#9 Don't Worry

550 46 5
                                        

" Ana!" Teriak Salim yang baru saja pulang dari suatu tempat didepan pintu.

" Iya Pa, tunggu sebentar!" Ana berlarian menuruni tangga rumahnya.

" Sini sayang, Papa bawain sesuatu untukmu!" Salim memberikan sebuah kado untuk Ana.

" Apa ini Pa?" Ucap Ana sambil mengambil kado itu.

Ana segera membuka kadonya, ia kaget kala melihat isi kado itu terdapat sebuah boneka Teddy bear kesukaannya.

" Wah, Teddy Bear! Terimakasih Papa!" Ana memeluk Salim begitu erat.

" Itu hadiah kemenangan kamu nak! Dan Papa beli hadiah juga buat Rasya!" Jawab Salim sambil menggendong Ana.

" Wih, Papa baik banget, Tapi kok cuma Ana dan Rasya yang dapet hadiah, untuk kak Rara mana Pa?" Ana sedikit bingung.

" Oh ya, Papa lupa, ntar kita beli sama-sama hadiah nya!" Salim.

" Baiklah Pa!" Ana.

Salim merasa ragu untuk memberikan hadiah buat Rara, karena ia bingung harus membeli hadiah apa? , Seusai makan malam Ana dan Papa nya segera pergi untuk membeli kado buat Rara, Ana sibuk memilih hadiah yang akan diberikan ke Rara nanti.

" Pa, mana hadiah yang bagus? Yang kiri atau kanan?" Ucap Ana sambil memperlihatkan hadiah jam ditangan kirinya dan sepatu ditangan kanannya.

" Mmmm, Papa bingung ni, Ana pilih saja yang menurut Ana bagus!" Saran Salim.

Ana memilih sepatu yang ada ditangan kanannya, saat pembayaran Salim dikejutkan dengan harga sepatu yang dipilih Ana, harga sepatu itu sejumlah 5 Juta.

" What? Berapa harganya mba?" Tanya Salim dikasir.

" 5 Juta Tuan!" Jawab Kasir.

" Baiklah!" Salim membayar dengan kartu kreditnya.

Setelah itu mereka pulang, dikamar Ana sibuk membungkus kado buat Rara, ia membungkus nya dengan Rapi dan memberikan kartu ucapan didalamnya dari Papanya.

Disisi lain Rara menunggu kepulangan orangtuanya dari pekerjaan, Rara menyimpan piala dan piagam nya untuk ditunjukkan kepada kedua orangtuanya.

Saat itu Rara tengah duduk sambil menonton tv di ruangan tamu, terdengar suara klakson mobil yang menandakan kedua orangtuanya telah pulang.

Rara segera membukakan pintu dengan membawa pialanya.

" Ma, Pa, Rara menang lomba CC disekolah!" Ucap Rara.

" Alhamdulillah, Mama dan Papa bangga sama kamu, tapi sorry ya kami tidak bisa hadir saat perlombaan!" Ucap Mama.

" Its ok Ma!" Rara.

" Ra, karena kamu menang Papa akan memberikan kamu hadiah!" Ucap Papa.

" Lebih baik kita masuk dulu!" Saran Mama.

Keesokkan nya, saat Rara baru tiba di depan gerbang sekolah ia telah ditunggu oleh Ana dan Rasya, terlihat Ana memegang sebuah kado bewarna merah.

" Kak Rara sini!" Teriak Rasya memanggil Rara.

Rara pun segera menghampiri mereka.

" Ada apa?" Tanya Rara.

" Kak, ini ada hadiah dari Papa Ana untuk kakak!" Ana menyodorkan kado tersebut.

" Ambil kak, om Salim juga kasi hadiah juga untuk Rasya, karena kita menang lomba!" Saran Ana.

Rara sedikit ragu untuk menerima hadiah tersebut.

" Ayo kak, diambil!" Tegas Ana.

Rara pun mengambil hadiah tersebut lalu ia masukkan ke tas miliknya, bel masuk telah berbunyi mereka segera menuju sekolahnya masing-masing.

Saat akan memasuki kelas Rara disambut oleh Jirayut yang tengah menunggu kedatangannya.

" Hai Rara!, Selamat ya atas kemenangan mu!" Ucap Jirayut.

" Iya, thank you ya!, Ntar jam istirahat gue traktir loe di kantin!" Tawar Rara.

" Wow, oke, ntar kita bareng!" Jawab Jirayut.

Guru telah masuk kelas, pelajaran pertama telah dimulai.

Sementara itu...

" Bagaimana keuangan kita bulan ini?" Ucap Salim dalam rapat bulanan kantor nya.

" Keuangan kita baik pak, tapi kita harus meningkatkan lagi penjualan agar keuangan kita bisa bertambah!" Saran manajemen keuangan.

" Baiklah, saran saya lakukan promosi pasar terhadap produk kita segencar mungkin! Agar para konsumen tertarik untuk membeli produk kita!" Saran Salim.

" Iya pak, akan lebih baik kita promosi kan melalui media periklanan atau melalui media televisi!" Manajemen pasar.

" Tapi jika kita promosi dengan periklanan kita membutuhkan model atau brand ambassador untuk mempromosikan produk kita, dan itu akan memakan biaya yang mahal!" Manajemen keuangan.

" Lakukan saja!, Segera cari model iklan untuk produk kita!, Masalah biaya bisa diatur nanti!" Salim.

" Kita harus mencari model yang sesuai dengan produk kita! Karena produk kita sasaran pasar nya adalah milenial jadi kita harus mencari model yang milenial juga!" Saran manager.

" Segera temukan model iklan yang pas! Bulan depan kita harus bisa mencapai target! Sekian rapat ini, kalian boleh bubar!" Perintah Salim.

Setelah selesai Rapat Salim segera menuju ruangannya, karena suntuk Salim membaca sebuah majalah sambil menyeruput secangkir kopi hangat yang baru dibuat oleh sekretaris nya. Salim kaget saat ia melihat disalah satu halaman majalah tersebut terpampang foto Ana, Rasya, dan Rara karena mereka memenangkan lomba CC nasional, Salim sedikit bangga dengan prestasi yang diraih anaknya hingga anaknya bisa masuk ke majalah terkenal yang saat ini dibacanya.

Salim tampak terkagum dan terpesona kala ia tak sengaja melihat Foto Rara yang tengah tersenyum manis di depan kamera, hal tersebut membuat Salim terpana, hingga ia tidak sadar kalau sekretaris nya memanggil ia sedari tadi.

" Pak!" Sekretaris.

"I-i-iya ada apa?" Salim langsung menutup majalah itu karena ia kaget.

" Pak, hari ini ada pertemuan dengan klien kita!' lapor sekretaris.

" Mmmm, apa kamu bisa wakili saya di pertemuan itu? Soalnya saya ada perlu nanti bersama anak saya!" Perintah Salim.

" Baiklah pak, nanti saya akan menggantikan bapak!" Sekretaris.

" Oh ya, tunggu sebentar, jika model nya sudah dapat tolong di infokan ke saya secepatnya!" Salim.

" Siap pak!" Sekretaris pun pergi meninggalkan ruangan Salim.

Disaat yang bersamaan manager sedang membaca majalah yang dibaca oleh Salim juga, sembari mencari model yang tepat, saat melihat foto Pemenang Lomba CC nasional terpampang di majalah itu, manager Salim tertarik dengan sosok satu orang yang ada di foto itu yaitu Rara, manager ingin menjadikan Rara kandidat untuk model ambassador produk perusahaan karena Rara sesuai dengan kriteria yang dicari oleh perusahaan saat ini.

Manager segera mencari informasi tentang Rara memalui media platform majalah tersebut, setelah itu ia kumpulkan semua informasi tersebut setelah nya baru akan ia kirim kan dokumen informasi itu ke CEO mereka yaitu Salim.

Next komen👇

Jangan lupa Vote dan Share yah🙏

Dilema Sebuah RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang