Lovely
Buat aku kerja diantara dua cowok ganteng itu berkah, tapi menjadi enggak kalau yang satunya super jenius dengan tingkat narsisme yang tinggi dan tidak mengenal kata 'baper'.
Kata orang dunia kerja itu nggak boleh ada kata baper, mau bos atau temen kerja galak, judes, jangan diambil hati. Gitu juga kalo ada yang perhatian jangan cepet-cepet masukin hati. Kata Mas Tian 'di senyumin ajah'.
Ngomong sama pak Adjie itu harus ditata serapih aturan table menner. Tapi nyatanya kosakata yang kupakai jauh dari itu. Berkomunikasi dengan menutupi perasaan itu rasanya susah pakai banget.
Menutupi perasaan? Yah nanti kalian tau lah.
Aku bilang pak bos itu tipe pria baik-baik yang sedikit cupu untuk hal-hal tertentu. Bisa dipastikan selama sekolah kehidupannya sekitar belajar, belajar dan belajar.
Penampilan keren dan mahal sih iya, ganteng juga.. duit punya.. sultan life bisa banget, tapi nyatanya dia nggak pakai semua itu untuk kehidupan sosialnya kayaknya cuma lebih buat alasan kepantasan saja bukan untuk menunjukkan status sosial dan memanggil decak kagum orang.
Yang ada pak bos itu lebih suka dekemin laptop memantau perkembangan Pharmasafe atau nge-cek kerjaan karyawan. Komunitasnya seputar kantor, pabrik, kantor lagi.
Oh dia punya satu hobi baru lagi sekarang.. yup marahin aku sambil teriak-teriak. Wadaw... Itu pak bos tiap hari kalo nggak nyuruh sambil nge-gas ya pasti lagi nahan emosi sambil gregetan.
Kadang aku capek bicara sama pak bos. Masalah diksi kalimat dia yang sering bikin makjleb.. tinggi badannya yang hampir 180an juga bikin sakit, leher sih karena kebanyakan dongak liat wajah pak bos tampan. Sakit kan.
'Tampan' emang tampan wajahnya, gitu juga dengan namanya kependekan dari Tama Panduwinata. Omong-omong itu nama ayahnya, a.k.a pendiri sekaligus owner resmi Pharmasafe.
Mata pak bos sedikit sipit dan rambut hitam lurus. Yang aku suka iris matanya hitam pekat. Dari sorot matanya saja orang bisa terintimidasi, apalagi kalo pak bos lagi diam nggak banyak bicara. Fyuuh.. itu menakutkan.
Pokoknya kalo yang namanya pak Adjie tampan itu exclusive boss dengan kadar bapernya minus 20%. Tapi for your info ya akhir-akhir ini bos tampan agak berubah. Mau tau perubahannya? Lihat aja ntar.
Beda banget sama mas Rama cowok humble yang sedikit misterius, dia ramah meski menyimpan sisi lain dirinya yang selalu ia rahasiakan. Ramah dalam banyak hal tapi tidak untuk privasinya, kita tau dia punya keluarga yang hangat tapi kita tidak pernah sekalipun tau dimana rumahnya. Waktu makan malam di rumah mbak Nadine itupun baru tau kalo mereka tetanggaan. Misterius kan? Little bit sih.
Seperti satu contoh lain namanya M. Rama TP, setahuku M-nya Muhammad ya, lha tapi yang TP itu lho sama sekali dia nggak pernah mau kasih tau. Gitu juga KTP-nya cuma sesingkat itu.
Mas Rama itu tingginya 176 hampir sama seperti pak bos tapi mas Rama punya kulit sedikit lebih gelap. Rambut hitam lebat bergelombang. Punya mata cokelat dan senyum manis yang bersahabat. Kalo lagi ketawa dua gigi taringnya kelihatan, punya lesung pipi juga sebelah kanan. Melting deh...
Aku sih lebih nyaman sama Mas Rama, cowok ganteng kelewat baik hati yang membuat perempuan manapun gampang meleleh, terutama mbak Nadine pastinya.
Dari curhatan singkat mbak Nadine tempo hari aku sedikit tau apa yang terjadi diantara mbak Nadine dan mas Rama. Tapi sekali lagi bukan ranahku untuk mencari tau apalagi sok tau.
Termasuk kejadian aku nggak sengaja liat mas Rama nyosor mbak Nadine kemarin sore di ruang meeting. Beruntung nggak ketahuan, karena sebenarnya aku malu sendiri. Apa kabar jiwa jomblo ini yang udah nggak meronta lagi tapi mengonggong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pak Adjie Tampan
General FictionAdjie Tama Panduwinata (31 tahun) Mereka memanggilku Adjie Tampan kependekan dari Tama Panduwinata, selain itu memang wajahku diatas rerata. Otak jangan ditanya memiliki IQ 125 pasti kalian tau bagaimana menghadapi orang cerdas sepertiku. Tapi saat...
