DORMYSTERYEUSME {14}

41 5 0
                                        

(っ◔◡◔)っ ♥ HAPPY READING ♥

***

"Apa kau sudah mengingat mantranya Bill?" Tanya Suga.
"Aku sudah menghafalnya. Tapi........"
"Tapi apa?" tanya Jin.
"Pada saat aku menghafal mantra tersebut, entah mengapa atmaku seperti menarikku untuk kesana tapi disegi lain ragaku menolaknya. Apa yg akan terjadi? Seandainya Kayshi ada, dia pasti akan merasakan firasatnya. Firasat dia selalu benar. Dan begitu tajam seperti hidung Jhope Oppa"
"Kau masih dengan sempatnya menista dia disaat genting? Apa kau sengaja membuat kami tertawa hm? Khkhkh" Taehyung terkekeh mendengar penuturan Billya diakhir penjelasan.
Jhope hanya menghampiri dengan polos, ekspresinya seperti mengatakan. "Apa?"
Billya hanya mengendikkan bahunya acuh.
"Lalu kita akan kesana? Tapi keadaan kita kali ini sangat tidak memungkinkan untuk kita selidiki apa yang terjadi" jelas Jimin, karena baru saja mereka membuka roomchat line yang begitu riuh membahas soal pembunuhan berantai. Terlebih lagi yang lebih mengerikan  untuk diketahui adalah mayat-mayat yang begitu banyak tidak beraturan dibelakang gedung dorm.
"Tunggu sebentar. Aku heran mengapa mayat-mayat itu tidak mengeluarkan bau? Padahal nampak sudah lama sekali." ujar Jungkook membuat rekan-rekannya kembali menekan otak mereka untuk berfikir baik logis maupun nonlogis.
"Apa kau lupa apa yang Billya temukan dibilik seram dirumah pak Kai?" Tanya Jin
"Oppa. Itu dia!" pekik Billya seperti mulai menebak alur yang dirancang Vernon.
"Apa?" tanya mereka serempak
"Begini, aku memang menemukan mayat yang begitu berhamburan dalam kamar itu. Diantaranya ada mayat yang direndam air dengan tebaran mawar. Sepertinya, air mawar itu sudah dirancang khusus dengan sebuah pelintuh. Pada saat Vernon melibas Kai sampai nafas terakhirnya, karenanya kekuatan Vernon melemah dan mau tak mau dia harus mengakhiri hidup Kai untuk mendapatkan kembali kekuatannya. Dia memerintahkan para pengikutnya untuk membawa mayat-mayat yang aku lihat itu kebelakang Dorm. Agar Kai tidak dituduh. Dan Pihak kampus akan kebingungan kenapa menjadi seperti ini. Dan harus mengubur semua mayat itu. Tapi, aku sedikit mendapatkan kejanggalan dengan sesosok mayat gadis yang umurnya seperti lebih senior dariku"
"Mwo!? Bagaimana bisa?" Tanya Jhope sedaritadi menyimak apa yang Billya jelaskan.
"Pasalnya, mayat itu percis sekali dengan ciri ciri Nayeon. Kalian ingat? Hanya saja. Bibir dan badan dia lebih tipis dan lebih kecil dan Ramping. Tapi tubuhnya begitu molek."
"Apa kau mengambil sesuatu darinya? Untuk aku dejavukan?" Tanya Jimin
"Umh, aku mendapat sesuatu. Adsya yang mengambilnya. Sebenarnya aku disana tidak sendirian, Adysa bersamaku. Tapi dia hanya memperhatikan dan berjaga-jaga. Dia mengambil bercak potongan pakaian berwarna putih. Saat kuraba bahannya, seperti bahan seragam kampus itu sebelumnya. Sekarang sudah tak menggunakan seragam lagi."
Billya menunjukan robekan baju berwarna putih kumal. Jimin mengambilnya. Dan mulai menggunakan kekuatannya

                                          ****

"Im Yeon. Kemarilah sayangku, kita bersenang senang kembali"
"Tidak! Kau telah mengambil harga diriku sebagai perempuan! Aku benci kau. Dosen keparat!"
"Hahahaha, semarah itu kah kau denganku?  Bukankah aku membuatmu menikmatinya disetiap hujamanku?"
"Tidak!!! Jangan mendekat!!!"
"Kemari, sayangku!"
Jarak diantara keduanya lebih kini semakin dekat, kemudian dosen itu membekap Yeoja bernama Im Yeon. Sang Yeoja kini terbaring lemah dibawah perangai orang yang membabi buta mempermainkannya. Dengan apa yang memang ingin dilakukannya, dia mulai menikmati tubuh itu secara paksa
"Kau ingin aku mati sialan!" sang Yeoja masih dalam ucapannya meskipun kondisinya sangat ruai.
"Tidak, aku sangat menyukai tubuhmu sayang. Ah, shit!" lelaki itu mengusap lembut paras lawan perangainya seraya berkali-kali mencoba untuk menembus dan sampai pada kenikmatannya.
"Ah, berhenti menghujamku! Aku akan balas dendam Kai! AH!! ANGGGH"
"Ah, aku akan membuatmu semakin menikmati ini, sampai kau lupa... ah.... dendammu kepadaku. AH.....AH SHIT!"
"Tolong hentikan! Ini sangat....... AH........ NNGHHH"
"Tahan seperti ini sayang, aku sangat menyukainya........"
Tidak sampai disana, pria yang dikenal bernama Kai itu masih memanfaatkan segala gairahnya kepada gadis yang masih dibawah sariranya dengan puas, sebelum pada akhirnya Im yeon adalah korban pertama yang Kai bunuh secara mengenaskan.

BANGTAN DIE GHOSTYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang