Bagian 28

87 20 1
                                        

Sinar mentari mulai menampakkan cahayanya. Burung mulai berkicauan di bawah teduhnya pohon cemara. Angin pagi menemani mulainya aktivitas dihari ini. Embun pun seolah tak mau pergi dan tetap menyelimuti kota Bandung kali ini.

Masih pada seorang gadis cantik dengan kasur king sizenya yang berwarna pink. Selimut tebal seolah menjadi teman mimpinya malam tadi. Dengan benda pipih yang ia biarkan tergeletak di samping bantalnya.

Suara detik jam terdengar menggema menuntun waktu pada gadis itu. Detik ke 5 barulah terdengar suara bel yang nyari yang diciptakan oleh jam beker yang ada di meja kecil dengan kasurnya itu.

Kring.... Kring....

Vina namanya kalau bukan terlambat lagi. Meskipun Vina tergolong anak yang rajin. Tapi untuk masalah bangun pagi dia yang terakhir.

" Hoammm.. "

Mata Vina mulai terbuka, yang dia tatap pertama kali adalah langit-langit kamarnya yang bernuansa putih. Sesekali ia mengerjapkan matanya, dan tangannya beralih pada benda pipih yang ada dihadapannya. Diraihnya benda pipih itu, lalu munculah layar yang tadinya gelap menjadi terang menampakkan wajah bantalnya itu.

" Jam 7: 30" Pikirnya lalu terpejam lagi.

Seketika ia langsung terbangun dan mata pandanya langsung terbuka seketika. Dengan cepat ia duduk dan meraih jam baker yang ada di nakas itu.

" HAH!!! .... GUE TELATTTT!!!! "

Vina langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera mengambil handuk lalu menuju ke kamar mandi. Tak perlu waktu yang lama Vina telah keluar dari kamar mandi itu, seterah ia kenakan seragam sekolahnya kalau merah tas yang memang telah ia tata kemarin malam.

Segerah ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu. Barulah melangkahkan kakaknya Vina lupa jika hpnya lupa ia masukkan. Dengan segerah ia meraih benda pipih itu dan memasukkannya di saku celananya.

Rambutnya yang dibiarkan menjuntai ke bawah menambah kesan elegan ketika ia menuruni anak tangga. Lari-lari kecil ia lakukan tatkala dimeja makan itu tak ada orang. Dengan cepat ia meraih selembar roti lapis dan memakannya sambil berjalan ke arah pintu besar itu.

" Ma... "Panggil Vina tatkala melihat yeni yang tengah menyapu di sekitar teras rumah itu.

Yeni yang melihat Vina hanya berdecak kesal. Tatapan mematikan pun nampak saat jarak anatara Vina dan yeni semakin dekat.
Vina langsung memperlambat larinya dan mencoba membalikkan badannya. Namun naas daun telinganya telah ditarik oleh yeni.

" Aduh..sakit ma.... "Rengek Vina.

" Baru mau berangkat!!!.. Jam berapa ini Vina!!.."Ketus Yeni dengan tangannya yang masih setia menjewer Vina.

" Iya ma ampun... Vina janji nggak akan ngulangi lagi. "Tawar Vina.

" Janji-janji... Pasti besok diulangi lagi... "Ketua yeni.

" Iya.. Iya... Vina janji.. Janji nggak bakal kesiangan lagi. Yeni pun melepaskan jewerannya.

" Yaudah... Besok kalau ngulangi lagi. Siap-siap aja homeschooling lagi. "Tegas yeni.

" Iya.. Iya.. "

" Yaudah sana masuk.. "Ucap yeni kalau melanjutkan aktivitasnya.

" Hah.. Kok masuk sih ma.. Kan Vina mau ke sekolah. "Heran Vina.

" Udah telat... Gerbang udah ditutup lima menit yang lalu.. Kalau mau nekad bakal kena hukum cantiknya mama... "Geram Yeni.

" Yah... Kok gitu.. Kak Bayu kemana? " Tanya Vina.

Love Secret [ COMPLETED✔ ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang