DORMYSTERYEUSME {9}

42 11 0
                                        

"TANDA ITU.........??"

"Tanda apa Bill?" Tanya Hyunli melihat ekspresi terkejut Billya setelah melihat pergelangan tangannya.
"Ah, aniyo. Apa kau punya tanda lahir?" Tanya Billya. Hyunli menatap pergelangan tangannya yang sedari tadi di lihat Billya.
Pertanyaan itu membuat Hyunli terdiam dan mengingat kejadian kemarin malam.

(Disatu malam)

"Kai dan Eunha tak bisa di andalkan. Terkadang aku harus melakukannya sendiri. Entah kemana kedua orang tak berguna itu" tutur Vernon saat lesap terbang melayang menuju rumah seorang gadis.
Tak membutuhkan waktu lama, Vernon sampai di rumah gadis itu.
Dia melihat gadis yang hendak dia temui sedang terlelap tenang tanpa mengetahui ada sosok yang mengamatinya. Ya, Vernon masuk lewat jendela kamar gadis itu.
"Ah Hyunli, kau sangat manis. Tapi sayang, Tuan Lucifer mememerintahkanku untuk memilihmu menjadi korban terakhir guna menyempurnakan ikatan roh. Terlebih membantu Kai dan Eunha membangkitkan sebuah nyawa" ujar Vernon yang mengelus lembut pipi Hyunli.
Sebenarnya Hyunli tidak sedang tidur. Dia hanya memejamkan matanya agar mengantuk.
Mendengar suara seorang Namja dengan suara yang berhasil membuat bulu diseluruh tubuhnya bertumpu.
Dia tak berani membuka mata pada akhirnya dia tetap memejam.
Vernon mengepalkan pergelangan tangan kanan Hyunli dan mengintikan diri.
"Kenapa rasanya panas?" tanya Hyunli dalam batin.
Vernon mencengkram pergelangan tangannya membuat Hyunli memekik dan pingsan setelahnya.
"Maaf sayang, tapi aku harus memberi tanda ini. Agar kau terlihat berbeda dan memudahkan diriku untuk bertemu denganmu sampai tiba waktunya. KHKHKHKH" ucap Vernon dengan kekehan seramnya. Kemudian dia menghilang meninggalkan Hyunli dalam keadaan pingsan sampai besok pagi.

Mendadak Hyunli terisak menangis. Dan menutup wajahnya.
"Aku tak tahu tanda ini. Apa kau tau Bill?" Tanya Hyunli masih keadaan menangis
"Aku mengenalnya. Tapi apa kau yakin akan mempercayaiku? Maksudku sebenarnya ini hal diluar..........."
"Aku percaya, katakan saja! Aku tau kau dan kedua temanmu ini baik" potong Hyunli.
"Baiklah baik. Kita kekelas" jawab Billya. Natalish dan Kayshi menggandeng Hyunli berjalan duluan. Billya berada dibelakang seperti mendengar bisikan aneh. Tapi dia tidak menghiraukannya.

"Kenapa kalian lama sekali?" Tanya Jimin
"Siapa dia Nat?" Tanya Taehyung
"Ah, ini Hyunli. Suga oppa? Kemari sebentar" jawab Natalish dan memanggil Suga yang berada dikursinya.
"Yaa wae?" Tanya Suga menghampiri mereka bertiga
"Dimana Billya?" Tanya Jungkook
"Dia dibel...... eoh? Kemana dia?" Tanya Natalish sadar Billya tak ada dibelakangnya entah sejak kapan.
"Dia tak ada?" Tanya Hyunli
"Tapi tadi dia dibelakang kita bukan?" Heran Natalish.
"Coba kau hubungi" titah Suga yang diangguki oleh Natalish.
"Halo? Bill kau dimana?" Tanya Natalish melalui panggilan telfonnya.
"Aku sedang ditoilet maaf telah membuatmu khawatir aku akan kekelas sekarang" jawab Billya diseberang telfon dan diloud speaker oleh Natalish agar yang lainnya juga mendengar.
"Ppali ndee?" Titah Natalish
"Nee Nat" jawabnya dan memutuskan telfon secara sepihak
"Anak itu selalu tiba-tiba menghilang mengingatkanku pada adikku" celetuk Namjoon
"Mwo? Adikmu?" Tanya Jimin
"Sebenarnya aku memiliki dongsaeng. Tapi ayah memisahkan kita berdua saat aku sudah memegang perusahaan ayahku disekitar kota ini" jawab Namjoon
"Eoh? Apa kau dikalangan berada juga?" Tanya Jhope
"Ummm, bisa dibilang begitu tapi aku tak mengatakannya. Aku tak mau disegani hanya karena aku orang berada." Jawab Namjoon
"Apa benar Billya Adikmu? Mata dan Pipi kalian sama." Ujar Jungkook berpendapat
"Molla Jungkook, dia memang percis sekali seperti ibuku dulu. Dari sikapnya yang selalu berjaga-jaga tapi selalu ceroboh sewaktu-waktu" jawab Namjoon.
Tak sempat membahas lebih jauh, Billya kini sudah tengah dihadapan mereka.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Billya.
"Aniyo Billya. Kenapa kau tak bilang pada Natalish kalau mau ke toilet? Kau sengaja menghilang agar dicari?" Tanya Namjoon sedikit jail.
"Ah, aku sudah tak tahan Oppa. Mian hae" jawab Billya dengan cengiran kecilnya.
"Ah ya, Suga oppa. Bisa kau lihat pergelangan tangan Hyunli?" Tanya Billya
"Panggil aku Suga saja" protes Suga
"Benar. Tak usah menggunakan embel-embel Oppa lagi" lanjut Jungkook
"Ah arasseo. Jika kalian lebih enak begitu."
Billya mengarihkan pergelangan tangan Hyunli. Ekspresi Suga tak bisa ditebak. Antara terkejut dan khawatir, tapi wajah dinginnya tak bisa dilepaskan.
"Hyunli sejak kapan kau memiliki tanda ini?" Tanya Suga
"Sedari kemarin, Suga. Tanda apa ini memangnya?" Tanya balik Hyunli
"Aku akan menjelaskannya nanti dirumah pohon ya. Tapi apa kau akan mempercayai ini?" Tanya Suga.
"Aku akan percaya jika memang ada buktinya" jawab Hyunli
"Kembali ke tempat duduk. Dosen akan masuk" ujar seseorang mahasiswa memberitahu.
Hyunli kembali kekursinya seiring dengan yang lain.
Dosen pun datang dan menerangkan materi yang dipelajari.

BANGTAN DIE GHOSTYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang