DORMYSTERYEUSME {13}

32 9 0
                                        

(っ◔◡◔)っ ♥ HAPPY READING ♥

"Jungkook, kenapa kau tiba-tiba menciumku?"
"Karena aku menginginkannya, menyukaimu, terlebih lagi aku menyayangimu"
"Ha? Apa kau sadar atas perkataanmu?"
"Apa saat ini aku tidak terlihat serius untuk mengucapkan hal tadi? Huh?"

Dia terus mengingat atas kejadian beberapa saat sebelumnya. Tidak ingin sekali mengingatnya dengan mencoba keras melupakannya. Justru semakin ia berusaha untuk melupakan, ingatan itu semakin sangatlah jelas akan bayangannya. Bagaimana tidak? Jika seseorang ingin melupakan sesuatu,  bukankah dia harus mengingat terlebih dahulu apa yang harus dilupakan?
Kegelisahan atau entah perasaan apa yang dirasakan saat ini juga. Dia begitu tak menduga. Apa maksud Jungkook padanya? Dan mengapa memanggil Billya dengan sebutan Chagi?
Tanpa dia sadari, air mata sudah menembus dari satu panca indranya itu dan yang kini dia usahakan untuk tidur seraya menenangkan pikirannya.

                                       ***

"Ummm, jam berapa ini?" entah pada siapa Billya bertanya, mungkin pada dirinya sendiri. Matanya dengan samar-samar akibat rasa kantuk yg masih menyerangnya.
"Jam 06:30. Jadwal kelas jam berapa sekarang?" igaunya dengan menggosok pelan matanya. Sambil merubah posisinya, Billya mengecek chat grup kelas dalam ponselnya.
"Kenapa aku lupa, masih libur. Kayshi kau su...."
Billya tidak meneruskan apa yang ingin dikatakannya, dia begitu lupa dengan setelahnya sadar Kayshi tidak ada disampingnya kali ini. Membuatnya meremas dan mengacak rambutnya sendiri akan apa yang tengah terjadi saat ini.
Kedua bola matanya berkaca-kaca. Dia menggelengkan kepalanya pelan dan berusaha untuk tidak menangis.
Dia masih melihat yang lain masih terlelap tidur. Ya, semalam mereka bergelut panas. Dengan Vernon si makhluk bedebah itu.

"Bahan masak pertama..."
rapal Billya membaca buku masakan. membuatkan sarapan untuk teman-temannya
"Take my hands now, you are the cause of my....."
"Euphoria~"

Tubuh Billya sedikit melonjak lantaran terkejut, karna ada seorang Namja yang meneruskan nyanyian dengan tiba-tibanya. Suara yang angelic dan merdu.
Dia menoleh kebelakang perlahan.
Namja usil itu mengendap kebelakang Billya, kemudian............

"Doooor!" namja itu membuat Billya tercengang dua kali.
"Heiiii! Astaga Jungkook-aaah!" kesal Billya setelah mengetahui itu adalah Jungkook.
"Hahahahahahaha! Aw aw Bil, sakit aw hahaha"
"Sini kau! Akan ku habisi lengan lembekmu itu!" Pekik Billya terus menerus mencubit lengan Jungkook seakan seperti menantang Jungkook. Tidak peduli Jungkook meringis kesakitan, meringis sambil tertawa lebih tepatnya. Disela Billya yang masih mencubit Jungkook, tubuh Jungkook menurun kemudian meraih kedua kaki Billya. Alhasil tubuh Billya spontan menggelincir kebelakang. Namun Jungkook menangkapnya, bahkan kini tubuh Billya dalam pikulannya.
"Jungkook, apa yang kau lakukan? Turunkan aku hei! Atau akan ku cubit kau lebih keras dari yang sebelumnya. Cepat turunkan!" pinta Billya sambil menepuk pundak bidang Jungkook yang padat.
"Sudah diam saja. Aku ingin membawamu"
"Membawaku kemana huh? Aku bisa jalan sendiri"
"Membawa kemana saja yang ku mau" jawab Jungkook mudah.
Namja itu dengan sekuat tenaga membawa Billya keatas pohon yg dipotong sebelah yg sering di jadikan kursi mereka duduk itu.
"Lepas Jungkook! Aku sedang memasak!" usaha Billya berkali-kali memberontak.
"Masakannya akan hangus! Aigoo lepaskan lep...mmmhh"
"Hnghhh"
Jungkook menurunkan tubuh Billya tepat didepannya, serta satu kecupan telah mendarat di bibir lunaknya.
"Kenapa kau diam huh?"
Billya membeku, seketika mulutnya memenjara akan perkataan. Keduanya menatap satu sama lain, masih tenggelam karena apa yang Jungkook lakukan padanya.
"Itu morning...... AW! YA KENAPA KAU MENENDANG KAKIKU!" teriak Jungkook belum menyelesaikan perkataannya.
"Pembalasanku Tuan Jeon. Minggir!"
"Sejak kapan kau lebih galak eoh?"
tanya Jungkook sudut matanya mengikuti arah Billya berlalu. Seingat Jungkook, gadis itu sedang tidak datang bulan. Sudah pasti dia sedang memikirkan sesuatu.

BANGTAN DIE GHOSTYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang