Jenderal Jungkook beberapa kali menghela nafasnya kasar. Dirinya mendengus. Sadar bahwa tingkahnya seperti remaja labil yang baru saja jatuh Cinta. Setelah insiden tabrakan tadi tak sengaja membuatnya senantiasa memikirkan gadis tersebut. Dilihat dari penampilan nya gadis tersebut mungkin lah seorang anak pejabat di Pallas. Entah Jenderal Jungkook tak tahu.
Masih sangat segar dalam ingatannya saat mata gadis itu bertubrukan dengan mata onyx nya. Mata bambinya mampu menjerat mata sang Jenderal. Entah mengapa mata gadis itu berhasil menjeratnya untuk selalu menatap mata itu. Mata yang sangat meneduhkan untuknya. Tapi, sekilas saja Jenderal Jungkook dapat melihat rasa tersiksa dari balik mata bambi yang amat mempesona itu.
Menggelengkan kepalanya cepat jenderal jungkook berjalan menuju tempat tidur mewah dari apartemen Pallas itu. Mendudukan dirinya dengan nyaman mata jenderal jungkook tertutup guna merilexkan tubuhnya barang sejenak. Memikirkan kekeringan yang melanda Castalla dan sejumlah kota yang ada di dunia ini benar-benar membuat kepala jenderal jungkook serasa ingin pecah. Dia banyak menanggung beban atas kehidupan penduduk Castalla.
Membuka matanya perlahan jenderal jungkook menghembuskan nafasnya pelan. Masalah Castalla belum selesai dia kini tengah dihadapi dengan masalah perjanjian pernikahan dan juga kerjasama antara Castalla dan Pallas. Jujur saja Jenderal jungkook sudah dari dulu muak dengan Pallas. Tapi demi rakyatnya dia rela harus membina hubungan bilateral tersebut.
Memilih untuk membaringkan tubuhnya mata jenderal jungkook kian memberat dan setelah itu diikuti oleh nafas teratur yang mulai menandakan dia telah terbuai oleh alam mimpi.
oOo
"Sial! Tentara itu masih saja mencariku. Aku harus bagaimana ini. Aku tak mau mengikuti perjanjian konyol itu. "
Lalisa mengumpat kala dirinya merasa tersudut. Para tentara Pallas telah dikerahkan untuk mencari dirinya. Kini dia hanya bisa bersembunyi dibalik tong sampah besar yang berhimpitan dengan pohon yang rindang.
Memutar otaknya cepat. Lalisa teringat jika dirinya mempunyai tempat rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan juga salah satu pelayan kepercayaan nya. Dengan mantap lalisa mulai keluar dari persembunyian sesaat tentara Pallas sudah tak lagi berada disekitar distrik moon.
Dengan cepat lalisa mulai mengendap-endap guna menghindari kejaran tentara pallas. Dirinya berjalan dari distrik moon ke distrik rouge dimana tempat rahasianya berada.
Sesampainya di distrik rouge lalisa mencari diantara semak-semak tempat pintu hubung antara apartemen persembunyianannya dengan dunia luar. Setelah menemukan lalisa masuk kedalam dan kembali menutup pintu rahasia dengan pelan agar tak menimbulkan suara barang sekeras apapun.
Lalisa menuruni tangga tempatnya berpijak setelah itu melompat turun. Lalisa mencari obor guna menjadi penerang agar dirinya sampai pada apartemen rahasianya selama ini. Lalisa meraba pinggiran lorong gelap itu kemudian menemukan obor yang telah disiapkan. Setelah mendapatkannya lalisa mengambil korek api dari tumpukan rambutnya. Siapa yang menyangka lalisa akan secerdik itu menyembunyikan korek api di dalam sangulan Indah rambutnya.
Mematiknya cepat lalisa membakar obor itu hingga kini menyala terang. Dengan santai lalisa menaruh kembali korek api itu pada sangul rambutnya. Dari sana lalisa mulai bergerak menuju pintu utama tempat apartemen rahasianya.
Berjalan kurang lebih tujuh menit lalisa sudah sampai pada pintu utama. Lalisa menaruh kembali obor itu pada tempatnya. Kemudian mulai memutar pintu utama layaknya setir mobil. Menggunakan sandi yang telah sangat dihafalnya lalisa memutar cepat setelah pintu sudah dapat dibuka.
Helaan nafas lega keluar dari mulut lisa. Dia masuk kedalam kamar apartemen. Kondisi gelap gulita menyapanya. Tak memperdulikan gelap lalisa kembali menutup pintu rahasia itu yang ternyata adalah tempat terpajangnya lukisan monalisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
CASTALLA : The Beginning | Revisi
Fiksi Penggemar#1 action series Jenderal Castalla adalah sosok pemimpin yang bijaksana dalam mengatur pemerintahan yang di jalankannya. Akan tetapi, musibah besar menghantui Castalla membuat Jenderal mau tak mau menikahi seseorang yang merupakan keturunan dari kot...
