Keesokan harinya, ketiga yeoja ini bersiap-siap untuk menuju kuliah.
Untung saja, kamar mandi di apartemen Billya lebih dari satu. Jika tidak, maka mereka akan berebutan kamar mandi atau mungkin saling menunggu.
"Billya? Apa kau mencurigai salah satu murid dikelas kita?" tanya Natalish disela mengunyah sarapannya.
"Ummm, murid mana yang kau maksud?" tanya Billya.
"Eunha, semenjak kita dilabrak gak jelas oleh gadis sialan itu, dia seperti menatapmu sinis belakangan ini" Jelas Natalish.
"Eunha? Ah! Yang meminta nomorku dan para oppa kita itu?" tanya Billya yang diangguki benar oleh Natalish.
Kayshi yang menyimak menulis sesuatu diatas kertas dan menunjukannya pada Natalish.
"Apa perlu kita menyelidikinya?" Ucap Natalish membaca tulisan yang ditulis Kayshi.
"Seharusnya kita menyelidikinya. Tapi harus salah satu dari kita yang menemaninya untuk mencari tau" jawab Billya serius.
"Menyelidiki apa?" suara barithon seorang namja membuat mereka menoleh dan ternyata sudah ada mereka disini, ya siapa lagi kalau bukan ketujuh Namja hebat dan cukup bobrok itu.
"Menyelidiki kenapa kau sangat aneh" jawab Jin sambil terkekeh yang ditanggapi wajah datar oleh Taehyung.
"Kalian membicarakan siapa?" Tanya Suga.
"Umm, kita.. kita membicarakan s-soal Eunha" jawab Billya terbata-bata.
"Eunha? Kenapa tiba-tiba?" Tanya Jimin.
"Karena tingkah lakunya itu mencurigakan. Bukannya aku punya nethink berlebihan padanya, tapi setelah kejadian Angela melabrak kita tanpa alasan, Eunha seperti memiliki niat jahat pada kita" jelas Natalish tidak ragu atas ucapannya.
"Haruskah kita menyelidikinya?" Tanya Jungkook.
"Sepertinya harus. Billya? Kau pernah bilang kau merasakan aura yang pekat dan tak enak pada Eunha?" Tanya Suga yang diangguki Billya.
"Tunggu sebentar, Eunha juga nampak terlihat akrab dengan salah satu dosen. Beberapa kali aku melihatnya, setiap kali jam istirahat dia keruangan dosen itu." ingat Jimin.
"Dosen yang mengajar pelajaran apa?" Tanya Natalish.
"Dia terlihat seperti school counselor di kampus ini, tapi dia belum pernah masuk ke kelas kita" Jimin menjawab Natalish.
"Apakah dia dosen magang?" Tanya Jin heran yang disaat itu juga diangguki oleh Jimin.
"Darimana kau tau?" Tanya Namjoon menyelidik.
"Aku diam-diam memperhatikannya saat aku melewati kelas sebelah. Kemudian dia memperkenalkan dirinya dan sudah memiliki firasat tak enak padanya" jawab Jimin cukup cepat.
"Aku harus mendekatinya dan menyelidikinya tanpa sepengetahuannya" ujar Taehyung.
"Kau yakin?" Tanya Billya meyakinkan.
"Ya, mau tidak mau kita harus menguak agar rasa penasaran ini tidak berlarut" ujar Taehyung yang diangguki oleh mereka yang mendengarnya.
"Tapi, bagaimana dengan gedung dibelakang sekolah itu?" tanya Jungkook.
"Ah, soal itu aku akan menyelidikinya menggunakan astject" jawab Billya.
"Kau tak bisa sendirian. Sangat beresiko sepertinya" ucap Natalish cemas.
"Begini saja. Sekarang kita berangkat, dan melihat ke gedung itu sebentar untuk mengetahui seberapa pekat aura misterius disana" saran Yoongi.
"Baiklah, ayo berangkat!" ucap Hobie bersemangat dengan senyum cerah yang membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum juga.
Mereka berangkat menggunakan kendaraan masing-masing. Suga mengendarai motor sendirian, Namjoon bersama Taehyung, Jungkook dengan Jimin. Jin? Dia yang membawa mobil bersama Billya, Natalish dan Kayshi.
Formasi mereka terlihat seperti membentengi mobil Billya. Lebih tepatnya, mengamankan para yeoja yang ada didalam mobil itu.
Setelah beberapa menit mereka diperjalanan menuju kampus. Mereka memarkirkan kendaraan mereka dan turun
"Apa kita akan melihat gedung itu sekarang?" Tanya Jhope coba meyakinkan, sepertinya dia sudah merasa ketakutan, padahal tadi dirinyalah yg terlihat bersemangat. Kayshi yang tau oppanya ini sedikit khawatir dan takut membuatnya langsung mendekap bahu Jhope. Jhope pun tersenyum tenang sambil mengusap tangan Kayshi.
"Tentu saja." jawab Natalish yakin.
Tanpa berfikir panjang lagi, merekapun berjalan menelusuri jalan menuju gedung yang mereka maksud. Jalannya agak berbencah, bekas air hujan membuat mereka agak sulit melangkah dan banyak ilalang liar yang tumbuh dipinggiran jalan setapak yang mereka lalui.
"Sepertinya ini sudah lama tak dirawat. Apa tak ada penjaga disini?" Tanya Jungkook sambil menepikan beberapa ranting yg memaut di pohon-pohon.
"Kau berbicara dengan siapa?" Tanya Suga. Jungkook memasang muka datar. Natalish yang melihatnya gemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BANGTAN DIE GHOSTY
FantastikSebuah dimensi yang datang secara asing. Bersamaan dengan intensitas yang telah membuat mereka harus "terjatuh" lebih dalam untuk mengungkapkan sebuah keganjilan yang begitu tersembunyi sebelumnya. Kejanggalan yang sangat diluar kelogisan manusia pa...
