DORMYSTERYEUSME {11}

34 8 0
                                        

HAPPY READING!^^~♡


"BERHENTI BERTAUT DAN CEPAT KEMARI SEBELUM AKU MENGHAMPIRIMU DAN MENAMPARMU!"
Jungkook yang mendengar telepati Jin melepas tautan antara dirinya dan Natalish. Dan berdecih pelan.
"Jungkook-ah? Mau kemana?" Tanya Natalish
"Aku lapar sayang. Ayo kita makan dulu" jawabnya dan berjalan meninggalkan Natalish.
Hah? Sayang? Dalam hati Natalish terkejut sebab apa yang telah didengarnya.
Gadis itu hanya membuntutinya dari belakang.
'Mengapa Jin hyung mau menamparku? Apa salahku padanya?' Batin Jungkook disela melangkah menuju rumah pohon.
"Ah Jungkook, kemarilah kau lapar bukan?" Tanya Taehyung meski menahan sesak saat melihat perangai antara namja satu itu & Natalish.
"Ndee hyung" jawabnya dan duduk dekat Billya. Membuat Billya terperanjat begitu kaget.
"Kenapa kau terkejut?" tanya Jungkook.
Billya menggelengkan kepala tanpa ingin memberikan jawaban, semakin mengalihkan pandangannya sambil mengambil nasi bakar, bibimbap dan tteobokki buatan Jin Oppa yang terlihat enak. Yang bisa Jungkook lakukan saat ini menarik dahinya atas tingkah Billya yang seperti itu padanya.
Billya memberikan bibimbap kepada Natalish.
"Billya? Ini untukku?" Tanya Natalish
"Nee, ambilah. Entah kenapa aku ingin makan berdua bersama Namjoon Oppa Nat. Jadi tak perlu khawatir jika kurang" jawabnya dan bangkit mendekat menuju Namjoon. Namjoon merangkulnya dan menyuapinya dengan manja.
Keduanya bertatap dan tersenyum lembut.
'Biarkan saja. Lagipula siapa dia untuk diriku? Tapi kenapa perasaanku memberontak melihat mereka berdua mesra begitu?' Batinnya kali ini masih menatap Billya dan Namjoon makan.
"Kau kenapa?" Tanya Suga melihat Jungkook menatap Namjoon dan Billya dengan ekspresi seperti tak suka.
"Gwaenchana, Tteobokki ini hanya sedikit lebih pedas" ujarnya
"Aku menambahkan beberapa cabai. Tteobokki pedas saran Natalish. Enak!" Jawab Jin dan melanjutkan kunyahannya.
Billya menatap Jungkook yang kepedasan memakan tteobokki itupun berinisiatif dan menuangkan segelas air. Dengan alasan akan segera kembali guna ingin menambahkan minum pada Namjoon, Billya menuju ketempat teko air diletakan, dituangkannya dan mengarahkan dari belakang diam-diam. Berhasil, Jungkook tidak menyadari hal itu.
Beberapa detik setelahnya, Namja itu menyadari ada segelas air didekatnya, menatap kesekeliling tak ada yang menyodorkan segelas air. Billya yang melihatnya sekilas hanya merubah ekspresinya seperti tak tahu apa apa.
Setelah selesai makan, Kayshi dan Billya membersihkan bekas makan mereka dan menyimpan kembali kelemari dengan rapi.
"Hyunli, apa kau merasa lebih baik?" Tanya Jhope setelah selesai makan. Melihat Hyunli yang sayup-sayup seperti ingin tertidur.
"Bolehkah aku beristirahat sebentar?" Tanya Hyunli.
"Tak perlu izin begitu. Kau istirahatlah" jawab Suga.
"Ah, kenapa kepalaku" sontak Hyunli memegang kepalanya, membuat beberapa didekatnya terperangah.
"Kenapa Hyunli? Apa yang kau rasakan?" Jimin yang memang tak jauh dari keberadaan Hyunli menghampirinya cepat.
"Ani, oppa. Bukan masalah"
"Istirahatkan dirimu. Kau masih shock sepertinya"
Jimin menyelimuti tubuh Hyunli dengan selimut fleece. Hyunli perlahan memejamkan matanya untuk segera tertidur.
"Kayshi-yaa" bisik Billya. Kasyhi yang menyadari menoleh seraya salah tingkah. Kemudian menarik keningnya tanda menanyakan, kenapa?
"Hahaha kau terlihat cemburu membuat ku ingin mencubit pipimu, tenanglah. Jimin mengganggap Hyunli seperti saudaranya sendiri. Jika kau tidak percaya, bisa kau tanyakan pada Taehyung Oppa untuk menatapnya seberapa besar cintanya padamu. Jangan kau ragukan lagi"
Kayshi yang mendengar Billya cukup tersenyum tipis, benar-benar apa yang dikatakannya begitu menenangkan. Kemudian mereka kembali merapikan sisa-sisa alat masak.
"Sebaiknya kita tidur juga, sudah larut malam" Tutur Natalish dan diiyakan oleh mereka.
Merekapun ambil posisi masing-masing, posisi yang nyaman untuk mereka tiduri dan pada akhirnya memasuki ke alam mimpi. Kecuali dengan Billya, gadis itu tengah duduk tenang di ayunan yang sebelumnya pernah dia duduki bersama Jungkook. Di suasana malam yang sama dan mungkin di waktu yang sama pikirnya. Segelas caffein panas yang digenggamnya begitu hati-hati membuat malamnya menjadi hangat, hanya saja tidak begitu hatinya.
Dia menghela nafasnya dan menatap lurus kedepan memandang. Pancaran gemerlap yang dihiasi lampu kota bisa terlihat jelas dari keberadaan Billya. Itu yang dilihatnya, namun entah kemana pikirannya memusat.
Sepintas dia mengingat apa yang dia dan Jungkook lakukan. Hal itu benar-benar hal yang pertama baginya, hal yang pertama memang selalu diingat bukan? Meskipun tahu, segala hal akan menjadi sebuah kenangan saja setelahnya.
Namjoon terbangun, merasakan dirinya ingin sekali buang air kecil. Bisa-bisanya dalam keadaan tidur dia merasakan yang menganggu lelapnya.
Setelah sudah membuang keinginannya, sorot mata Namjoon melihat ke arah Billya. Selintas heran, spontan dirinya lantas menuju kesana.
"Bill, apa yang kau lakukan? Kau belum tidur?" Tanya Namjoon mengelus surai memanjang milik gadis itu.
"Aniyo oppa, aku hanya rindu orangtuaku" jawabnya bergetar seakan menahan sesuatu.
"Arasseo, menangislah" titah Namjoon.
Refleks Billya, kemudian memeluk Namjoon dengan erat dan menangis pelan. Karena jika dia terisak keras akan membangunkan teman-temannya yang lain.
"Sudahlah Bill, aku tak bisa melihatmu menangis seperti ini. Kau gadis yang kuat setahuku!" Tutur Namjoon mengelus surai Billya yang masih dalam dekapannya.
Namjoon meleraikan pelukannya dan meraih pipi berisi Billya. Lalu menghapus jejak air asin yang keluar dari sudut indra penglihatannya.
Billya mengangguk pelan. Dan mengisak air yang berada dihidungnya dan menghapusnya dengan hoodienya.
"Kau lihat? Ini yang membuat aku benci menangis" ujar Namjoon tiba-tiba.
"Wae?"
"Aku akan menjadi seorang anak yang ingusan seperti mu" Namjoon terkekeh karena ledekannya.
Billya yang mengira jawaban yang didapatnya itu serius, kini malah memanyunkan bibirnya dan refleks memukul dada atletis Namjoon.
Namja itu terkekeh dan memeluknya lagi
"Kau tau Billya, kau seperti dongsaengku. Disaat dia menangis dan aku meledeknya. Dia pasti memukul dadaku percis seperti yang kau lakukan sekarang" ucap Namjoon.
"Ah, aku pikir semua wanita akan seperti itu jika dirinya dicibir"
Billya melanjutkan apa yang ia lakukan sebelumnya, diam membiarkan hatinya menghangat karena pelukan Namjoon yang memberikan ketenangan yang semakin terasa berbeda.
"Kajja, kita tidur. Besok kita akan memulai permainan, tak baik gadis sepertimu tidur larut malam" saran Namjoon dan menengkuk kepalanya, lalu mengecup cepat puncak kepala Billya.
"Nee, terimakasih Oppa telah menemani ku disini" ujar Billya sebelum mengikuti Namjoon berlalu. Namjoon tersenyum manis untuk balasannya.
Mereka berdua masuk dan tidak kalah mengambil posisi untuk tidur dengan nyaman.

BANGTAN DIE GHOSTYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang