didepannya itu. Didalam otaknya terekam jelas bagaimana cara Chaeyoung yang memeluk Jenderal Jungkook erat, ditambah dengan kecupan singkat dipipi sang Jenderal. Membuatnya secara refleks menutup mata Lalisa. Entah, Komandan Jaehyun hanya berinisiatif sendiri.
Jenderal Jungkook cukup terkejut melihat Chaeyoung. Bahkan dia tak pernah menduga bahwa Chaeyoung akan mengecup pipinya didepan umum seperti ini. Dengan perlahan Jenderal Jungkook melepaskan pelukan Chaeyoung. Terlihat jelas di wajah Chaeyoung yang tengah memancarkan kebahagiaan saat bertatapan langsung dengan dirinya. Dengan samar Jenderal Jungkook tersenyum menatap Chaeyoung, tapi sesekali matanya melirik Komandan Jaehyun yang tengah asyik menutupi mata Lalisa.
"Kenapa kau kesini?"
Pertanyaan Jenderal Jungkook benar-benar menyinggung perasaan Chaeyoung yang rela-rela datang ke Castalla dengan nekat.
"Beginikah caramu menyambutku?" tanya Chaeyoung kesal. "Apa kau sudah tak menyayangiku lagi?" bibir Chaeyoung dimajukan kedepan. Pertanda sedang merajuk pada Jenderal castalla itu.
Jenderal Jungkook menghela nafas. Kemudian tersenyum tipis. "Tentu aja aku menyayangimu." Jenderal Jungkook menggenggam tangan Chaeyoung dengan lembut.
Komandan Jaehyun dan Lalisa kompak memutar bola matanya bosan melihat drama picisan yang ada dihadapan mereka. Sedangkan Letnan Taehyung hanya diam. Entah kenapa dia tak bisa berkata-kata saat melihat Chaeyoung kembali.
Perasaan rindu, marah, kesal bercampur menjadi satu memenuhi hatinya hingga sesak. Ingin sekali Letnan Taehyung menyapa gadis dengan sejuta pesona itu dengan pelukan yang nyaman. Tapi tak bisa. Dia cukup sadar diri, dengan siapa dia harus bersaing untuk mendapatkan hati gadis berpipi cubby itu.
"Kau bohong! Buktinya, kau tak mencium dahiku seperti dahulu!"
Chaeyoung melepaskan genggaman tangan Jenderal Jungkook dengan sedikit kasar. Dia kesal dengan Jenderal Jungkook yang tak bersikap manis terhadapnya.
Jenderal Jungkook terkekeh pelan. "Ini bukan ruangan tertutup, princess."
Jenderal Jungkook kembali membawa tangan Chaeyoung kedalam genggaman nya. Matanya menyorot teduh Chaeyoung."Biar ku tebak, pasti kau melarikan diri lagi, benar?"
Chaeyoung menghembuskan nafasnya pelan. Sudah dia duga, cepat atau lambat pertanyaan itu akan segera muncul. Dengan sangat terpaksa Chaeyoung menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan Jenderal Jungkook.
"Kali ini apa lagi?" tanya Jenderal Jungkook tenang.
Chaeyoung melepaskan tangan Jenderal Jungkook. Kali ini dengan pelan. Kemudian tubuhnya mulai memunggungi Jenderal Jungkook. Pura-pura merajuk.
"Kenapa kau menanyakan itu? Sudah jelas bukan, apa jawabannya?" ucap Chaeyoung yang balik bertanya.
Jenderal Jungkook menghembuskan nafasnya pelan. Mencoba memahami gadis yang ada didepannya ini. "Aku benar-benar tak paham." ucap Jenderal Jungkook pada akhirnya. "Kenapa kau selalu melakukan ini? Kau tahu bukan, kalau kau kabur begini orang-orang yang ada di Grassian akan panik mencarimu kemana-mana." lanjutnya dengan satu tarikan napas.
"Princess, tatap aku." perintah Jenderal Jungkook saat tak mendapati jawaban dari gadis itu.
Lalisa dan Komandan Jaehyun sudah mau muntah mendengar nada panggilan Jenderal Jungkook kepada Chaeyoung. Oh come on, itu benar-benar menjijikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CASTALLA : The Beginning | Revisi
Fanfiction#1 action series Jenderal Castalla adalah sosok pemimpin yang bijaksana dalam mengatur pemerintahan yang di jalankannya. Akan tetapi, musibah besar menghantui Castalla membuat Jenderal mau tak mau menikahi seseorang yang merupakan keturunan dari kot...
