WILL BE A COMPANY [2]

71 23 1
                                        

Malam gelap yang diiringi suara jangkrik dan angin yang berhembus lembut, digantikan dengan warna langit yang menerangi semesta karena sinarannya. Suara kokokan ayam jantan pun terdengar samar-samar ditelinga Hobie dan Kayshi yg lelap akan tidurnya.
Namun, tetap saja tidak membuat keduanya terbangun atau beranjak dari tempat tidur, malah menyempatkan untuk menguletkan badannya saja kemudian melanjutkan mimpinya kembali.
15 menit kemudian, alarm ringtone daydream yg berbunyi tepat pada waktu yg sudah disetting Kayshi tadi malam memainkan iramanya dengan sukses membangunkannya.
       
                                       ***

"Aku mandi duluaaaaan!" teriak Hobie cepat sambil berlari kecil dari arah balkon atas setelah mengambil handuknya yg kini menggantung dilehernya.
Kayshi yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas. Andai saja mulutnya tak kelu, mungkin saat ini oppa dan dirinya berdebat kecil karna meributkan dan berebut kamar mandi. Mengkhayalkan hal itu terjadi, dengan sadar membuat Kayshi tersenyum sendiri, sangat lucu pasti baginya.

Akhirnya Kayshi membuat kesibukan lain sambil menunggu oppanya membersihkan badannya, terdengar suara nyanyian yg menggema dari dalam. Yha! Itulah kebiasaan oppanya, bernyanyi riang bak seperti merasa didalam studio voice over. Meskipun begitu, Kayshi mengakui bahwa suara oppanya itu memang sangat bagus. Sewaktu-waktu ingin rasanya Kayshi bertanya, apakah oppa tidak tertarik untuk menjadi seorang Idol?

Seraya menunggu, Kayshi pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
Ya, kehidupan mereka seperti ini, terutama untuk Hobie yg beberapa tahun belakangan ini hidup sendiri dengan pekerjaan part timenya yg membuat dirinya tidak mati kelaparan. Tinggal dirumah yg cukup megah peninggalan sang kakek yg telah lama meninggal membuatnya lebih aman berada disini, dibandingkan tinggal bersama perempuan yg masih layak kah disebut seorang Ibu?
Dan semenjak kepergian ayahnya, Hobie tiba-tiba meninggalkan rumah tanpa memberi tahu siapapun, membuatnya bersalah dan menyesal meninggalkan dongsaeng satu-satunya itu. Tapi kini Kayshi bersamanya, Hobie tidak akan meninggalkannya untuk kedua kali, dibalik itu semua Hobie yakin kehadiran adiknya itu membawa sesuatu jawaban.

Mengingat Hobie kemarin sudah mendaftar terlebih dahulu bersama Joonnie. Kali ini Hobie akan mengantar Kayshi ke tempat kuliah dan berencana mengenalkannya pada Joonnie.

"Kay, kau akan ikut bersamaku untuk daftar kuliah. Mungkin 3 hari kemudian kita akan memulai kuliah disana. Beruntung kita tak perlu test untuk 50 orang pertama" jelas Hobie tenang memberitahunya.
Kayshi hanya mengangguk tanda mengiyakan penjelasan Hobie sambil mengunyah makanan yg disantapnya.
"Aku akan mengenalkanmu pada temanku nanti" ucap Hobie. Setelah mendengarnya...
"Ukhuk! Ukhum ukh!" Kayshi tersedak. Hobie langsung menyodorkan segelas air membantu Kayshi menghilangkan terselaknya dari makanan.
"Ada apa? Apa aku salah bicara?" Tanya Hobie heran.
Kayshi mulai menggesekkan penanya diatas notebook kecil pemberian oppa tampannya itu.

"Siapa itu Joonnie? Apa dia perempuan?" Kayshi menulis demikian.
"Oh, nama dia Kim Nam Joon. Aku memanggilnya Joonnie. Tapi di sekolah anak lain memanggilnya RM"
Kayshi hanya mengangguk sembari membulatkan bibir pink kecilnya membentuk O menandai cukup paham apa yg dijelaskan sang oppa.

Setelah mereka selesai sarapan. Kayshi merapikan isi tas dan dandan sewajarnya.
Kayshi hanya memakai baby powder dan lipbalm sedikit. Tapi dengan dua benda itu saja sudah membuatnya cantik. Lelaki mana yang tak akan tertarik padanya? Jika saja lelaki tidak memandang secara kekurangannya itu.

"Kayshi-yaa ayo! Kita berangkat!" Teriak Hobie.
Kayshi langsung berlari kecil menuju depan rumah dan menguncinya. Mereka tampak bersiap diri ketempat pendaftaran kuliah dengan mengendarai motor Hobie. Rasanya sangat nyaman, menurut Kayshi kenyamanan tak selalu berada didalam mobil bahkan pesawat sekalipun. Dengan begitu saja, menembus dan menusuk seluruh raganya itu sangatlah terasa alami, hembusan angin yg ia rasakan.

BANGTAN DIE GHOSTYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang